
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang mengangguk samar yang mengisyaratkan setuju, tapi tatapan matanya tanpa sadar melirik ke arah di mana She Jingtian menggenggamnya, She Jingtian juga merasa tertiksa oleh tatapan mata seperti itu, seketika langsung mengendurkan genggamannya lalu menatap ke arah kejauhan dengan sedikit canggung, setelah sekian lama dia lalu berkata: “Kudengar dari Min’er belakangan ini kamu selalu tidak enak badan, apa sudah pergi mencari Tabib untuk memeriksakannya?”
“Terima kasih atas perhatian Tuan Penguasa Kota, aku sudah baik-baik saja.”
Hello! Im an artic!
“Benarkah?” Ketika mengatakan ucapan ini, She Jingtian sendiri tidak bisa mempercayainya, She Jingtian menatap Ye Wushuang sambil menilai dengan nada yang sedikit berat.
Ye Wushuang masih tidak menatapnya, dan hanya berdiri diam di sana.
Pangeran Liang yang berada di samping merasa keduanya begitu canggung, tapi canggung di mananya, dirinya juga tidak bisa mengungkapkannya. Pangeran Liang hanya bisa mengerutkan kening, menatap ke sekeliling lalu pada akhirnya memusatkan pandangannya pada Ye Wushuang: “Benar juga, Nona Wushuang, kudengar dari Kak She, cara memanggang daging di atas kertas itu merupakan idemu?”
Ye Wushuang tidak menyangka She Jingtian akan menggunakan cara barbekyu untuk menjamu Pangeran Liang, untuk sesaat dirinya sedikit sulit mempercayainya, Ye Wushuang mendongak dan menatap ke arah She Jingtian, dia juga sedang menatapnya dengan tatapan penuh makna yang dalam.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang memalingkan wajahnya, seketika suasananya begitu menekan dan juga canggung.
“Nona Wushuang, maafkan ketidaksopananku, apa kamu bisa memberikan resep itu padaku? Aku ingin menyebarkannya setelah kembali ke nagaraku, lagipula entah kenapa aku jatuh cinta pada jamuan makan itu.”
Menghadapi pertanyaan Raja Wang yang begitu murah hati, Ye Wushuang tersenyum dengan tenang dan berkata: “Mengapa tidak? Jika Pangeran Liang menyukainya maka aku pasti akan memberikannya tanpa syarat.”
“Hmm, ternyata Nona Wushuang juga merupakan orang yang sangat lugas, aku mengagumimu.” Setelah selesai berbicara, Pangeran Liang lalu membungkuk dalam pada Ye Wushuang.
Wushuang… She Jingtian mengulurkan tangannya, awalnya dirinya ingin menghentikannya, tapi ucapan itu tercekat di tenggorokannya, She Jingtian hanya bisa berbisik dalam hatinya, wajah tampan yang kesepian itu menatap kepergian Ye Wushuang yang semakin menjauh.
Ternyata ketika bertemu lagi begitu tak tertahankan, She Jingtian tersenyum pahit. Bahkan Pangeran Liang saja dapat berbicara dengan Ye Wushuang dengan begitu bebas, sedangkan dirinya? Ingin menyela dengan satu kalimat saja sudah begitu sulit.
“Kak She, Nona Wushuang ini benar-benar wanita yang memiliki banyak bakat.” Sama sekali tidak memperhatikan raut She Jingtian yang aneh, Pangeran Liang berkomentar dengan ekspresi riang.
__ADS_1
Tatapan mata She Jingtian sedikit kecewa, dirinya mengulas senyum tapi dirinya menyadari bahkan tersenyum saja begitu sulit.
“Ya, dia memang selalu begitu baik.”
“Kenapa? Kenapa tampilanmu begitu kecewa?” Pangeran Liang menoleh dan agak bingung.
“Tidak apa-apa. Sepertinya tidak bisa melihat Min’er hari ini, bagaimana jika datang lagi besok?”
“Baiklah, kalau begitu besok aku akan datang untuk melihat Min’er, si belalang kecilku yang lucu.”
Gerimis turun di pagi hari, area di sekitar Kastil Wuyou tampak basah, Min’er meminta izin pada Gurunya menggunakan alasan ini, awalnya Gurunya tidak setuju tapi setelah Tuan Penguasa Kota meminta orang untuk mengantarkan surat, Gurunya akhirnya mengangguk setuju.
Setelah sarapan, Shangguan Min’er akhirnya menantikan kedatangan Pangeran Liang, Fu Zhongrong.
Melihat “belalang kecil” yang tidak dilihatnya selama setahun tiba-tiba tumbuh cukup tinggi dan juga semakin cantik, Pangeran Liang tentu saja sangat bahagia. Pangeran Liang langsung menggenggam tangan gadis kecil itu lalu mengajukan berbagai macam pertanyaan, mengetahui bahwa Min’er sekarang sedang mempelajari kecapi, catur, kaligrafi dan melukis yang harus dipelajari oleh para putri dari keluarga berada, Pangeran Liang semakin menghela nafas dikarenakan Min’er sekarang telah tumbuh dewasa. Dikarenakan Pangeran Liang merasa tertarik, jadi dia meminta Min’er untuk menunjukkan keahlian itu langsung di tempat.
__ADS_1