Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 716 Ternyata Merupakan Sebuah Lelucon


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ketika mengucapkan kalimat terakhir, Ye Wushuang tampak datar dan tenang, tapi di balik cadarnya itu, Ye Wushuang malah mengigit bibir merahnya dengan kencang, bisa dikatakan sedikit mengurangi rasa sakit di dalam hatinya.


“Karena Nona Wushuang sudah berkata demikian, maka aku tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan.”


Hello! Im an artic!


“Jika tidak ada urusan lain, maka aku akan pergi lebih dulu.”


“Baiklah, tapi Nona Wushuang, kuharap kamu selalu mengingat janjimu.”


Ketika hendak pergi, Paman Long kembail menambahkan satu kalimat dengan tidak tenang.


Ye Wushuang tidak berbicara, hanya saja tatapannya ketika menatap Paman Long berubah menjadi dingin dan angkuh. Tidak peduli seberapa baik She Jingtian, jika dia bukan orang yang bisa menghargai dirinya, maka dirinya bisa meninggalkannya.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Ya, Ye Wushuang tidak memiliki apa-apa, dan lagi parasnya sudah hancur, tapi dirinya masih memiliki hati yang terbuka, dirinya hanya perlu menjadi orang yang terang-terangan, itu sudah cukup.


Pada akhirnya, Paman Long merasa canggung dan tidak nyaman karena ditatap seperti itu oleh Ye Wushuang, Paman Long berbalik, memalingkan kepalanya lalu melambaikan lengan pakaiannya dan berkata: “Aku yang berpikiran terlalu banyak, Nona Wushuang pasti orang yang dapat dipercaya, kamu sudah bisa pergi.”


Ye Wushuang berbalik dengan acuh, sama sekali tidak ragu, sinar bulan menyinari tubuhnya yang ramping, semakin menunjukkan sosoknya yang begitu kesepian.


Kepergian yang tampak begitu bebas dan tegar, tapi tidak ada yang tahu bahwa air mata di sudut matanya itu masih saja menetes tanpa sadar.


Ye Wushuang, Ye Wushuang, sadarlah! Ada beberapa mimpi yang tidak seharusnya diharapkan.


Apa yang bisa kamu lakukan adalah hidup dengan sadar diri, tidak berpikir sembarangan, bahkan jika kamu bersikap tulus, orang lain hanya akan berpikir bahwa kamu memiliki maksud lain, harga dirimu diinjak-injak seperti ini, jadi untuk apa?


Di kejauhan, melihat sosok kurus yang perlahan menjauh itu, Paman Long akhirnya mengerutkan alisnya dan menghela nafas: “Ye Wushuang, Ye Wushuang, kuharap kamu benar-benar bisa paham, jika tidak pada akhirnya hanya kamu sendiri yang akan terluka… Jika kamu adalah seorang pria, maka mungkin kamu bisa menjadi kaki tangan Tuan Penguasa Kota, tapi sayang sekali kamu adalah seorang wanita!”

__ADS_1


Pagi-pagi sekali, kicau burung-burung yang bertengger di dahan pohon terdengar begitu indah dan merdu, membuat orang-orang yang mendengarnya merasa energik, embun kristal mengibarkan percikan indah di bawah hembusan angin sepoi-sepoi. Semuanya tampak begitu indah dan damai.


Shangguan Min’er yang mengenakan gaun brokat berwarna hijau juga berada dalam suasana hati yang sangat baik, karena tahun ini dirinya tumbuh cukup tinggi, dia sudah tidak terlihat terlalu nakal seperti dulu, sedikit lebih imut dan menawan layaknya seorang gadis remaja.


Melihat Ye Wushuang yang sudah sibuk sedari pagi, gadis kecil itu terus menerus menempel padanya, tentu saja gadis kecil itu ingin tahu apa yang terjadi tadi malam.


“Kak Wushuang, ceritakanlah, cepat ceritakan, apa yang kamu bicarakan dengan Paman She tadi malam?”


Menghadapi Shangguan Min’er yang memasang ekspresi penuh harap, Ye Wushuang hanya menatapnya dengan datar dan berkata: “Ini sudah hampir terlambat, sudah saatnya kamu pergi untuk bersekolah.”


“Tidak masalah, boleh sedikit terlambat.”


“Apa kamu tahu jika kamu terlambat maka itu artinya kamu tidak menghormati Gurumu, cepat pergi.”


“Tidak, aku mau mendengar ceritamu, aku ingin mendengar apa yang dikatakan Paman She padamu tadi malam, apa dia mengatakan ingin menikah denganmu?”

__ADS_1


Memikirkan apa yang terjadi kemarin, Ye Wushuang merasa jantungnya berkedut dengan begitu menyakitkan, perasaan tidak nyaman hanya membuatnya ingin diam. Tapi karena memikirkan Min’er ada di sini, Ye Wushuang hanya bisa berpura-pura tenang dan berkata: “Tidak, tidak.”


__ADS_2