Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 625 Tidak Boleh Tidak Waspada


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Paman Long menganalisis seperti itu, She Jingtian juga berpikir bahwa dirinya terlalu banyak berpikir.


Benar, bagaimana mungkin Nona Wushuang adalah Ratu Negara Qi? Jika benar, bukankah tidak masuk akal dirinya berkomitmen untuk menjadi seorang pelayan di sini?


Hello! Im an artic!


Namun ketika memikirkan hal ini, tanpa sadar She Jingtian berkata dengan hati-hati: “Apa kalian menyelidiki mengapa Ratu Negara Qi tiba-tiba keluar dari Istana dan membuat Raja Negara Qi mencarinya di mana-mana?”


“Alasan sebenarnya mengenai informasi ini masih tidak jelas, tapi menurut rumor yang beredar, dikatakan bahwa Ratu Negara Qi memiliki hati yang sempit dan juga kejam, tidak bisa menerima saudarinya bersaing memperebutkan kasih sayang Kaisar dengannya, jadi di bawah amarah sang Ratu pergi meninggalkan Istana Negara Qi.”

__ADS_1


“Ternyata drama semacam ini lagi.” Bibir She Jingtian terangkat ringan, menunjukkan senyum yang sangat sarkas. Sebagian besar wanita di Istana kebanyakan memiliki motif, terutama intrik di antara Ratu dan Selir, benar-benar membuat orang lain yang mendengarnya merasa itu semua sangat konyol dan menyedihkan.


Jika dipikir-pikir dengan cermat, Nona Wushuang begitu cerdas dan anggun, meski parasnya itu cacat, tapi matanya yang jernih dan indah seperti pegunungan yang berkabut itu bisa digambarkan dengan kata cantik bahkan hanya dengan sekali pandang saja.


Hello! Im an artic!


She Jingtian teringat ketika pertama kali bertemu, dirinya begitu ingin mempertahankannya tapi Ye Wushuang malah tidak tergerak oleh ketenaran atau kekayaan, bahkan dia juga mengabaikan kecantikan yang paling dihargai oleh seorang wanita. Wanita yang elegan dan acuh seperti ini mana mungkin merupakan Ratu yang bersaing untuk memperebutkan kasih sayang di dalam Istana?


Setelah benar-benar menyingkirkan spekulasi bahwa Ye Wushuang adalah Ratu Negara Qi, She Jingtian kemudian kembali bertanya-tanya lagi: “Karena dia bukan orang yang dicari oleh Kaisar Negara Qi, lalu sebenarnya dia itu siapa?”


“Apa kamu sudah pergi memeriksa tempat di mana dia diselamatkan?”

__ADS_1


Melihat tatapan serius She Jingtian, Paman Long tahu bahwa dia tertarik pada gadis ini, jadi tanpa sadar dirinya berkata dengan nada lembut: “Aku sudah memeriksanya, kudengar penduduk setempat berkata bahwa mereka belum pernah melihat wanita yang menutupi wajahnya seperti itu, mereka juga tidak pernah mendengar ada gadis di tempat mereka yang parasnya dirusak.”


“Lalu mengapa dia bisa khawatir keluarga kerajaan akan mengejar dan membunuhnya?”


“Tuan, Tuan berkata bahwa Nona Wushuang hanya mengacu pada keluarga kerajaan, apa mungkin itu bukan Negara Qi tapi negara lain?”


Ada keheningan sesaat di wajah dingin milik She Jingtian, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata: “Seharusnya kemungkinan itu tidak besar, bagaimana mungkin orang dari Negara Qi bisa menjadi musuh dengan keluarga kerajaan di negara lain? Dan lagi melihat perilakunya, dia tidak terlihat seperti orang yang memprovokasi masalah.”


Setelah mendengarkan ucapan She Jingtian, Paman Long kemudian berkata dengan serius: “Tuan jangan membuat keputusan yang gegabah, kulihat Nona Wushuang tidak sederhana itu, seperti yang Tuan katakan, dia dulu memiliki paras yang menawan, selama seorang wanita memiliki paras yang terlalu cantik maka sudah pasti akan menjadi sebuah bencana. Dan lagi yang bisa memicu bencana seperti ini, jika bukan dari keluarga kaya maka sudah pasti anggota keluarga kerajaan. Karena itu bisa dimaklumi jika Nona Wushuang bisa memprovokasi keluarga kerajaan.”


“Tapi aku bisa memastikan bahwa Nona Wushuang sudah pasti adalah korbannya.”

__ADS_1


Paman Long yang awalnya ingin mengatakan sesuatu, tapi seketika dirinya tidak tahu harus berkata apa ketika melihat She Jingtian melindungi wanita cacat yang asalnya tidak diketahui ini.


Dirinya hanya menatap She Jingtian dengan penuh arti untuk sekian lama baru kemudian berkata: “Tuan, tidak peduli seberapa luar biasa gadis ini, tapi tetap saja tidak boleh tidak waspada.”


__ADS_2