
“Diam, ini semua salah kalian yang tidak becus. Penyakit seperti ini pun tidak bisa kalian sembuhkan, sampai akhirnya dia harus kehilangan anaknya. Aku akan langsung memenjarakan kalian.” Kang Yong berkata dengan tatapan matanya yang dingin itu dan melihat ke arah Tabib Liu.
Semua orang yang ada di sana pun langsung berlutut dan berteriak, “Kaisar, maafkan kami … maafkan kami ….”
“Kalau Yuanran sampai meninggal, kalian harus membayar semua ini!” Selesai bicara dia pun membaringkan Yuanran kembali dengan lembut lalu melihat ke arah selimutnya dengan tatapan canggung, lalu dia bertanya, “Selimut ini sudah rusak, kenapa masih belum diganti?”
Seorang pelayan istana pun berjalan dengar gemetaran ke arah Kang Yong lalu berkata dengan nada takut, “Kaisar, ini barang pemberian Permaisuri.”
“Dasar kurang ajar, pasti wanita itu yang melakukan semua ini, pasti dia menggunakan ilmu sihirnya pada Yuanran-ku. Cepat datang, buang semua barang pemberian Permaisuri dan bakar semuanya sampai habis.” Kalau benar-benar Qin Ruojiu yang melakukan semua ini, tentu sja mereka harus bakar semua barang-barang pemberiannya dan pemberian selir lainnya. Apakah penyakit Yuanran akan sembuh setelah semua pemberian Qin Ruojiu diberikan?
“Baik, aku akan melakukannya sekarang!”
Setelah mendengar perintah dari Kang Yong, semua pelayan istana pun panik dan sibuk mengeluarkan semua barang di kamar itu dan menggantikannya dengan barang yang baru untuk Yuanran.
__ADS_1
Pada saat itu, Zhuo Ying pun masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ke arah Kang Yong yang sedang marah itu lalu membungkuk dan bertanya, “Kaisar, ada masalah apa, sehingga Kaisa memanggilku kemari?”
Kang Yong pun mengerutkan keningnya lalu melihat ke arah Zhuo Ying dan berkata dengan nada dingin, “Cepat bakar semua barang yang diberikan Permaisuri dan selir lainnya. Lalu cari tahu, kutukan apa yang diberikan Permaisuri kepada Selir Mulia.”
“Baik ….” Walaupun dia merasa semua masalah ini tidak ada hubungan dengan Permaisuri, tetapi karena ia hanyalah bawahan Kaisar, jadi dia juga tidak punya hak untuk membantah. Dia tidak dapat mengatakan apa-apa dan hanya bisa menuruti perintah Kaisar dan mencari petunjuk pada semua barang yang diberikan Permaisuri.
Setelah Zhuo Ying mundur, Kang Yong melihat ke arah kasur yang ada di kamar itu dengan tatapan yang sangat dingin sambil mengerutkan keningnya. Ada rasa sedih yang tidak bisa ia utarakan.
Lalu dia pun menarik nafas dalam-dalam lalu menurunkan kedua tangannya ke belakang dan berjalan keluar dari Pavilion Xiaoyang dengan cepat.
Udara dingin dan rasa lapar di tengah musim dingin itu pun menyadarikan Qin Ruojiu.
Saat membuka mata, ia melihat kegelapan yang tak berujung. Terdengar suara tikus yang mencicit, kadang-kadang ada dua ekor dari tikus-tikus itu yang lebih gemuk dan pemberani yang suka menunjukkan keberadaannya pada Qin Ruojiu dengan merangkak ke atas tubuhnya.
__ADS_1
Qin Ruojiu pun terkejut, sehingga ia mencoba menendang mereka beberapa kali. Tetapi sepertinya tikus-tikus ini sudah terbiasa bergaul dengan para tahanan, jadi mereka sudah tidak takut pada manusia. Tikus-tikus itu malah seakan begitu sombong, merangkak ke tubuhnya tanpa rasa takut.
Qin Ruojiu pun tertawa dingin dan merasa sedih, bahkan tikus pun menindasnya. Dia memeluk kedua kakinya dan bersembunyi di sudut sel itu. Dia pun melihat ke arah tikus yang sedang melihatnya dengan tatapan bahagia dan puas, seolah menyembunyikan sebuah konspirasi yang tidak diketahui manusia.
Di saat dia merasa tidak berdaya dan benar-benar pasrah itu, tiba-tiba dia mendengar langkah kaki seseorang yang berjalan menuju ke arah selnya.
Mendengar suara itu Qin Ruojiu langsung ketakutan dan bertanya, “Siapa?”
Meskipun dia bertanya, tetapi di dalam hatinya dia sudah ada firasat kalau yang datang kali ini sepertinya Kaisar Zhaolie yang berhati dingin dan mengerikan itu. Dia pasti mau menyiksanya lagi.
Berpikir sampai di sana, Qin Ruojiu pun mengerutkan keningnya dan mulai merasa takut dan sedih di dalam hatinya.
Suara langkah kaki itu pun terdengar semakin dekat. Qin Ruojiu merasa takut tetapi dia juga sudah tidak sabar, ia berusaha untuk beranjak berdiri dan berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Lalu, perlahan-lahan bayangan orang itu pun terlihat semakin jelas di depannya.