Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 850 Sengaja Mencari Masalah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ye Wushuang, kamu memotong buah pirnya begitu besar, bagaimana aku bisa memakannya? Cepat potong menjadi irisan, dengan begitu baru tampak elegan dan rasanya renyah ketika dimakan.”


Di Paviliun Fangwu tempat kediaman Putri Yongping, Ye Wushuang merasa dirinya telah melakukan hal-hal tersulit di dunia ini hanya dalam beberapa jam saja.


Hello! Im an artic!


Melakukan semua itu bisa dikatakan bukan hal yang paling parah. Masalahnya adalah Putri Yongping ini sengaja mencari masalah, itu yang membuatnya pusing.


Tapi bagi Ye Wushuang, dirinya bisa menanggung semua ini sambil menggertakkan gigi. Satu-satunya hal yang membuatnya tidak senang adalah Putri Yongping ingin dirinya membuang bekas kotoran pada jam yang sudah ditentukan setiap harinya. Tidak masalah jika Ye Wushuang melakukannya hanya untuk Putri Yongping, tapi Putri Yongping malah dengan sengaja mempersulitnya dan memintanya untuk membuang semua bekas kotoran milik pelayan lain yang tinggal di Paviliun Fangwu.

__ADS_1


Hari ini langit sudah semakin gelap, Ye Wushuang yang sudah mengalami sakit pinggang dan punggung pada akhirnya berhasil menangani seluruh bekas kotoran pada hari itu dengan baik, meskipun Ye Wushuang telah berhati-hati dalam proses “menangani” bekas kotoran itu, tapi dirinya masih tidak bisa menghindari hal-hal kotor itu menempel di tubuhnya. Setelah menyelesaikan semuanya, Ye Wushuang selalu merasa tubuhnya masih memiliki bau yang tidak sedap, bau itu terus-menerus mengelilinginya. Mungkin karena orang-orang itu sudah “menempatkannya” terlalu lama, mungkin juga merupakan efek psikologis, setiap kali selesai membuang kotoran itu, Ye Wushuang akan menggunakan sabun untuk mencuci tempat di mana tangannya menyentuh benda-benda itu dengan bersih.


Tapi kali ini, yang berbeda dengan sebelumnya adalah, air bersih yang biasa digunakan Ye Wushuang untuk mencuci tangannya setelah menuang bekas kotoran itu, kecuali baskom, tidak ada satu tetes air pun yang tersisa.


Hello! Im an artic!


Meskipun air bukan barang langka dan bisa dilihat di mana-mana, tapi daerah Pingzhou sedang mengalami kekeringan tahun ini, sumber air bisa dikatakan relatif langka. Di kediaman Pangeran Ping ini, kecuali para majikan yang bisa menggunakan air sesuka hati, bagi para bawahan seperti mereka, terdapat aturan setiap kali mereka ingin menggunakan air.


Setiap kali Ye Wushuang membersihkan bekas kotoran dan ingin mendapatkan sebaskom air, dirinya harus mengucapkan kalimat baik pada Bibi yang mengatur pengeluaran air di kediaman itu. Sekarang airnya sudah habis, dirinya ditakdirkan akan menderita dikarenakan bau ini sepanjang malam hingga besok pagi. Bahkan meski dirinya sudah tidak bisa mencium baunya lagi, tapi mentalnya juga sudah menderita, betapa tidak nyamannya jika belum mencuci tangan?


Ye Wushuang sedang memikirkan dan ingin mencari tahu siapa pelaku yang sebenarnya, dirinya kemudian mendengar suara wanita yang terkekeh penuh kemenangan dari arah sudut depan.

__ADS_1


Ye Wushuang mengangkat dagunya dan menatap ke arah itu, dia melihat Putri Yongping dan beberapa pelayan licik lainnya sedang menatapnya dengan gembira.


Tidak perlu dipikirkan lagi, sudah jelas siapa pelaku yang sebenarnya.


Meskipun hati Ye Wushuang merasa sangat marah, tapi wajahnya yang cantik masih menunjukkan ekspresi tenang. Setelah berpikir selama 3 detik, Ye Wushuang dengan tegas meletakkan baskom di tangannya lalu dengan santai berjalam menghampiri ke arah Putri Yongping.


Melihat kedatangan Ye Wushuang, Putri Yongping dan para pelayannya itu langsung menghindar. Tapi yang ditunjukkan di tatapan mereka itu bukanlah ketakutan, melainkan semacam penolakan dan juga rasa jijik.


Mereka yang memiliki saputangan langsung mengeluarkannya dari balik lengan pakaian mereka dan menutupi hidung dan mulut mereka sambil berkata: “Benar-benar bau, bau sekali.”


Ye Wushuang mengabaikan mereka, tapi ketika melewati Putri Yongping, dirinya yang awalnya baik-baik saja entah mengapa malah mencondongkan tubuhnya, kedua tangannya seakan tidak terkendali dan langsung menopang ke arah depan.

__ADS_1


“Ahh–”


Kejadian itu terjadi terlalu cepat, Putri Yongping bahkan tidak bereaksi sama sekali. Dia hanya melangkah mundur sambil berteriak, tubuh mungilnya itu mengambil langkah mundur dan bersandar pada sudut tembok yang keras, membiarkan Ye Wushuang menerkam ke arah tubuhnya.


__ADS_2