
Hello! Im an artic!
“Kamu tidak perlu membelaku, Paman She, pukul saja jika kamu mau memukuliku, lagipula aku tidak punya Ayah, tidak punya Ibu dan tidak ada orang yang sayang padaku, pukul saja aku sampai mati.” Shangguan Min’er berkata sambil menyodorkan wajahnya, membuat ekspresi gigih dan enggan untuk berkompromi.
She Jingtian begitu sayang padanya, bagaimana mungkin dia benar-benar akan memukulinya, jadi She Jingtian menarik kembali tangannya dengan wajah dingin, kemudian memelototi Min’er sekilas dengan dingin dan berkata: “Aku pergi dulu, aku akan datang menemuimu lagi ketika kamu sudah bersikap patuh.”
Hello! Im an artic!
Meninggalkan kalimat itu, She Jingtian berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi ke belakang. Shangguan Min’er merasa sangat sedih ketika menatap sosok yang tegas dan dingin itu.
Dalam sekejap, air mata jatuh berlinangan dari mata kristal kecil itu.
Ye Wushuang tahu She Jingtian bertindak demikian tidak lebih dikarenakan dia ingin mengubah Shangguan Min’er, bagaimana mungkin orang sebesar itu bisa benar-benar marah pada seorang anak kecil?
Saat itu juga, Ye Wushuang mengeluarkan sebuah saputangan sutra dari balik lengan pakaiannya, menghela nafas pelan lalu menyerahkannya ke tangan Shangguan Min’er dan berkata: “Sekalah.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Siapa tahu gadis kecil itu malah tidak menghargainya bahkan langsung membuang saputangan itu, kemudian memelototi Ye Wushuang dengan tajam dan berkata: “Aku tidak menginginkan benda milikmu, ini semua karena dirimu, kamu membuat Paman She mengabaikanku, huhuhu… kamu sangat menyebalkan.”
Ketika selesai mengucapkan kata-kata itu, Min’er sudah mengabaikan Ye Wushuang, langsung berlari ke atas ranjang tanpa melepas sepatunya, memegangi selimut dan menangis tidak henti.
Ye Wushuang memungut saputangan sutra dengan tidak berdaya, tidak berkata lebih banyak lagi dan hanya duduk diam di samping, karena Nona Min’er ingin mengabaikan dirinya maka Ye Wushuang juga tidak akan memaksanya, sekarang dia hanya bisa menjaganya agar tidak melakukan hal-hal bodoh.
Bagaimanapun juga dia masih anak-anak, setelah menangis maka dia akan menjadi lelah, ketika lelah maka akan tertidur.
Ye Wushuang menyelimutinya dengan baik, kemudian melakukan beberapa urusan, ketika tiba waktunya makan malam, Ye Wushuang membawakan beberapa makanan favorit Nona Min’er.
Melihat sepasang matanya yang memerah dan bengkak dan juga berubah menjadi murung, tanpa sadar Ye Wushuang berkata dengan tidak tega: “Nona Min’er, makanlah sesuatu.”
Min’er menoleh dan menatapnya sekilas dengan datar, suaranya yang masih kekanakan itu berkata penuh dengan amarah dan sarkasme: “Aku tidak akan memakan apapun yang kamu antarkan.”
__ADS_1
Mereka baru berkenalan tidak lama, tapi Ye Wushuang sudah paham mengenai temperamen keras kepala gadis kecil ini. Ye Wushuang hanya menghela nafas pelan dan tidak mengatakan apa-apa, kemudian dirinya undur diri.
Ye Wushuang berpikir setelah dirinya pergi, amarah gadis kecil itu akan hilang dan akan makan jika melihat dirinya tidak ada di sana, siapa tahu ketika keesokan harinya, makanan di atas meja itu masih tidak disentuh.
Bahkan sarapan pagi yang diantarkan juga diletakkan begitu saja, gadis kecil itu hanya duduk sendirian di sana, bahkan melihat pun tidak sama sekali.
Ye Wushuang benar-benar tidak berdaya, benar-benar merasa bahwa kekeraskepalaan anak ini begitu luar biasa. Bibi Hua melihatnya dan juga merasa sangat cemas.
“Nona Wushuang, Nona Min’er tidak makan seharian, apa tubuhnya itu bisa tahan?”
Melihat Bibi Hua yang tampak sangat khawatir, Ye Wushuang hanya bisa menggenggam tangannya dan berkata menghibur: “Bibi Hua jangan khawatir, biar aku yang membujuknya, Bibi bisa melakukan pekerjaan Bibi.”
“Tapi Nona Wushuang, apa dia mau?” Bibi Hua balik bertanya dengan khawatir.
Ye Wushuang menganggukkan kepalanya dan berkata: “Tidak mau juga harus mau, bahkan meski dia membenciku, tapi dia tidak memiliki dendam mendalam padaku. Bibi bisa pergi dulu, karena Tuan Penguasa Kota telah memintaku untuk merawatnya maka aku akan melakukannya.”
__ADS_1
Jika dipikir-pikir ucapan Ye Wushuang juga masuk akal, tidak peduli seberapa khawatirnya Bibi Hua, dia juga hanya bisa pergi dengan rasa khawatir.
Setelah Bibi Hua pergi, Ye Wushuang berjalan perlahan ke arah Nona Min’er yang sedang berbaring menyamping di ranjang, sepertinya sengaja membalikkan punggungnya itu terhadap Ye Wushuang, jelas-jelas dia sudah bangun tapi malah masih berpura-pura tidur.