
Hello! Im an artic!
“Yuya, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku saat kamu keluar.” Ye Wushuang berkata dengan nada santai, setidaknya dari nada bicara Putri Yongping tadi, dia sudah mulai waspada pada Yuya. Dengan demikian maka Putri Yongping tidak akan membiarkan Yuya berada di sisinya, Yuya tidak perlu menerima perlakuannya yang sombong itu.
“Nona Wushuang, jaga dirimu…”
Hello! Im an artic!
Yuya mengucapkan selamat tinggal sambil menangis, hatinya benar-benar merasa sangat sedih.
Ye Wushuang mengangguk, kemudian berbalik dan tidak lagi menatap Yuya. Hanya dengan cara seperti ini maka hati kedua belah pihak akan merasa lebih baik.
Pintu dan jendela kembali ditutup, cahaya terakhir terpapar pada tubuh Ye Wushuang, samar-samar memantulkan sosoknya yang kurus dan kesepian, semua cahayanya sudah menghilang, Ye Wushuang sudah seperti malaikat yang sayapnya patah, terdapat semacam keputusasaan karena tidak bisa melarikan diri dari kegelapan.
Di Aula Nongtian yang kuno tapi terlihat megah, Pangeran Ping yang mengenakan jubah hitam sedang berdiri bersandar di jendela.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Cahaya matahari terbenam menyinari wajahnya yang dingin, tampan dan dalam, membuatnya terlihat sedikit lebih damai. Sepasang mata hitamnya menatap ke arah kejauhan dengan dalam, membuat orang lain benar-benar tidak dapat memahami pemikiran yang ada di dalam hatinya.
Pada saat ini, Su Qianhua yang memakai pakaian berwarna-warni datang menghampiri, tatapan matanya jernih, bibir tipisnya sedikit mengerut, membuat penampilannya yang awalnya sudah begitu menakjubkan semakin terlihat menawan bagai seorang wanita.
“Pangeran Ping, apa kamu masih mengkhawatirkan masalah Nona Ye?”
Su Qianhua bertanya dengan suara lembut dan dibalas dengan tatapan mata yang acuh. Ji Xingfeng tidak mengatakan apa-apa, tapi alisnya yang sedikit mengerut itu menunjukkan semua pemikiran batinnya.
Su Qianhua belum selesai berbicara dan sudah melihat Ji Xingfeng mengangkat alisnya. Tatapan mata Ji Xingfeng sedikit suram dan tidak senang: “Kenapa? Qianhua, apa kamu khawatir padanya?”
Su Qianhua yang pemikirannya sudah ketahuan itu hanya bisa tersenyum pelan untuk menutupinya, sengaja berbalik badan dengan raut wajah datar dan berkata dengan nada lembut: “Aku sedang mengkhawatirkan Pangeran.”
“Benarkah?” Ji Xingfeng balik bertanya, tatapan matanya sedikit aneh.
__ADS_1
Su Qianhua mengangguk dan berkata: “Nona Ye sekarang merupakan bidak penting di sisi Pangeran, meskipun Nona Ye memiliki temperamen yang keras tapi dia tetap seorang wanita yang lemah. Aku khawatir jika terus berlanjut seperti ini maka Nona Ye tidak akan bisa bertahan. Apa Pangeran rela jika bidak catur yang luar biasa ini hilang begitu saja?”
Ji Xingfeng maju selangkah, tatapan matanya berbinar, sudah ada perhitungan di dalam hatinya dan berkata: “Aku tidak berencana untuk membunuhnya.”
“Apa maksud Pangeran?” Su Qianhua akui bahwa dirinya sedikit mengkhawatirkan Ye Wushuang, jika tidak maka dirinya tidak akan mengambil resiko disalahkan oleh Pangeran Ping dan berbicara begitu banyak seperti ini.
“Aku terus mengurungnya karena ingin menghukumnya dikarenakan temperamennya yang tidak kenal takut itu.”
“Pangeran, maafkan aku karena bicara terang-terangan. Alasan mengapa Nona Ye menolak untuk melepaskan Putri Yongping sebenarnya karena Putri Yongping dengan sengaja mempersulitnya, bukan karena dia…”
“Huh, apa mungkin aku tidak tahu seperti apa Putri Yongping itu?”
“Karena Pangeran tahu, lalu mengapa Pangeran masih memperlakukan Nona Ye seperti ini?” Su Qianhua berbicara sampai di sini dan merasa sedikit sedih untuk Ye Wushuang: “Apa mungkin Pangeran dengan sengaja berpihak pada Putri Yongping?”
Mata tajam Ji Xingfeng terangkat, tatapan matanya begitu datar dan acuh, dia berkata dengan nada dingin: “Bagiku, Yongping sama sekali tidak ada gunanya, untuk apa aku berpihak padanya? Aku melakukan ini, hanya ingin membuat Ye Wushuang mengerti bahwa jika dia tidak mengubah temperamennya yang keras kepala dan tidak kenal takut itu, cepat atau lambat maka yang akan menderita adalah dirinya sendiri.”
__ADS_1
“Ternyata Pangeran bermaksud seperti ini.” Su Qianhua yang cerdas seketika mengerti maksud Pangeran Ping.