Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 749 Itu Hanya Bantuan Kecil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“10 hari, setidaknya 10 hari.” Pada saat ini He Laosan mengertakkan giginya, terlihat cukup kesulitan.


Fu Zhongrong tahu itu sudah batasnya, dia mengangguk dan berkata: “Baiklah, 10 hari. Mengenai harganya…”


Hello! Im an artic!


“Tuan Muda Liang tenang saja, karena Tuan adalah teman Nona Wushuang, maka Tuan juga adalah temanku, aku akan memberimu setengah harga.”


Mendengar jawaban lugas He Laosan, Ye Wushuang dan Pangeran Liang saling memandang dengan begitu kompak.


“Tidak perlu setengah harga, lagipula jumlahnya terlalu banyak, jika setengah harga bukankah kerugianmu akan sangat besar. Begini saja, bagainama jika memberiku diskon 20%?”


“Baik, teman Nona Wushuang memang benar-benar baik. Diskon 20%, aku pasti akan membuatkan pakaian dengan warna dan kualitas terbaik.”


Hello! Im an artic!


Setelah mendengar ucapan ini, Fu Zhongrong mengangguk senang dan berkata: “Baiklah, kalau begitu aku akan memberikan 10 tael perak sebagai deposit.”

__ADS_1


“Tidak perlu, aku tidak khawatir dengan teman yang dibawa oleh Nona Wushuang, tidak perlu deposit atau apa pun, tidak terlambat juga untuk melakukan pembayaran 10 hari kemudian.”


“Aku berterima kasih karena mendapat kepercayaan darimu.”


“Tuan terlalu segan.”


“Karena hal ini sudah disepakati, kalau begitu kami akan datang kembali 10 hari kemudian. Kami undur diri lebih dulu.”


Melihat Fu Zhongrong yang sudah bangkit dan ingin pergi, He Laosan masih ingin mencari muka pada sosok misterius yang menakjubkan ini, dia segera berkata dengan enggan: “Bagaimana jika duduk sebentar lagi?”


“Aku sangat menghargai niat baikmu, kita akan bertemu di lain hari, aku masih memiliki urusan penting hari ini.”


“Kalau begitu aku akan mengantar kalian berdua keluar.”


Setelah meninggalkan Toko Baoxing milik He Laosan, suasana hati Pangeran Liang cukup baik.


“Wushuang, keputusanku untuk mambawamu keluar memang tidak salah.”


Ye Wushuang tersenyum, matanya terkadang terlihat seindah cahaya bulan yang lembut, terkadang terlihat begitu sedih bagai asap yang bening. Wanita seperti ini adalah wanita yang tidak bisa dipahami oleh Pangeran Liang, dan juga merupakan wanita yang membuatnya sangat tertarik.

__ADS_1


Pangeran Liang melambatkan langkahnya, tiba-tiba menatap Ye Wushuang dengan ekspresi yang kompleks dan juga dalam yang belum pernah terlihat sebelumnya: “Wushuang, kamu sudah membantuku lagi, bagaimana caranya aku berterima kasih padamu?”


“Pangeran Liang terlalu segan, ini hanya bantuan kecil, aku juga tidak menyangka akan bertemu dengan kenalanku di sini.”


“Begini saja, sebagai imbalannya, kamu tunggu aku sebentar.”


“Hmm?”


Sebelum Ye Wushuang bisa bereaksi, Pangeran Liang sudah menghilang ke sudut jalan dengan mengulas senyum misterius, Ye Wushuang berdiri seorang diri di tengah jalan, menatap dengan bingung.


Tidak lama kemudian, Ye Wushuang melihat pria berjubah biru dengan mata sipit itu mengulas senyum tipis, dia berjalan menghampiri melewati kerumunan sambil memegang dua permen manisan, tampilannya itu terlihat seperti anak kecil, ketika pria itu semakin dekat dengannya, senyum pria itu semakin melebar, itu adalah kegembiraan dan kebahagiaan yang tulus dari dalam hati.


“Wushuang, kamu tidak akan menerima hadiah yang terlalu mahal, jadi aku hanya bisa memberikan ini padamu.”


Ye Wushuang terkejut untuk sesaat, lalu tersenyum lembut dan berkata: “Bukankah ini adalah makanan yang dimakan oleh anak kecil?”


“Ya, anak-anak sangat senang ketika melihat permen manisan ini. Aku berpikir bahwa watakmu terkadang sesederhana dan polos seperti anak kecil, jadi kamu pasti akan menyukainya juga.”


Sebenarnya Ye Wushuang ingin mengatakan bahwa dirinya sangat tidak menyukainya, tapi ketika melihat Pangeran Liang memuji dirinya seperti ini, bagaimana mungkin dirinya tidak menerimanya?

__ADS_1


Saat itu juga Ye Wushuang berkata dengan wajah enggan: “Baiklah, kalau begitu aku akan menerima hadiahmu.”


Setelah menerimanya, Ye Wushuang melihat manisan haw yang bulat dan terlihat memikat ini, sepertinya cukup enak untuk dimakan. Nafsu makannya seketika muncul, Ye Wushuang sudah tidak segan lagi, segera mengangkat salah satu sudut cadarnya, menunjukkan bibir ceri yang indah seperti angin musim semi lalu mengigitnya, manisan haw itu seketika memasuki mulutnya, meninggalkan rasa yang amat manis di sana.


__ADS_2