Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 468 Wanita Yang Sepenuhnya Menggantikannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Menghentikan langkah, berdiri dengan stabil, merapikan rambut ke sisi telinganya dengan menggunakan tangan, wajah Leng Bingxin sedikit memerah karena gerakan tarian yang cepat, tapi hal itu malah membuat orang lain merasa semakin cantik.


Tatapan Leng Bingxin menatap lurus ke arah pria yang duduk di tengah aula.


Hello! Im an artic!


Pria itu berjarak beberapa langkah darinya, tapi jarak di antara mereka tampak terpisah puluhan ribu mil jauhnya.


Dalam ingatannya, pria itu selalu mengenakan jubah naga berwarna kuning cerah, sepasang matanya yang tajam itu seakan bisa melihat kehidupan masa lalu dan masa kini. Pria itu dipenuhi dengan aura dalam dan arogansi di sekujur tubuhnya, ekspresi wajah pria itu selalu dingin, serius dan juga tegas.


Dan sekarang, pria itu tidak jauh berbeda dengan yang ada di ingatannya. Tapi di matanya itu sudah tidak ada lagi kedalaman seperti sebelumnya. Pria itu menatapnya dengan cermat, seolah ingin mengeksposnya.


Wajah yang sedikit tirus itu dipasangkan dengan sepasang mata yang gelap dan juga misterius, ada sedikit cahaya mendebarkan karena kegembiraan.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Leng Bingxin mencibir di dalam hatinya, apa dirinya dikenali? Apa dirinya masih diingat? Emosinya begitu bergejolak, apa karena melihat kemunculannya? Ingin kembali membunuh dirinya dan tidak melepaskan?


Tapi semua ini sudah tidak penting lagi.


Leng Bingxin sedikit mencondongkan tubuhnya, mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan berkata dengan suara yang lembut: “Bingxin memberi hormat pada Kaisar.”


Kaisar yang berada di tengah aula terkejut pada awalnya setelah mendengarkan ucapan itu. Kemudian dia mengerutkan kening dan ingin bangkit bangun.


Suara wanita yang lembut di sampingnya langsung mengingatkan tepat waktu: “Kaisar…” Tidak ada lagi kalimat lanjutan, tapi semua orang tahu apa maksudnya.


Leng Bingxin akui dirinya masih gagal menahan dirinya untuk tidak melihat ke arah wanita itu. Hatinya itu tidak lapang, ketika melihat wanita itu, secara naluriah Leng Bingxin ingin mengetahui bagaimana tampilan wanita itu.


Wanita yang telah mengambil semuanya darinya, wanita yang sepenuhnya menggantikannya.

__ADS_1


Wanita itu duduk di kursi phoenix emas, di kedua sisi kursi itu terdapat seekor burung phoenix emas yang seadng melebarkan sayapnya, totem cantik itu benar-benar menunjukkan semangat dan identitas bangsawannya.


Hari ini, Liqing mengenakan gaun istana bermotif bunga berwarna hijau pucat dengan lapisan tulle emas, gaun yang lebar itu terdapat pola bunga berwarna ungu, rambut panjangnya itu disanggul dengan sederhana, sisanya tergerai di sisi lehernya, terdapat permata merah kecil yang tergantung di depan dahinya. Ada jepit rambut emas yang dipasangkan di rambutnya yang akan mengeluarkan suara gemericik saat dirinya bergerak perlahan. Benar-benar serasi dengan posturnya yang indah dan menawan.


Sepasang matanya itu seperti air, tapi malah terlihat kesedihan samar ketika sepasang mata itu menatap Kaisar Zhaolie, kulitnya begitu putih merona, bibirnya itu merah merekah, memiliki senyum yang sangat manis ketika tersenyum, rambut panjangnya menjuntai lurus hingga ke pergelangan kakinya, ketika digerai maka rambut sutra itu seakan menari di tengah angin, memancarkan aroma yang lembut yang dapat menarik kupu-kupu, pinggangnya begitu ramping, dan juga memiliki aura seperti Dewi.


Cantik, memang sangat cantik, Leng Bingxin akhirnya mengerti mengapa pria itu tidak pernah melupakan wanita ini sedari awal.


Detik berikutnya, Kaisar Zhaolie mengabaikan ekspresi terkejut dan khawatir dari para menteri di aula itu, dia bergegas menerjang ke sisi Leng Bingxin dengan lepas kendali, telapak tangan besar itu tiba-tiba mengguncang bahu Leng Bingxin dan berkata: “Jiu’er, Jiu’er … apa ini kamu? Kamu tidak mati?”


Leng Bingxin pusing karena guncangan oleh pihak yang ada di hadapannya ini, langsung menggigit bibirnya dan mengembalikan ekspresi wajahnya menjadi semula.


Bei Fengchen yang sedang duduk di kursinya tidak menyangka akan adegan yang terjadi dengan begitu tiba-tiba ini, mata hitamnya itu memicing, dia kemudian bangkit bangun dan berjalan ke sisi Leng Bingxin.


“Kaisar, kamu kenapa…”

__ADS_1


Seiring dengan panggilan Bei Fengchen, ekspresi semua pejabat di aula seketika berubah, terutama Putri Liqing yang duduk di posisi tinggi itu, dia langsung bangkit berdiri, ada sinar aneh yang terlintas di matanya dan langsung menatap Leng Bingxin yang ada di tengah aula.


“Apa yang Kaisar bicarakan? Siapa itu Jiu’er? Apa Kaisar mengenalku?” Leng Bingxin bertanya dengan sepasang mata bingung, diam sejenak lalu berkata menjelaskan: “Namaku Leng Bingxin, apa Kaisar salah mengenali orang?”


__ADS_2