Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 221 Beneran Harus Berbuat Seperti Itu


__ADS_3

Kang Yin melangkah maju dengan yakin lalu merangkul pinggang Qin Ruojiu yang ramping itu dan melihatnya dengan tulus sambil berkata, “Tenang saja, aku sudah mengatur semua itu. Besok malam, aku akan membawa mereka keluar dari istana bersama kita. Saya sudah mempersiapkan orang suruhanku di tempat pemeriksaan keamanan. Nanti kita bukan keluar dari jalan resmi atau jalan umum. Kita langsung memutari kota Kang dan menuju ke pinggiran barat kota. Asalkan kita bisa menyelesaikan perjalan kita dalam semalam, kita akan sampai di negara lain di mana tidak akan ada orang yang mengenali kita. Di sana mereka juga pasti tidak bisa menemukan kita. Kita bisa hidup bebas tanpa peraturan seperti dewa dan dewi di sana.”


Sambil berbicara, Kang Yin terus melihat ke dalam mata Qin Ruojiu dengan tatapan mata yang yakin dan bersemangat. Dari dalam pupil matanya yang hitam itu seolah bisa terlihat kehidupan yang dia katakan.


Mendengar penjelasannya itu, Qin Ruojiu benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Mendengarkan dia mendeskripsikan kehidupan seperti di surga bagaimana mungkin Qin Ruojiu tidak menantikannya. Hanya saja apakah dia benar-benar bisa melewati hidup seperti itu dengannya?


Dia sudah bukan wanita yang suci, apakah dia pantas untuk pria sesuci dirinya?


Lagian, jelas-jelas meninggalkan istana adalah kabar baik untuknya, tetapi entah kenapa di dalam benaknya terus bermunculan ekspresi pria yang dingin dan tidak berperasaan itu.

__ADS_1


Tindakan kejam dan brutal yang dilakukan pria itu padanya tadi malam terus bermunculan di dalam kepalanya.


Tubuhnya sudah didominasi oleh pria itu, apakah dia masih pantas menyerahkan tubuhnya pada pria lain?


Ayahnya pernah bilang, seorang wanita harus setia kepada ayahnya dan harus menjalani hidupnya sampai mati dengan suaminya. Tetapi, apakah dia beneran harus melakukan hal itu?


Melihat Qin Ruojiu yang kelihatan ragu dan tidak yakin itu, Kang yin langsung melihatnya dengan lembut dan bertanya, “Masih ada hal apa yang kamu khawatirkan?”


Mendengar jawaban itu, hati Kang Yin pun langsung terasa lega. Dia tersenyum gembira lalu melihat ke atas langit dengan senang, “Aku tahu kamu pasti akan pergi denganku.”

__ADS_1


Selesai berbicara, mereka berdua langsung berpelukan. Tetapi ada banyak dayang dan pelayan istana di sekeliling sana yang melihat mereka secara diam-diam. Kalau saja adegan ini sampai terlihat oleh para selir, hal ini akan menjadi perbincangan mereka. Maka dari itu dia sudah merencanakan semua ini dengan sangat matang. Dia terus menyuruh dirinya untuk sabar, tinggal bertahan satu hari lagi, setelah itu dia tidak perlu mengkhawatir apa-apa lagi dan bisa hidup senang bersama dengannya.


Melihat tatapan mata Kang Yin yang begitu ceria dan suci, Qin Ruojiu beneran tidak tahu harus berkata apa-apa. Teringat besok dia harus meninggalkan istana, hati Qin Ruojiu malah terasa tidak tenang. Tidak tahu apakah dia merasa tidak tenang karena takut akan terjadi hal yang tidak mereka duga, atau dia merasa tidak tenang karena dia harus berpisah dengan seseorang.


Qin Ruojiu hanya terdiam, dia tahu dia sudah tidak ada pilihan lain. Makin banyak berpikir hanya membuat dirinya semakin bingung. Bukannya lebih baik dia berusaha untuk lega dan menikmati hari terakhirnya di istana dengan sebaik-baiknya. Setelah ada pemikiran seperti ini, Qin Ruojiu baru merasa jauh lebih lega. Sekeliling Paviliun batu Merlin dipenuhi dengan pohon yang rindang. Ketika angin bertiup, aroma lembut dari bunga yang menenangkan pikiran itu akan tercium. Di dalam hatinya Qin Ruojiu berkata, hari ini adalah hari terakhirnya berada di dalam istana, tetapi kenapa dia malah merasa suka dengan tempat ini.


Sudah hampir tengah hari, Kang Yin menggunakan kesempatan ketika Qin Ruojiu terbengong untuk mengambil sepotong kue dan memasukkannya ke dalam mulut Qin Ruojiu, “Sudah lapar kan, makan sedikit kue. Sini, minum sedikit teh.” Selesai bicara, Kang Yin langsung menuangkan segelas teh untuknya.


Qin Ruojiu merasa Kang Yin adalah pria paling perhatian yang pernah dia jumpai. Kemudian dia tersenyum senang dan memakan makanan itu dengan perlahan.

__ADS_1


Tiba-tiba dia teringat lagi dengan sikap Kang Yin yang begitu kejam kemarin malam. Sekarang dia baru tiba-tiba teringat kembali kejadian itu. Sampai sekarang dia masih sangat penasaran dan tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi kemarin malam.


__ADS_2