Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 733 Aku Tidak Menginginkan Nyawamu Lagi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang awalnya hanya membaca ingin membaca puisi “Alang-alang dan Semak” untuk menghibur dirinya sendiri, tapi tidak disangka pria ini malah mendengarnya. Saat ini, pria itu menatapnya dengan tatapan mata tertarik hingga membuat Ye Wushuang merasa malu, wajah di balik cadar perak itu sudah memerah tapi masih memaksakan diri untuk membalikkan tubuhnya dengan tenang, mengabaikan pemuda itu.


“Kak Wushuang, kenapa orang itu terus menatapmu?” Min’er menatap ke arah sana dengan bodoh, dirinya sedikit bingung.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang menggenggam tangan Min’er dan berkata: “Abaikan saja dia.”

__ADS_1


Pria itu tidak mundur karena sikap dingin Ye Wushuang, dia malah memerintahkan tukang perahu untuk mendekatkan perahunya lebih dekat ke arah Ye Wushuang.


“Nona, jangan takut, aku tidak memiliki niat jahat, aku hanya mengagumi bakat Nona saja. Jika tidak keberatan, apa Nona bersedia untuk menaiki perahuku?” Ucapan itu terdengar sangat tulus, tapi malah mengandung sikap sembrono, benar-benar sangat tidak nyaman ketika mendengarnya.


Ye Wushuang menoleh dan memelototinya dengan kejam, tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, tidak disangka dari belakang malah terdengar suara yang lembut namun sangat mendominasi: “Bocah mana yang sudah tidak ingin hidup lagi? Beraninya menggoda wanitaku di sini, jika aku menangkapnya maka aku pasti akan mencungkil matanya.” Setelah kata-kata itu terlontar, Ye Wushuang merasa bahunya terasa sedikit berat, kehangatan samar seketika menyebar ke seluruh tubuhnya.


Hello! Im an artic!


Ye Wushuang panik karena kejadian yang begitu tiba-tiba ini, terdapat keterkejutan yang terlintas di tatapan matanya. Tiba-tiba merasa bahwa adegan di depannya ini begitu familiar …

__ADS_1


Pada hari itu, di bawah gedung pernikahan di depan Kuil Yuelao, She Jingtian pernah memanggilnya dengan sebutan Istri agar bisa lepas dari jeratan An Yiqiu. Ye Wushuang masih mengingat ciuman mesra itu, sekarang ketika diingat kembali, dahinya seakan masih terasa panas membara.


Ye Wushuang memalingkan pandangannya, kebetulan melihat She Jingtian yang berdiri di belakang Pangeran Liang. Dia mengenakan jubah berwarna ungu, selalu menunjukkan sikap mulianya, rambut hitam pekatnya yang panjang diikat tinggi di belakang kepalanya, beberapa helai rambut tergerai di keningnya, hidung mancung dan bibir tipis itu sangat indah, setiap ekspresinya itu benar-benar sangat mempesona, sepasang mata itu begitu tajam, tangguh, dan juga memiliki daya tembus yang tak bisa diprediksi. Pada saat ini, She Jingtian menatap lekat pada Ye Wushuang, ada sedikit kedinginan di matanya yang suram.


Mungkin karena tindakan Pangeran Liang yang terlalu intim yang membuat Ye Wushuang merasa tidak nyaman, atau mungkin karena tatapan mata dingin She Jingtian yang membuat Ye Wushuang merasa tidak nyaman, Ye Wushuang membalikkan tubuhnya dengan kaku, menatap ke arah lantai, tidak berkata apa-apa lalu masuk ke dalam kabin perahu. Min’er segera mengikuti di belakang: “Kak Wushuang, tunggu aku…”


Pangeran Liang mengira tindakannya yang tiba-tiba itu telah menyinggung perasaan Ye Wushuang, dirinya tidak bisa menahan perasaan sedikit bersalah atas kecerobohannya. Saat ini dia tidak dapat menemukan tempat untuk melampiaskannya, tapi ketika melihat pria berpakaian putih yang sedang menatapnya dengan bodoh di perahu yang ada di sisi berlawanan, tiba-tiba amarah itu meledak: “Dasar bocah busuk, kamu masih berani menonton? Apa kamu benar-benar sudah tidak menginginkan nyawamu lagi?”


Setelah Pangeran Liang berteriak seperti itu, pemuda itu akhirnya kembali pulih dari lamunannya yang terfokus pada sosok Ye Wushuang, tapi ketika dia melihat tatapan tajam Pangeran Liang, tanpa sadar dirinya menjadi ciut. Melambaikan lengan pakaiannya kemudian pergi dari pandangan semua orang.

__ADS_1


Melihat orang itu sudah pergi cukup jauh, Pangeran Liang baru menoleh, ketika melihat raut wajah She Jingtian yang buruk di belakangnya, dia lalu berkata dengan kesal.


__ADS_2