
Hello! Im an artic!
Sekujur tubuh Bei Fengchen berkedut sakit setelah mendengar ucapan ini, sepasang matanya sedikit terangkat, menatap Leng Bingxin dengan getir dan berkata: “Lalu bagaimana denganmu?”
“Aku… Haha…” Leng Bingxin mendongak dan tertawa keras, Leng Bingxin memaksa air matanya agar tidak menetes, dia kemudian berkata: “Aku sudah diracuni dan mati sejak lama, atau mungkin racunnya itu sudah begitu banyaknya hingga tidak jelas. Terhadapmu, bisa dikatakan ini adalah balas budi terakhirku. Membalas budi atas perawatanmu padaku selama satu setengah tahun ini, perawatan tanpa mempedulikan segalanya selama satu setengah tahun demi wajahku ini.”
Hello! Im an artic!
Ada sedikit cahaya kecewa yang terlintas di tatapan mata Bei Fengchen, akhirnya dia menanyakan kalimat yang dirinya sendiri tidak bisa mengerti: “Apa benar hanya karena ini?”
“Pangeran, apa lagi yang kamu inginkan?”
Menanggapi pertanyaannya, Bei Fengchen dengan panik mengalihkan tatapannya dan berkata: “Tidak ada.”
“Jika begitu, maka bisakah Pangeran memberitahuku apa yang harus kulakukan selanjutnya?”
Hello! Im an artic!
“Selanjutnya, aku akan mengirimmu ke sisi musuh terakhirku.”
Benar saja, Leng Bingxin lalu tersenyum: “Siapa?”
__ADS_1
“Kaisar Zhaolie!”
“…”
Wajah Leng Bingxin seketika pucat, dalam ingatannya, nama itu muncul beberapa kali lalu dengan susah payah dikubur lagi olehnya. Pada saat ini, nama itu diucapkan dengan begitu jelas dari bibir Bei Fengchen, jantung Leng Bingxin mencelos, tubuh kurusnya itu sedikit lepas kendali dan terhuyung beberapa langkah ke belakang.
Kegembiraan masa lalu, kekejaman masa lalu, keromantisan masa lalu, sumpah masa lalu, air mata masa lalu, semua itu menerjangnya dan menghantamnya bagai hembusan angin.
Setelah sekian lama, Leng Bingxin mengertakkan gigi dan bertanya: “Maksudmu Kaisar Negara Kangqing? Kang Yong?”
“Ya!”
“Kamu tidak bersedia?”
Bersedia? Tidak hanya tidak bersedia, Leng Bingxin sudah berpikir bahwa dirinya pasti akan bertemu lagi dengannya suatu hari nanti, tapi dirinya tidak menyangka akan terjadi dalam situasi seperti ini.
Ya, apa dirinya takut? Tidak takut, karena dia sudah bukan lagi Qin Ruojiu, tapi adalah Leng Bingxin!
“Apa Liqing masih tidak cukup? Mengapa aku harus pergi?”
“Liqing adalah Tuan Putri, dia sudah pasti adalah orang Kaisar, dan jika kamu pergi, maka kamu adalah satu-satunya orangku!”
__ADS_1
“Haha, apa menurutmu jika mengirimku ke Negara Kangqing maka Kaisar Zhaolie akan jatuh cinta padaku? Kudengar Liqing adalah wanita tercantik di Negara Beifeng ini!”
“Aku percaya dengan kecantikanmu itu, Kaisar Zhaolie pasti tidak akan mencintai Liqing.”
“Haha…” Leng Bingxin kembali tertawa, tawanya ini terdengar memilukan. Apa Bei Fengchen tahu bahwa pria itu dulu memaksanya hingga tidak memiliki jalan hanya demi Liqing? Menyiksanya hingga lebih baik mati dibanding hidup, keguguran, parasnya rusak, melompat dari tebing, semua itu hanya demi Liqing!
Sekarang Bei Fengchen malah membiarkan dirinya yang terlahir kembali, dengan wajah yang sama, pergi untuk merampas cinta dari Liqing? Bukankah ini tidak masuk akal?
Tiga hari kemudian, Bei Fengchen mengunjungi Putri Liqing dengan status sebagai Pangeran Xiang, mulai mengatur rombongan untuk pergi ke Negara Kangqing.
Dalam perjalanan ke sana, mereka mengetahui bahwa Ziyue yang sudah tidak tahan dengan siksaan kejam di penjara akhirnya bunuh diri dengan menggigit lidahnya sendiri.
Mungkin di mata semua orang, Ziyue bunuh diri dengan menggigit lidahnya, tapi di mata Leng Bingxin tidak seperti itu.
Sebelum itu, jenis siksaan seperti apa yang tidak bisa diterimanya, mengapa dia malah bunuh diri dan menggigit lidahnya pada saat ini?
Karena Ziyue sudah putus asa, dia tahu bahwa dia tidak akan pernah memiliki hubungan dengan Bei Fengchen lagi, jadi dia memilih menggunakan metode kematian yang ekstrim seperti ini untuk mengakhiri nyawanya.
Dari awal sampai akhir, Bei Fengchen tidak mengucapkan sepatah kata pun setelah menerima berita itu.
Tapi Leng Bingxin bisa melihat jejak kesedihan di tatapan mata Bei Fengchen yang jernih. Bei Fengchen akhirnya merasakan sedikit sakit hati atas kematian Ziyue. Jika begitu maka Ziyue seharusnya sudah tidak memiliki dendam. Dan ketidakpuasan Leng Bingxin pada Bei Fengchen dikarenakan Ziyue sebelum kematiannya, sudah menghilang sepenuhnya pada saat ini.
__ADS_1