Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 960


__ADS_3

Setelah tertegun sekian lama, Ye Wushuang mengulas senyum kaku dan berkata: “Wushuang tidak mengerti apa yang dikatakan Kaisar, apa itu adalah puisi yang baru saja dibuat oleh Kaisar?”


Hello! Im an artic!


Tatapan Ji Xingyun meredup…kemudian dia dengan datar menarik kembali pandangannya, mengangkat bibirnya yang tipis dan tersenyum dingin: “Sepertinya aku terlalu banyak berpikir, bagaimana mungkin adalah orang yang sama…”


Ye Wushuang menundukkan kepalanya dan tetap diam, Ye Wushuang takut dirinya ketahuan. Ya, Ye Wushuang tidak menyangka setelah bertahun-tahun berlalu, pria ini masih mengingat tulisan tangannya pada saat itu. Jika diingat kembali, hal itu benar-benar membuatnya takut.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang diam-diam meliriknya sekilas, Ji Xingyun masih menatap tulisan tangannya, masih tenggelam di dalamnya. Tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.


Setelah beberapa saat, seulas senyum muncul di sudut bibirnya, dia berkata dengan suara dalam: “Wushuang, kenapa kamu bisa terpikir untuk menulis ini? Kenapa? Apa kamu tidak bahagia di Istana?”


Setelah memasuki istana, kapan dirinya pernah bahagia? Setiap hari harus memikirkan bagaimana cara menghadapi trik Selir Chang dan Selir Zhen, dan juga jebakan Zhao Xueyan yang tersebar di mana-mana. Dirinya hidup dengan begitu berhati-hati setiap hari, sudah seperti berjalan di atas lapisan es tipis, dirinya tidak pernah hidup begitu lelahnya. Tapi ketika menghadapi pertanyaan pria ini, Ye Wushuang tidak bisa menjawab sesuai dengan pemikiran yang ada dalam hatinya, Ye Wushuang hanya bisa tersenyum paksa dan berkata: “Tidak, aku hanya sedikit merindukan kerabat jauh saja.”


Senyum yang awalnya terulas di sudut bibir Ji Xingyun akhirnya menghilang sedikit demi sedikit.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Sepertinya bagaimanapun juga Ye Wushuang masih tidak mengatakan apa yang ada dalam hatinya.


Apa Ye Wushuang tidak mengerti bahwa meski kata-katanya itu dapat menipunya, tapi tatapan matanya yang kuyu dan dingin sudah mengkhianatinya?


Tapi jika Ye Wushuang bersedia terus seperti ini, dirinya juga tidak ingin bertanya lebih jauh. Lagipula selama Ye Wushuang tinggal di sisinya, dirinya tidak mempedulikan begitu banyak.


Suatu hari nanti ketika hati Ye Wushuang sudah sepenuhnya dipercayakan pada dirinya, Ye Wushuang akan menganggap Istana sebagai sandaran terakhirnya. Pada saat itu maka Ye Wushuang tidak akan pergi ke mana pun lagi…


Malam hari…


Ye Wushuang yang sedang menggiling obat mengangkat tatapan matanya untuk menatap Yangui, wajah cantiknya masih setenang biasa, seolah-olah meski masalah besar menimpa dirinya, ekspresi Ye Wushuang juga tidak akan berubah sama sekali.


“Ada teh di atas meja, minumlah dulu baru berbicara perlahan-lahan.”


Nada suara Ye Wushuang begitu tenang, entah mengapa bisa membuat orang lain merasa damai dan tenang.

__ADS_1


Yangui melakukan apa yang Ye Wushuang katakan, kemudian Yangui perlahan berkata: “Kaisar baru saja mengirim Kasim kemari, berkata bahwa kamu tidak perlu memikirkan bunga itu lagi.”


Mendengar ucapan itu, tangan Ye Wuhuang yang sedang menggiling obat sedikit terpaku, Ye Wushuang mengatupkan bibirnya dan bertanya: “Selain itu, apa Kasim mengatakan hal lain?”


“Ada, Kasim berkata bahwa Kaisar menyelidiki ada yang aneh dengan bunga itu, jika diletakkan di sini takutnya malah akan berbahaya bagi kesehatanmu.”


Ye Wushuang terus menggiling obat di dalam pot, sudut bibirnya yang cantik perlahan-lahan mengulas senyum.


Tampaknya Kaisar sudah tahu kebenarannya.


“Selir Ye, Kaisar sepertinya sudah menyedilikinya, menurutmu apa dia akan bertindak pada Selir Chang dan yang lainnya?”


“Hal ini tidak seharusnya dikhawatirkan oleh kita, kurasa Kaisar pasti memiliki perhitungannya sendiri.”


“Ya, untungnya Selir Ye berwawasan luas, tidak hanya tidak membiarkan rencana mereka berhasil, tapi juga diam-diam membalas mereka, Yangui benar-benar kagum.”


Ye Wushuang tersenyum pahit lalu berkata: “Apa yang perlu dikagumi? Hidup seperti ini, tidak seperti manusia atau hantu.”

__ADS_1


Yanguiyi tidak mengerti maksud Ye Wushuang, Yangui hanya sedikit mengernyit dan bertanya dengan suara pelan: “Selir Ye, kenapa? Apa kamu tidak bahagia?”


__ADS_2