
Hello! Im an artic!
Ji Xingfeng tidak mengatakan apa-apa, tapi hanya mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap Ye Wushuang dengan tajam lalu berkata: “Bawa dia pergi.”
Melihat Pangeran Ping tidak mempermasalahkannya, Yuya bergegas menjawab dengan gembira: “Baik, aku akan segera membawa Nona Wushuang keluar.”
Hello! Im an artic!
“Berhenti.”
Sebelum melangkah, Yuya sudah dihentikan oleh sebuah suara teriakan yang manja.
Ketika mengangkat kepalanya, Yuya melihat Putri Yongping sudah muncul di hadapannya. Raut wajahnya sedikit berubah, Yuya menatap ke arah Pangeran Ping dengan sedikit ketakutan, Yuya menunggu perintahnya.
Putri Yongping datang dengan membawa beberapa pelayan, melirik datar ke arah Ye Wushuang yang terlihat linglung, tatapan matanya dipenuhi dengan rasa jijik lalu dengan marah berkata: “Huh, masih belum mati? Ini semua benar-benar terlalu mudah untukmu.”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Yongping!” Pangeran Ping memanggilnya pelan, menyela kata-kata Yongping selanjutnya.
Putri Yongping melangkah maju dengan tidak senang, berjalan berdampingan ke sisi Pangeran Ping lalu berkata dengan manja dan mengeluh: “Kakak Sepupu, wanita ini hampir membunuhku beberapa hari yang lalu, apa Kakak hanya akan mengurungnya selama beberapa hari lalu melepaskannya?”
Ji Xingfeng melirik sekilas dengar datar ke arah adik sepupunya yang egois ini, dalam hatinya, selain kekuasaan, status, dan balas dendam, Ji Xingfeng sama sekali tidak memiliki pemikiran lain.
“Yongping, cukup jika sudah membuat masalah.” Suara Ji Xingfeng dingin dan terdengar tanpa emosi, membuat orang yang mendengarnya merasa bergidik.
Jika dulu maka Yongping tidak akan berani bertindak seenaknya, tapi hari ini Yongping merasa sangat panik. Yongping berpikir dalam hati bahwa Kakak Sepupunya ini bahkan mempermalukan dirinya di hadapan orang luar.
“Kakak Sepupu, aku tidak peduli, kamu harus memberi penjelasan padaku. Tidak bisa melepaskannya dengan begitu mudah seperti ini, jika tidak maka Kakak bersalah padaku.”
“Aku tidak mau……”
Yongping menghentakkan kakinya dengan manja, tapi tidak disangka dirinya malah menerima tatapan dingin dari Ji Xingfeng. Tatapan mata itu membuat semua tindakannya sia-sia belaka.
Karena Yongping dengan jelas dapat melihat kekejaman dan juga niat membunuh di tatapan mata Kakak Sepupunya ini, tatapan mata itu adalah tatapan mata yang hanya ditujukan pada pihak musuh, tapi hari ini Kakak Sepupunya malah menggunakan tatapan mata itu ketika menatapnya.
__ADS_1
Meski Yongping merasa sangat sedih dan mengeluh, tapi dirinya tidak berani bersikap seenaknya lagi.
Pada saat itu juga, Yongping menggigit bibirnya kemudian pergi sambil berlinangan air mata. Kebencian dalam hatinya terhadap Ye Wushuang semakin bertambah.
Setelah Ye Wushuang keluar dari gudang kayu bakar, dirinya langsung membersihkan diri, setelah makan dengan rakus, Ye Wushuang beristirahat sepanjang hari, pada akhirnya semangatnya yang awalnya sudah menghilang itu kembali pulih.
Melihat makanan yang terus-menerus dibawakan oleh Yuya, Ye Wushuang benar-benar mengira bahwa hari baiknya hanya tersisa beberapa hari saja. Karena itu Ye Wushuang makan dan minum tanpa mempedulikan segalanya, menjalani hidup yang ada di depan matanya ini dengan sesuka hatinya. Bahkan jika mati, Ye Wushuang juga tidak ingin dirinya meninggalkan penyesalan.
Dalam sekejap mata, beberapa hari sudah berlalu…
Kehidupan indah Ye Wushuang masih terus berlangsung, sama sekali tidak ada kabar yang tidak menyenangkan dari pihak Pangeran Ping dan juga Putri Yongping. Perlahan-lahan, Ye Wushuang menjadi sedikit waspada. Tidak seharusnya seperti ini, dirinya sudah menyinggung Putri Yongping seperti itu, dan lagi bukankah dirinya juga sudah membuat Pangeran Ping marah besar? Bahkan jika Ji Xingfeng tidak membunuhnya, apa mungkin Putri Yongping akan melepaskannya? Mengapa mereka malah membiarkannya hidup dengan begitu bahagia sekarang?
Melihat makan lezat yang kembali dibawakan oleh Yuya, Ye Wushuang seketika langsung kehilangan nafsu makannya. Ye Wushuang hanya menatap lekat seakan mencoba untuk melihat semua hal ini secara menyeluruh.
“Nona Wushuang, apa semua ini tidak sesuai dengan seleramu? Atau tidak bagaimana jika aku meminta juru masak untuk menggantinya?” Setelah selesai berbicara, Yuya bergegas ingin pergi.
Ye Wushuang segera melangkah maju untuk menghentikannya: “Yuya, mengapa sampai sekarang kamu masih mempersiapkan semua ini untukku? Bukankah ini pemborosan?”
__ADS_1
“Pemborosan?” Yuya terkejut kemudian berkata dengan jujur: “Pangeran yang memberi perintah harus merawat Nona baik-baik, karena itu para juru masak tidak berani berbuat sembarangan.”