Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 405 Aku Akan Membawamu Menemui Seseorang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Di dalam Lembah Jueqing, pemandangannya begitu indah, dengan pepohonan yang membentuk naungan, bisa dikatakan merupakan tempat yang menutupi langit, tempat yang mengumpulkan keteduhan dan tertutup dari matahari.


Di sekitar puncak lembah, dikelilingi oleh air, puncak-puncak yang sepi berdiri tegak, pegunungan dikelilingi dengan hutan yang lebat, bambu hijau yang teduh, dinding gunung yang curam, dan juga sungai yang bergelombang.


Hello! Im an artic!


Melihat ke kejauhan, bisa melihat pegunungan hijau yang begitu indah, pepohonan yang rimbun dan teduh serta langit biru yang luas, gumpalan awan yang berkabut membentuk lukisan yang terlihat begitu elegan dan menarik.


Setelah turun dari gerbong kereta kuda, Leng Bingxin turun dari gerbong kereta dengan bantuan Bei Fengchen.


Leng Bingxin mendongak, seketika dirinya langsung terpesona oleh keindahan luar biasa di sekitarnya. Puncak Lembah Jueqing ini dikelilingi oleh awan dan kabut, jalur gunung berkelok-kelok, seperti sebuah pita yang jatuh dari langit, para pengunjung sudah seperti titik-titik putih kecil yang tersebar di antara pita itu, perlahan-lahan berjalan bergerak ke atas.

__ADS_1


Bayangan pegunungan sudah seperti seorang peri yang mengantuk, mengenakan tulle tipis yang indah, terlihat begitu mempesona membuat orang lain tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Hello! Im an artic!


Pegunungan di kejauhan menjulang di atas awan, seperti seorang anak nakal yang sedang bermain petak umpet denganmu.


Benar-benar sangat indah, Leng Bingxin belum pernah melihat tempat yang begitu indah seperti ini sebelumnya, dirinya langsung berdiri terpaku di sana.


Melihat pegunungan di kejauhan, puncak gunung itu tertutup salju selama ribuan tahun, terbaring di sana dengan damai seperti orang tua yang berpakaian putih.


Leng Bingxin mengangguk tanpa sadar, tatapan matanya yang jernih itu melihat sekeliling, puncak salju di depan matanya tampak seperti teratai salju yang berkilauan, tidak membutuhkan dekorasi yang indah, pemandangan itu sendiri merupakan keajaiban alam yang sempurna.


Di bawah sinar matahari, pegunungan di kejauhan seolah tampak sudah dicuci, terlihat begitu jelas di pandangannya, begitu hijau, ketika dilihat tampak begitu dekat dan juga curam.

__ADS_1


Melihat keterkejutan dan juga rasa penasaran di tatapan mata Leng Bingxin, sudut bibir Bei Fengchen mengulas senyuman yang tidak bisa dikendalikan. Kemudian dia kembali menggandeng tangan Leng Bingxin dan berkata: “Ayo pergi, aku akan membawamu menemui seseorang!”


Leng Bingxin tidak tahu ada orang yang akan tinggal di sini, dia kembali terkejut sekali lagi. Kemudian Leng Bingxin merasa penasaran terhadap orang yang tinggal di daerah yang tertutup ini, jadi Leng Bingxin langsung mengikutinya.


Lokasi Lembah Jueqing ini sangat cerdik dan indah hingga membuat orang lain terkejut. Di sekitar lembah terdapat gunung es dalam berbagai bentuk dan pola, permukaan es yang bersih menjadi tekstur yang indah seperti cangkang punggung kura-kura, namun tidak retak, permukaan es itu halus dan transparan seperti permukaan cermin yang dapat merefleksikan sosok bayangan orang lain. Bahkan puncak gunung di kedua sisi selat dapat berubah menjadi berbagai gerakan menarik: Terkadang seperti peri yang melayang, terkadang seperti orang tua dengan tongkat, terkadang seperti monyet yang menawarkan buah persik, terkadang seperti kuda liar yang lepas dari tali kekangnya. Namun di tempat yang indah ini, juga terdapat jebakan berbahaya yang tersembunyi di mana-mana. Tapi semua ini disiapkan untuk berjaga-jaga terhadap beberapa binatang buas atau orang-orang yang memiliki niat buruk, jadi selama kamu memiliki peta jalur yang jelas, maka kamu bisa menghindarinya tanpa masalah.


Leng Bingxin, Bei Fengchen dan Yun Jun berhenti bersama-sama di depan sebuah rumah bambu yang dikelilingi oleh tanaman merambat dan bunga-bunga aneh.


Rumah itu terbuat dari bambu hijau, dihiasi dengan tanaman merambat dan dihiasi dengan bunga serta rumput hijau.


Berjalan di jalan kecil beraspal batu biru, Leng Bingxin bahkan semakin tertarik dengan orang yang tinggal di rumah itu.


Ya, tempat yang begitu indah dan alami, seperti apa orang yang tinggal di dalamnya?

__ADS_1


Pintu itu perlahan dibuka, aroma bunga aneh disertai dengan aroma obat yang samar menguar keluar.


Baru saja mendongak, Leng Bingxin sudah terpesona oleh warna perak yang berkilauan di depannya, warna perak itu ternyata adalah… rambut. Rambut perak panjang yang terurai seperti air terjun menutupi wajah orang itu, sosok itu sangat tinggi, dadanya terlihat di balik pakaian bangsawan hitamnya yang terbuka, seharusnya adalah seorang pria.


__ADS_2