
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang… apa kamu benar-benar jatuh cinta padanya?
Malam hari…
Hello! Im an artic!
Langit sudah gelap, bintang-bintang di langit sudah seperti mata para Dewa yang sedang mengintip dengan tatapan tajam ke segala sesuatu yang ada di dunia.
Bulan terang tersembunyi di balik awan… terdengar suara “prang–“, sepertinya ada benda yang terbuat dari porselen yang hancur berkeping-keping dalam sekejap.
Tidak lama setelah itu, aroma alkohol yang menyerbak membuat orang-orang yang berada di sekitar merasa sedikit mabuk ketika menciumnya.
Semua orang di Kastil Wuyou tahu bahwa setelah mengantar Pangeran Liang, sang Tuan Penguasa Kota, She Jingtian terus menerus mengurung dirinya di dalam kamar dan minum untuk mengusir kesedihannya.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Semua orang berpikir She Jingtian merasa sedih karena kepergian Pangeran Liang, tapi hanya dirinya sendiri yang tahu bahwa dia tidak akan pernah melupakan gumaman Pangeran Liang di telinga Ye Wushuang, dan juga raut malu serta kesedihan yang muncul di wajah Ye Wushuang ketika memakai aksesoris burung merak itu. Dan yang paling membuatnya tertekan adalah tatapan Ye Wushuang ketika menatap Pangeran Liang pergi.
Suara “gluk gluk–” ketika meminum anggur terdengar, sensasi yang membakar dan menyengat itu bisa membuatnya melupakan rasa sakit untuk sementara waktu.
Tapi apa dirinya bisa benar-benar melupakannya? Semakin banyak dirinya minum, dirinya semakin sedih ketika teringat adegan itu.
Di sisi lain, Ye Wushuang sedang menatap fokus pada dirinya sendiri di depan cermin untuk sekian lama. Dirinya masih mengingat perkataan Pangeran Liang saat dia pergi, dia berkata bahwa She Jingtian tertarik padanya…
Meskipun Ye Wushuang sudah mengetahui hal ini sejak lama, tapi dirinya masih tidak bisa menahan kegembiraannya ketika Pangeran Liang mengatakan ucapan ini. Hati Ye Wushuang memang tergerak oleh She Jingtian, meskipun terdapat kebencian dan keluhan dalam prosesnya, tapi dirinya masih tetap tidak bisa menahan harapan, dirinya berharap She Jingtian bisa mengungkapkan perasaannya pada dirinya. Hanya saja tidak disangka pada akhirnya yang didapatkannya adalah ucapan Paman Long yang seperti itu, dirinya sangat kecewa tapi juga tidak berdaya. Ye Wushuang hanya bisa menutup hatinya dan enggan untuk membukanya.
Ketika Ye Wushuang sedang meratapi lukanya dalam diam, terdengar suara ketukan di luar pintu.
Ye Wushuang sedikit terkejut lalu berdiri dengan sedikit ketakutan, ini sudah begitu larut, siapa yang datang kemari?
__ADS_1
Apa Bibi Hua? Ye Wushuang perlahan membuka pintu dengan membawa rasa penasaran.
Bau alkohol yang menyengat menerpanya, membuat Ye Wushuang langsung mengerutkan keningnya, kemudian ketika mengangkat tatapannya, yang dilihatnya adalah sebuah wajah tampan yang terlihat agak kuyu, tatapan mata itu menatap dirinya dengan tatapan kesepian dan tampak kabur, membuat jantungnya seketika berdebar: “Tuan Penguasa Kota…”
“Wushuang…” She Jingtian memanggil dengan penuh kasih sayang, mencondongkan tubuhnya ke depan dan menerjang ke arahnya. Karena tidak dapat menahan berat tubuh She Jingtian yang tinggi besar, Ye Wushuang segera bersandar ke dinding untuk memapahnya, tapi She Jingtian malah memegangi tangannya, dengan lembut mengusap punggung tangannya dengan jari-jarinya, terdapat tatapan penuh cinta yang tidak bisa disembunyikan di matanya, She Jingtian kembali memanggilnya: “Wushuang… Wushuang, apa ini kamu?”
“Ini aku, Tuan Penguasa Kota, kamu kenapa? Apa kamu mabuk?”
Ye Wushuang berjuang untuk menarik diri, tapi pihak lain malah semakin menahannya dengan lebih erat, bahkan juga menekan seluruh tubuhnya ke arahnya.
Dua pasang mata itu saling memandang, punggung tangannya terasa gatal, suara She Jingtian yang rendah dan penuh kasih sayang, terdengar berulang kali di telinganya, jantung Ye Wushuang seketika menjadi kacau dan rumit.
“Wushuang, aku tidak banyak minum, aku tahu apa yang kulakukan.” She Jingtian tersenyum samar, matanya yang kabur itu dipenuhi dengan kesedihan yang tak bisa ditebak.
“Tuan Penguasa Kota, hati-hati, aku akan menuangkan secangkir teh agar kamu lebih tersadar.” Tampilan She Jingtian yang seperti ini benar-benar membuat Ye Wushuang tidak tahu harus berbuat apa. Sepasang mata yang kelam itu sudah seperti kolam yang sangat dalam, membuat Ye Wushuang ketakutan.
__ADS_1
Tidak disangka, baru saja Ye Wushuang mengambil satu langkah, dirinya malah sudah ditarik kembali dengan kasar olehnya. She Jingtian menarik tubuh Ye Wushuang yang kecil dan lembut itu ke dalam pelukannya, bertemu dengan mata Ye Wushuang yang sudah seperti bulan sabit, hatinya dipenuhi dengan kebingungan.
“Wushuang, jangan pergi… Jangan tinggalkan aku…” She Jingtian berkata dengan sedih, tapi kekuatan di tangannya itu tidak mengendur sama sekali.