Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 955


__ADS_3

“Kaisar, Kaisar…”


Hello! Im an artic!


Melihat Kaisar Qi yang terjerumus dalam pemikirannya sendiri dan juga raut wajahnya yang semakin tidak enak dilihat, Ye Wushuang tanpa sadar merasa sedikit ketakutan.


Setelah Kaisar Qi kembali fokus, dia kemudian tersenyum pada Ye Wushuang dengan aneh.


Hello! Im an artic!


“Wushuang, apa kamu merasa aku ini sangat bodoh?”


“Wushuang tidak berani.”


Ye Wushuang sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dibicarakannya, Ye Wushuang hanya menganggap Ji Xingyun sedang mabuk jadi berbicara sembarangan. Ye Wushuang tidak berani menjawab dengan asal, takut akan membuatnya tersinggung dan dirinya akan terkena sial.

__ADS_1


“Tidak berani, tidak berani, kamu hanya tahu tidak berani. Kamu adalah wanitaku, aku ingin kamu mengagumiku dan mencintaiku, bukannya takut padaku.”


Hello! Im an artic!


Nada suara Ji Xingyun langsung meningkat beberapa oktaf, sorot matanya juga menjadi dingin dan tegas.


Ye Wushuang mengerutkan kening, tahu bahwa dirinya mendapati masalah, Ye Wushuang melangkah mundur dan berkata: “Aku tidak takut pada Kaisar, aku hanya khawatir pada Kaisar. Jika Kaisar memikirkan Selir Mulia Zhao, kenapa tidak membicarakan masalah ini dengan jelas? Untuk apa menyiksa dirimu sendiri? Itu tidak baik untuk kondisi tubuhmu.”


“Aku tidak memikirkannya, semakin lama aku semakin merasa bahwa aku begitu kejam dan tidak berperasaan saat mengusir Ratu Qin pada waktu itu. Aku merasa bersalah setiap harinya, dia sudah berkorban begitu banyak untukku, bahkan jika aku membencinya, aku tidak seharusnya bersikap seperti itu padanya. Setidaknya aku bisa membuatnya tidak perlu khawatir akan apapun selama sisa hidupnya, tapi aku malah mencelakainya dan mengusirnya keluar dari Istana.”


Ji Xingyun semakin emosional ketika berbicara, pada akhirnya Ji Xingyun mengepalkan tinjunya dengan tak terkendali, mengulurkan tangannya lalu meninju rak buku di samping dengan kencang.


Ye Wushuang melangkah maju dengan cemas, ingin memeriksa lukanya, tidak disangka dirinya malah ditarik masuk ke dalam pelukannya.


Ye Wushuang mencoba untuk melawan, tapi Ji Xingyun memiliki sifat yang sama seperti Ji Xingfeng, semakin dirinya berjuang untuk lepas, dirinya malah dipeluk semakin erat.

__ADS_1


Pada akhirnya Ye Wushuang berhenti bergerak, membiarkannya memeluknya seperti ini. Ye Wushuang merasa, meskipun Ji Xingyun adalah seorang Kaisar yang memerintah sebuah negara, tapi ketika rapuh, dia hanyalah seorang anak kecil.


Dulu Ye Wushuang yang mengalami secara pribadi atas sikap kejamnya terhadap Ratu Qin.


Dan sekarang, Ji XIngyun sudah sadar dan merasa bersalah, Ji Xingyun tampak seperti ingin menebus semua itu pada dirinya.


Haruskah dirinya membencinya? Atau haruskah dirinya memaafkannya?


Ye Wushuang tidak paham, tapi suasana hatinya menjadi sangat kontradiktif.


“Wushuang… apa setiap wanita memang sangat pandai berpura-pura? Sangat pandai berbohong?”


“Kaisar, kenapa kamu bertanya seperti itu?”


“Ratu Qin juga seperti itu, dia melakukan begitu banyak metode dan trik yang kejam demi diriku, mencelakai begitu banyak orang hingga sudah tak terhitung. Meskipun aku mendapatkan semua ini, tapi aku merasa dosanya itu sangat besar. Aku dengan egois berpikir bahwa yang tidur di sampingku setiap hari bukanlah Istriku, melainkan seekor ular berbisa. Karena itu aku menghancurkan segalanya tentangnya. Kemudian aku jatuh cinta pada teman baiknya, ketika pertama kali bertemu Xueyan, dia sedang membalut hewan yang sedang terluka, pada saat itu aku merasa dia adalah bidadari yang turun dari langit, baik, cantik, polos, dan tanpa cela… Aku ingin menggambarkannya dengan segala keindahan, aku bersedia memberikan segala yang ada di dunia ini untuknya. Tapi setelah dia menjadi wanitaku, perlahan-lahan dia berubah… pernah satu kali aku melihat dengan mataku sendiri, ketika gaunnya diinjak oleh kucing liar nakal hingga kotor, dia menunjukkan raut wajah yang sangat kejam, bisa-bisanya dia begitu kejam dan langsung meracuni kucing itu. Dia tidak tahu bahwa aku mengetahui semua itu, tidak ada yang tahu betapa sedihnya hatiku pada saat itu. ”

__ADS_1


Mendengarkan gumamannya sedikit demi sedikit, Ye Wushuang tiba-tiba merasa Ji Xingyun sangat menyedihkan.


Sebagai seorang Kaisar, awalnya sudah merupakan seseorang yang harus bersikap kejam, tapi dia malah mendambakan perasaan yang paling murni dan indah di dunia. Namun apa Ji Xingyun tidak tahu bahwa ketika dia memenangkan takhta, hal-hal itu sudah bukan miliknya lagi?


__ADS_2