Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 107 Dia Adalah Wanita Kaisar


__ADS_3

Ketika melihat tatapan mata dari Kang Yin, Qin Ruojiu merasa sangat berterima kasih kepadanya tetapi dia juga tidak bisa mengatakannya keluar. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya, tidak mengatakan apa-apa karena dia tidak ingin menjadi tali api di antara hubungan kakak beradik mereka berdua.


Setelah mendengar itu Kaisar Zhaolie pun menjawab dengan nada dingin, “Kamu tidak usah khawatir soal masalah Qin Ruojiu. Dia itu wanita Kaisar, Kaisar akan menjaganya sendiri.”


“Kaisar menjaganya supaya seluruh tubuhnya babak belur? Atau supaya dia tidak berdaya dan merasa bersalah? Atau yang lebih parah lagi supaya dia bunuh diri sendiri?” Kang Yin berbicara dengan tatapan matanya yang sinis dan menghina. Ini adalah pertama kalinya dia melihat abangnya dengan tatapan seperti ini, biasanya dia selalu menganggap abangnya itu sebagai pria yang sangat hebat dan agung. Tetapi sekarang dia baru tahu kalau ternyata abangnya itu adalah orang yang sangat dingin dan tidak berperasaan. Demi bisa mendapatkan apa yang dia mau, dia bahkan tega menyiksa orang yang tidak bersalah.


Kaisar Zhaolie yang disindir oleh Kang Yin langsung marah dan menjawab, “Urusan Kaisar, tidak usah kamu urus. Mulai hari ini, Kaisar akan memberinya kehidupan yang berbeda. Kaisar akan memperlakukan dia layaknya seorang wanita yang paling beruntung di dunia ini. Kaisar akan membiarkan dia melewati hidup yang mewah dan bahagia di sisa di hidupnya!”


Selesai bicara, tanpa mempertimbangkan pendapat dari Qin Ruojiu, Kaisar Zhaolie langsung menariknya ke dalam pelukannya dan melihatnya dengan tatapan yang asing.


Pada saat itu, Qin Ruojiu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang baru saja dikatakan Kaisar Zhaolie dan dia juga tidak tahu rencana baru apa yang akan disusun oleh Kaisar Zhaolie. Dia hanya merasa khawatir dan takut di dalam hatinya.

__ADS_1


Qin Ruojiu ingin mendorongnya, tetapi tenaga yang dikeluarkan Kaisar Zhaolie untuk memeluk pinggangnnya itu sangat erat. Dia tahu kalau saja sekarang dia mengelaknya, akibat dari perbuatannya itu akan sangat berbahaya.


Kemudian Qin Ruojiu memejamkan matanya dan tidak mengatakan apa-apa. Dia tidak ingin melihat apa pun. Dia juga tidak ingin mengatakan apa pun. Pria ini adalah orang gila. Dia mengucapkan kata-kata itu di dalam hatinya.


“Kasiar, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Kamu tidak mungkin mempersulit dia lagi?” Kang Yin bisa melihat kalau Qin Ruojiu itu tidak rela diperlakukan seperti itu dan ketika dia melihat itu hatinya terasa seolah tersayat pisau.


Ketika Kasiar Zhaolie melihat tatapan adik ke sembilannya dipenuhi dengan rasa sedih dan menderita, tiba-tiba dia merasa sebuah perasaan yang asing di dalam hatinya. Dia merasa seolah ada orang yang merampas barang kepunyaannya yang sangat dia cintai.


“Adik ke sembilan, maksud dari apa yang kamu bilang itu, Kaisar sedang mempersulitnya?” Kaisar Zhaolie bertanya dengan nada bicaranya yang tegas.


Kang Yin menggigit bibirnya dan berkata, “Aku hanya berharap, kamu tidak memaksanya membuat hal yang tidak dia sukai!”

__ADS_1


Setelah mendengar itu, tiba-tiba Kaisar Zhaolie menundukkan kepalanya dan bertanya dengan nada lembut yang palsu, “Ratu, apakah kamu suka Kaisar memperlakukan kamu seperti ini? Memberikan kamu kemewahan yang tiada batas dan kekuasaan yang tiada batas, kamu senang tidak?”


Qin Ruojiu hanya tersenyum datar, dia bisa merasakan kelicikan di dalam nada bicara Kaisar Zhaolie. Dia tahu Kaisar Zhaolie ini hanya mau berakting di depan adiknya.


Kemudian dia tersenyum pahit. Dia tahu apa yang dilakukan Kang Yin itu demi kebaikan dirinya, tetapi bagaimanapun juga dia tidak boleh membiarkan hubungan kakak beradik antara mereka berdua itu hancur karena dirinya. Kalau jika hal itu benar terjadi, yang menderita adalah Pangeran ke-9. Qin Ruojiu tahu jelas Kaisar Zhaolie itu orang seperti apa. Dia tidak akan pernah nurut dan selalu melawan arus. Buat orang yang melawan perintahnya itu hanya akan disiksa olehnya sampai mati. Bisa jadi dia akan melakukan hal yang sama pada adik ke sembilannya ini.


Pangeran ke-9 adalah orang yang sangat baik hati dan tidak berdosa, dia tidak ingin dia masuk ke dalam masalah ini.


Qin Ruojiu berkata, “Terima kasih Kaisar, Ratu akan menikmati semua itu.” Selesai bicara, Qin Ruojiu pun memejamkan matanya. Dia merasakan rasa sakit yang sangat dalam.


Setelah mendengar itu, Kaisar Zhaolie pun tersenyum licik dan merasa puas di dalam hatinya. Lalu dia menggunakan nada bicara yang sombong dan berkata, “Adik ke sembilan, kamu sudah dengar belum? Ini adalah jawaban darinya sendiri. Biar Kaisar kasih tahu kamu, di dunia ini tidak ada wanita yang tidak suka dengan dua benda itu. Uang dan kekuasaan itu adalah dua benda yang paling berguna untuk membayar wanita.”

__ADS_1


__ADS_2