
Sayangnya ada wakil presiden dari dewan kependudukan Zhang Daren yang datang dan bilang ada urusan penting. Jadi mau tidak mau dia menyuruh Lu’Er dan yang lainnya untuk pergi menemani Qin Ruojiu.
Beberapa orang naik ke mobil kuda dan diantar oleh beberapa penjaga keluar dari istana, setelah itu mobil kuda menuju ke pinggiran kota yang memiliki pemandangan sangat indah.
Setelah mobil kuda berhenti, Qin Ruojiu turun dituntun oleh Lu’Er dan Xiao Huan.
Padang rumput di sini sangat luas, terdapat bunga-bunga yang bermekaran di sekelilingnya.
Dia melihat langit yang cerah dan mendengar suara burung yang sedang berterbangan. Dia berlari-lari di padang rumput ini, udara yang bebas ini membuat hati dia menjadi sangat lega.
Dia mau menyanyikan satu lagu keras-keras, tapi karena ada banyak orang di sini, dia mau tidak mau mengurungkan niatnya.
Tiba-tiba terdengar suara seruling dari kejauhan yang membuat orang merasa sedih dan putus asa.
Qin Ruojiu langsung berhenti dan mendengarnya dengan teliti. Suara seruling itu sangat tidak asing.
Rasa sedih, sakit hati, dan murung. Apakah itu dia? Badan Qin Ruojiu menjadi kaku dan matanya tertuju ke arah sana.
__ADS_1
“Permaisuri, kamu……” melihat permaisuri yang seperti berubah enjadi orang lain, Lu’Er menghampirinya dan memegang dahinya karena takut terjadi sesuatu!
Qin Ruojiu berkata: “Benar, itu adalah dia……” hanya suara seruling dia yang bisa meyentuh hati seperti ini.
“Maksud permaisuri siapa?” Lu’Er sedikit takut.
Qin Ruojiu langsung mendorong dia dan berlari ke arah suara seruling tersebut.
Lu’Er mengejarnya, “Permaisuri…… permaisuri…… jangan lari, jangan lari……”
“Kalian jangan ikut, aku akan kembali dengan cepat!” setelah bicara, Qin Ruojiu langsung berlari ke arah sana. Lu’Er yang mendengarnya hanya bisa melamun.
Dia duduk di pinggir sungai bersandar di batu besar. Suara serulingnya yang menyedihkan itu menarik kumpulan ikan di dalam sungai.
Dia jelas-jelas sedang tertawa, tapi matahari yang memancar di mukanya membuatnya jadi terlihat sedih.
Kali ini suara seruling dia tidak lagi mengikat dan murung seperti dulu, tapi terdengar seperti putus asa dan sedih, bahkan Qin Ruojiu yang mendengarnya dari sebelah sama sekali tidak bisa membaca kesedihan dan penderitaan dia.
__ADS_1
Setelah melihat dia beberapa saat, hati Qin Ruojiu menjadi sakit. Di saat dia mau pergi, suara seruling itu juga tiba-tiba berhenti.
Kang Yin menyimpan serulingnya dan menatapnya, “Kenapa baru datang sudah mau langsung pergi?”
Melihat dia tersenyum menatap dirinya, Qin Ruojiu merasa tidak nyaman.
Dia berkata: “Maaf, aku sudah mengganggu kamu!”
Kang Yin tidak bicara apa-apa, tapi dia jalan mendekatinya.
Bab selanjutnya Bab 163 Kenapa Melihat Aku Langsung Mau Pergi
Melihat dia yang berada di samping lada bunga, dia seperti peri bunga yang tiba-tiba masuk ke dalam pandangannya. Mata dia jernih seperti air, bola matanya seperti mutiara.
Kang Yin tidak menyangka saat bertemu dengan dia lagi, dia masih tetap cantik sampai membuat dirinya berdebar-debar.
Mungkin seumur hidup ini dia tidak mungkin bisa melupakan dia lagi.
__ADS_1
Melihat mata dia yang lembut dan penuh dengan cahaya, Qin Ruojiu mau kabur.