Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 406 Apa Ada Cara Untuk Menyembuhkannya?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia memiliki sepasang mata berwarna biru es, warna biru langit, biru yang sangat muda, samar-samar memancarkan lapisan cahaya yang redup, begitu memikat, sinar matahari samar-samar terpapar di wajahnya, cahaya redup dan trang itu menampilkan garis wajahnya yang sangat sempurna.


Pria itu menjawab dengan suara rendah: “Kalian sudah datang?”


Hello! Im an artic!


Jelas dia dan Bei Fengchen sangat akrab satu sama lain, nada bicaranya itu tidak asing atau acuh, malah terdapat sedikit keterkejutan dan juga keraguan.


Bei Fengchen menarik Leng Bingxin masuk ke dalam, kemudian dengan suara lembut menjawab: “Ya, Qinghao, bagaimana kabarmu?”


Mendengar nama “Qinghao”, hati Leng Bingxin sedikit terkejut.


Bukankah Qinghao adalah nama obat? Dan lagi Leng Bingxin pernah mendengar bahwa ada seorang Dokter jenius hebat yang bernama Qinghao di dunia ini.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Sejak kecil, dia hidup terpencil dengan seorang Dokter yang hebat, pada usia 16 tahun, dia pergi keluar untuk merawat sekelompok orang yang terinfeksi penyakit, sejak saat itu dirinya menjadi terkenal, dan mulai saat itu juga dirinya mendapat julukan Dokter jenius.


Dan sejak saat itu juga Dokter jenius bernama Qinghao ini tidak pernah lagi muncul di hadapan orang banyak.


Ada yang mengatakan bahwa dia pergi ke pegunungan yang tertutup salju di Dongyin, ada yang mengatakan bahwa dia pergi tempat yang penuh penderitaan di Beijiang, ada yang mengatakan bahwa dia pergi ke Gua Fuxi, tempat yang gelap dan tanpa cahaya selama bertahun-tahun.


Tapi tidak ada yang tahu bahwa ternyata dia tinggal di Lembah Jueqing di Negara Beifeng.


Qinghao menyibak rambut peraknya, dia seperti peri yang tinggal di pegunungan hijau, ada sedikit keterasingan dan ketidakpedulian di tatapan matanya.


“Maaf membuatmu khawatir, keterampilan medisku juga telah meningkat cukup banyak, itu lebih dari cukup untuk menangani beberapa penyakit.” Setelah Qinghao selesai berbicara, dia terbatuk pelan, nada suaranya terdengar ringan dan juga terdapat kelembutan.


“Tidak apa-apa, aku akan meminum pil buatanku sendiri lagi nanti, semuanya akan kembali normal lagi.”


Bei Fengchen mendengarkan lalu menghela nafas pelan. Qinghao disebut orang lain sebagai Dokter jenius, tapi siapa yang tahu dia yang menderita penyakit flu sejak kecil malah selalu kesulitan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Seperti kata pepatah, Dokter tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri! Sudah berkali-kali Bei Fengchen memaksa akan meminta Dokter baik lainnya untuk merawat kondisi Qinghao, tapi Qinghao selalu menolak dengan sopan.


Qinghao dianggap sebagai Dokter jenius oleh orang lain tapi malah mencari Dokter lain untuk memeriksakan penyakitnya, baginya itu adalah hal yang paling memalukan, Qinghao memang orang yang memiliki harga diri tinggi.

__ADS_1


Tatapan mata Bei Fengchen masih begitu jernih dan lembut, suaranya yang tenang itu perlahan terdengar: “Aku sudah lama tidak datang melihatmu, tidak tahu bagaimana keadaanmu belakangan ini, setiap kali melihatmu, kamu juga tidak ingin mengatakan yang sejujurnya padaku. Huh, apa ada yang kamu butuhkan? Aku akan meminta orang membawakannya untukmu.”


Qinghao menggelengkan kepalanya dengan datar, ada ekspresi aneh di tatapan matanya: “Tidak perlu, kamu cukup datang saja. Setidaknya selama setahun ini kamu masih belum melupakanku, hanya saja aku tidak terbiasa melihatmu yang selalu membawa orang asing masuk kemari.”


Mendengar kata ‘orang asing’, tubuh Leng Bingxin terguncang, dia bergegas mengangkat kepalanya, sedikit mengangguk pada Qinghao untuk menyatakan rasa hormatnya.


Kemudian Leng Bingxin mengikuti jejak Bei Fengchen, dirinya diam tidak bersuara dan hanya mengikuti di belakang.


Melihat situasi ini, hati Bei Fengchen merasa sedikit kesulitan, hanya menatap Qinghao dengan tatapan lekat dan tidak lagi berbicara.


Meskipun Qinghao dijuluki Dokter jenius, tapi dia malah tidak pernah menyelamatkan orang lain dengan mudah. Jika diselamatkan, maka itu sudah seperti merampas seseorang dari tangan Dewa Neraka.


Suasana menjadi canggung untuk sesaat, Qinghao bisa menebak apa yang Bei Fengchen pikirkan, ada raut pahit di tatapan matanya, dia kemudian berkata dengan datar: “Apa ingin aku menyembuhkan luka di wajah gadis ini?”


Tatapan Bei Fengchen terpaku, dirinya menarik napas dingin kemudian berkata: “Qinghao, apa ada cara untuk menyembuhkannya?”


Karena Qinghao sudah bertanya seperti ini maka itu berarti Qinghao pasti akan menyelamatkan Leng Bingxin, jadi ada sedikit raut cemas ketika Bei Fengchen bertanya.

__ADS_1


Qinghao menoleh dan menatap pipi Leng Bingxin yang ditebas oleh pedang, meskipun daging di dalamnya sudah berkerak tapi di bagian terdalamnya itu masih terdapat jejak darah.


__ADS_2