Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 895 Wanita Itu Terluka Berat Dikarenakan Dirinya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang menatap mereka dengan cemas, bibir merahnya ingin menggumamkan sesuatu, tapi Ye Wushuang sama sekali tidak bisa mengatakan apa-apa.


Su Qianhua hanya menatapnya seperti itu, sampai Ye Wushuang memejamkan matanya dengan lemah, sudah seperti lilin yang akhirnya kehilangan topangan dan padam di tengah hembusan angin dingin.


Hello! Im an artic!


Melihat Ye Wushuang yang seperti itu, pada saat itu, hatinya berdenyut kesakitan.


“Su Qianhua, apa yang masih kamu ragukan? Aku memerintahkanmu untuk segera membawanya pergi.”


Suasana hati Ji Xingfeng saat ini benar-benar sangat berat.


Wanita itu terluka parah dikarenakan dirinya, saat melihat Ye Wushuang berdarah, jantungnya seakan juga meneteskan darah.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Saat ini, ketika melihat Ye Wushuang yang pingsan, Ji Xingfeng benar-benar ingin segera memeluknya dan pergi dari tempat ini. Tapi Ji Xingfeng mengerti bahwa jika dirinya tidak tinggal untuk menangani orang-orang ini, maka mereka semua akan mati di sini.


Sekarang, Ji Xingfeng hanya bisa menyerahkan hal penting itu ke tangan Su Qianhua.


“Pangeran, berhati-hatilah.”


Dalam ketidakberdayaan, Su Qianhua bergerak cepat ke depan Ye Wushuang, menggendong wanita yang sudah seperti Dewi ini dengan sangat hati-hati, menatap ke arah Pangeran Ping yang masih bertarung dalam genangan darah dengan tidak berdaya, hanya bisa memantapkan tekadnya kemudian terbang keluar melalui jendela.


Su Qianhua menunduk untuk menatap Ye Wushuang yang sudah tidak tersadar, Ye Wushuang mengerutkan keningnya karena kesakitan, hal itu sudah seperti jarum yang menusuk jantungnya.


Ketika Ye Wushuang tersadar, saat itu sudah tengah malam.


Ye Wushuang terbaring dengan lemah di atas ranjang, bibir merahnya kering dan juga terlihat sangat pucat. Ye Wushuang memiringkan tubuhnya, ingin turun dari ranjang untuk mengambil minum. Tapi sayangnya, ketika baru saja menggerakkan tubuhnya, rasa sakit pada luka di lengan putihnya menyebabkan Ye Wushuang terkesiap. Ye Wushuang perlahan memegang lukanya, entah siapa yang sudah mengobati dan juga membalut lukanya dengan kain kasa.

__ADS_1


Menilai sekeliling dan familiar akan segalanya, membuat Ye Wushuang mengerti bahwa tempat ini adalah tempat tinggalnya di kediaman Pangeran Ping. Sepertinya mereka sudah benar-benar lolos dari bahaya, hatinya seketika merasa lega. Kemudian samar-samar, Ye Wushuang tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dari dalam ruangan, ini sudah begitu larut, apa mungkin masih ada orang lain di dalam ruangannya?


Ye Wushuang hendak membuka bibirnya ingin memanggil, tapi dirinya malah mendengar suara Su Qianhua yang lembut dan terdengar khawatir: “Pangeran, Pangeran seharusnya tahu dengan jelas siapa orang-orang yang menyerang hari ini bukan?”


“Terakhir kali Ye Wushuang dikejar dan ingin dibunuh, sekelompok orang ini merupakan orang yang sama dengan orang-orang itu.” Ji Xingfeng menjawab dengan suaranya yang rendah dan dalam.


Nada suara Su Qianhua kemudian menjadi cemas: “Jika begitu, mereka semua dikirim oleh Selir Mulia Zhao?”


“Ya, Selir Mulia Zhao sudah tahu dari awal bahwa aku telah menyelamatkan Ye Wushuang dan dia tidak mengambil tindakan apa pun sebelumnya. Sekarang, hari di mana dirinya akan dinobatkan menjadi Ratu hanya tersisa kurang lebih 1 bulan, dia pasti ingin memberantas semua bencana, dia tidak ingin ada masalah yang muncul ketika dirinya sudah akan dinobatkan.”


“Tidak heran, Nona Wushuang tidak memiliki dendam dengan orang-orang itu tapi mereka malah ingin membunuhnya.”


“Kita terlalu ceroboh, orang-orang itu pasti sudah lama mengincarnya.”


“Pangeran, Selir Mulia Zhao sangat kejam dna keji, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?”

__ADS_1


“Wanita ini pasti tidak akan berhenti sebelum mencapai tujuannya. Di kemudian hari, situasi Ye Wushuang sudah pasti akan sangat berbahaya.” Ji Xingfeng mengatakan kalimat ini dengan wajah dingin, terdapat sedikit kekhawtiran di mata hitam kelamnya, dia menatap sekilas ke arah wanita yang terluka yang berbaring di atas ranjang.


Pandangan ini malah sedikit mengejutkannya, karena entah sejak kapan orang yang sedari tadi tertidur itu sudah tersadar, pada saat ini wanita itu menatapnya dengan tatapan yang sangat rapuh. Bisa dilihat bahwa Ye Wushuang mungkin sudah mendengarkan semua percakapan tadi, wajah cantik dan lembut bagaikan bunga itu membuat orang lain begitu mengasihinya.


__ADS_2