
Hello! Im an artic!
Jadi Leng Bingxin hanya tersenyum dengan dingin dari dalam lubuk hatinya, senyum itu begitu mencolok seperti darah merah cerah yang mengalir dari lehernya. Begitu indah sudah seperti bunga yang bermekaran di sugai kematian.
Leng Bingxin berkata: “Aku hidup hanya akan membuat orang di sekitarku menderita, mungkin kematian adalah satu-satunya pelepasan. Ancamanmu itu mohon dihentikan saja, setelah hari ini kamu tidak mungkin bisa menyakiti orang lain lagi.”
Hello! Im an artic!
Setelah selesai berbicara, Leng Bingxin tersenyum dengan bodoh, belati di tangannya itu menggores dengan lebih kejam, sudah seperti panah tajam yang melesat dan merobek segala sesuatu yang menjadi beberapa bagian dalam sekejap.
“Tidak…” Pada saat yang paling menentukan, Bei Fengchen seakan bisa merasakan sesuatu, pada saat dia mengulurkan telapak tangannya yang besar, Bei Fengchen melihat Leng Bingxin jatuh seiring dengan hembusan angin dingin, masih terdapat senyum samar di sepasang matanya yang tampak kabur itu.
Senyuman itu begitu indah, begitu mempesona, mustahil untuk dilupakan seumur hidup.
Kaisar Zhaolie hanya melihat semua itu dengan kaget, di dalam benaknya, semua ini seharusnya tidak mungkin terjadi.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Leng Bingxin benar-benar menggunakan cara yang begitu ekstrem untuk mengakhiri semua ini, apa pemikirannya salah? Apa dirinya salah lihat?
Detik berikutnya, Kang Yong menerjang ke sisi Leng Bingxin sudah seperti orang gila, menarik tubuh yang sudah lemas itu ke dalam pelukannya.
Sekujur tubuh Leng BIngxin berlumuran darah, wajahnya yang seputih salju itu sudah sepucat kertas, tapi masih tidak bisa menghilangkan pesona kecantikannya.
Kang Yong menggenggam tangan Leng Bingxin, menggenggamnya dengan begitu erat, membenamkan kepalanya dalam-dalam di sela rambutnya, tampak seperti binatang buas yang terperangkap, tidak peduli seberapa kejamnya dirinya, Kang Yong tidak bisa melampiaskannya. Kang Yong berusaha untuk menekan emosinya yang sudah hampir rubuh dan berkata: “Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu lebih rela mati dibanding mengikutiku?”
Bahkan pada saat terakhir, Leng Bingxin masih berusaha untuk mendorong Kang Yong menjauh. Tampilan Leng Bingxin yang jijik padanya membuat Kang Ying merasa sangat sedih.
Kang Ying menatap Leng Bingxin dengan sedih dan berkata: “Apa seumur hidupmu, kamu tidak memiliki perasaan lain selain kebencian padaku?”
“Karena mencintaimu jadinya aku bisa begitu membencimu, dibanding membencimu seumur hidup, maka aku lebih baik mati…”
__ADS_1
Meninggalkan kalimat terakhir seperti itu, pupil hitam Kang Yong berbinar dan seketika dirinya paham. Detik berikutnya, suaranya berangsur-angsur menjadi gelisah, emosi kompleks dan kacau yang tak terhitung jumlahnya terlintas di matanya yang gelap : “Kamu mencintaiku, kamu mencintaiku bukan? Mengapa kamu memperlakukanku seperti ini lagi? Mengapa kamu memilih untuk menyiksaku dengan kematian?” Ketika kalimat itu diucapkan, setetes air mata perlahan-lahan mengalir dari wajah sempurna Kang Yong yang terlihat begitu tidak nyata.
Seumur hidupnya, ini pertama kalinya Kang Yong meneteskan air mata…
Ternyata semua hal yang dipikirnya baik untuknya malah membuat Leng Bingxin sangat membencinya.
Pada saat ini, cairan merah yang dari sudut bibir Leng Bingxin perlahan-lahan menetes dan jatuh, Leng Bingxin sudah tidak bisa menahannya lagi, memejamkan matanya dan tenggelam ke dalam kegelapan yang tak berujung …
Dan Kang Yong akhirnya paham bahwa dirinya telah menjadi orang yang gagal dalam percintaan.
Dirinya yang secara pribadi mendorong wanita yang dicintainya ini hingga melakukan tindakan yang begitu ekstrem, dunia ini tampak berubah menjadi pucat dikarenakan kepergiannya, langit seketika kehilangan semua warnanya. Daerah sekitarnya seakan diselimuti oleh salju, begitu putih, begitu dingin, benar-benar sangat dingin …
Setelah berjuang seumur hidup dan mendapatkan dunia, wanita ini pada akhirnya bukan milik siapa pun, wanita ini malah pergi dengan begitu tenang.
Wanita ini pergi dengan begitu cepat, sangat tidak bertanggung jawab, Kang Yong bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menghukumnya, hanya bisa melihatnya pergi seperti itu.
__ADS_1