
Melihat wajah Qin Ruojiu yang mulai memucat namun tetap tegar dan pantang menyerah, Lu’er pun semakin tidak berdaya dan tidak tahu harus berbuat apa.
Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara orang mendobrak pintu, “Peng.”
Wajah Kaisar Zhaolie terlihat begitu masam dan memancarkan cahaya yang tajam dan kejam. Dia berjalan dengan cepat dan dingin untuk memasuki kamar itu.
Melihat Kasiar Zhaolie, Lu’er pun langsung beranjak berdiri dan memberi hormat pada Kaisar Zhaolie, “Hamba bertemu dengan Kaisar!”
Kasiar Zhaolie mengibaskan lengannya ke belakang dan melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan tajam dan dingin. Ketika Kaisar Zhaolie melihat makanan di sampingnya itu masih belum tersentuh sama sekali, Kaisar Zhaolie pun langsung mengepalkan tangannya dan menyenter ke arah Lu’er. Kemudian dia bertanya dengan nada rendah, “Ada apa ini? Ratu masih belum makan?”
Ketika melihat Kaisar Zhaolie datang, Lu’er pun menganggapnya sebagai bintang penolong dan langsung menganggukkan kepalanya, “Nyonya nggak begitu ada nafsu makan. Sejak tadi pagi sampai sekarang dia masih belum makan apa-apa!”
Mendengar sampai sana, Kaisar Zhaolie pun langsung mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Lu’er dan berkata, “Kamu ini bagaimana menjaga Ratu?”
__ADS_1
Sekali dikatakan seperti itu olehnya, Lu’er pun langsung terkejut dan mulai gemetaran. Lalu dia berkata, “Jawab Kaisar, Lu’er sudah menasehatinya, tetapi Nyonya tidak mau mendengarnya, Lu’er ….”
“Nggak ada hubungan dengannya!” Qin Ruojiu langsung beranjak berdiri dan meletakkan sisirnya di atas meja. Dengan wajahnya yang pucat, dia pun berjalan perlahan ke arah mereka. Langkah kakinya itu terlihat tidak stabil dan seolah sebentar lagi dia akan langsung terjatuh.
Kaisar Zhaolie langsung berjalan ke arah Qin Ruojiu dan langsung menariknya ke dalam pelukannya. Setelah itu dia melihat ke arah Lu’er dengan tatapan kesal dan berkata, “Kamu keluar dulu!”
“Baik!” Lu’er tahu kehadirannya tidak begitu cocok di sini. Dia pun langsung menundukkan kepalanya memberi hormat dan berjalan pergi.
Setelah melihat Lu’er berjalan keluar. Kaisar Zhaolie pun langsung melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan sedikit khawatir dan bertanya dengan lembut, “Sebenarnya apa yang terjadi, apa yang membuat anda tidak senang? Kenapa kamu mau marah sampai seperti ini?”
Setelah itu dia berkata, “Nggak ada orang yang buat saya marah. Hamba cuman nggak ingin makan saja!”
Melihat Qin Ruojiu yang menjawabnya dengan begitu ketus, Kaisar Zhaolie pun menghela nafas dan terdiam untuk beberapa saat. Tangannya yang dikepalkannya tadi itu pun mulai terbuka kembali dengan perlahan. Dia menutup kedua matanya sebentar lalu membuka matanya dan berkata dengan nada kesal dan sedikit tidak sabaran, “Sebenarnya kamu mau apa?!”
__ADS_1
Qin Ruojiu tahu dia sudah membuat Kaisar Zhaolie amarah. Kemudian dia pun tidak berani banyak bicara dan hanya menundukkan kepalanya saja, lalu dia berjalan ke samping dan air matanya pun mulia mengalir keluar dari matanya.
Karena tidak ingin membiarkan Kaisar Zhaolie melihat sisi dirinya yang lemah, Qin Ruojiu pun ingin segera keluar dari tempat itu. Tetapi siapa sangka, ketika dia baru berjalan dua langkah, pandangan di depannya pun langsung buyar dan badannya terasa tidak bertenaga sama sekali. Tetapi dia berusaha memegang dinding yang ada di sampingnya untuk menopang tubuhnya.
Melihat hal itu, Kaisar Zhaolie pun langsung berjalan cepat ke sampingnya dan meraih pergelangan tangannya yang putih bagaikan salju itu. Lalu dia berkata, “Kamu ini mau buat Kaisar marah yah? Kaisar mau kamu makan!”Kaisar Zhaolie pun melihatnya dengan tatapan dalam. Qin Ruojiu yang ada di depannya itu hanya menggunakan aksesoris berbentuk bunga simpel di kepalanya. Tatapan matanya itu terlihat begitu kecewa dan tidak berdaya seolah ada kata yang tidak bisa dia katakan keluar.
Pada saat itu, Qin Ruojiu yang digenggam erat oleh Kaisar Zhaolie itu hanya menggigit bibirnya dengan keras dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari genggaman Kaisar Zhaolie, “Aku nggak perlu perhatian darimu, aku nggak mau makan!”
Kaisar Zhaolie pun tercengang lalu menggenggam tangannya lebih erat lagi, “Kamu berani melawan perintah Kaisar?”
“Memangnya urusan seperti ini saja harus Kaisar atur? Lagian hamba juga nggak bakalan mati!”
“Kamu ….” Kaisar Zhaolie terlihat marah besar setelah mendengar jawaban darinya. Tetapi saat itu dia juga kehabisan kata-kata dan tidak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
Kemudian, ketika Kaisar Zhaolie melihat mata Qin Ruojiu yang dipenuhi dengan air mata itu, genggaman tangannya yang erat itu pun mulai dilepaskannya. Lalu dia pun memeluknya ke dalam pelukannya dan bertanya dengan lembut, “Sebenarnya kamu ini ada masalah apa, cepat kasih tahu Kaisar.”
Qin Ruojiu masih saja tidak terbiasa diperlakukan baik oleh Kaisar seperti ini. Dia merasa sedikit canggung dan ingin melepaskan dirinya. Dia tidak ingin begitu dekat dengannya. Lalu dia berkata, “Nggak ada siapa-siapa yang menindasku!”