Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 432 Nama Aslimu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dibanding seperti itu, Leng Bingxin selalu mengingatkan dirinya sendiri akan situasi dan nasibnya saat ini. Bahkan meski pada saat nasib buruk itu tiba, setidaknya dirinya memiliki persiapan hati.


Mendengar jawabannya yang begitu dalam, Runxue berkata dengan sedikit kecewa: “Benar juga, A’chou, kenapa mereka memanggilmu A’chou?” Runxue pernah mendengar dari orang lain yang pernah bekerja bersamanya bahwa paras A’chou dirusak oleh orang lain, A’chou adalah wanita yang sangat jahat dan kejam, tetapi setelah bersosialisai bersama belakangan ini, Runxue menemukan bahwa A’chou tidak seperti yang mereka katakan, meski jarang bicara tapi kebaikan hatinya itu bisa terlihat.


Hello! Im an artic!


Beberapa waktu lalu dirinya ingin menanyakan beberapa pertanyaan mengenai mala lalunya, tapi Runxue takut hal itu akan menyakitinya jadi dirinya tidak bertanya. Sekarang, Runxue tahu bahwa A’chou bukanlah tipe orang yang perhitungan dan berhati sempit, jadi Runxue mengumpulkan keberanian untuk bertanya.


Leng Bingxin mendengarkan ucapan polos dan tidak memiliki maksud permusuhan sama sekali, tatapan matanya sedikit terangkat, bubur yang ada di tangannya juga sudah sedikit dingin.


Leng Bingxin menghela napas dan berkata: “Karena aku sangat jelek, jadi orang lain memanggilku A’chou.”

__ADS_1


“Sangat jelek?” Runxue terpaku, bagaimanapun dilihat, A’chou tidak terlihat sangat jelek, bahkan mesti tertutup oleh kain, hanya dengan sepasang mata itu saja sudah bisa membuat orang merasa bahwa dia itu sangat cantik.


Hello! Im an artic!


Ya, matanya itu sangat unik, seperti glasir berwarna yang melihat masa lalu duniawi, membuat orang lain ingin menatapnya kembali, tidak bisa menahan diri untuk tidak tenggelam dalam mata itu.


Ini adalah hal yang baru disadari oleh Runxue setelah bersosialisai selama beberapa hari terakhir.


“Ya, sangat jelek.” Leng Bingxin mengatakan ucapan ini hampir seperti bergumam pada dirinya sendiri, kemudian dia menundukkan kepalanya dan dengan pelan menggigit rotinya, makanannya terasa hambar.


Mata seperti itu, tidak tahu apa yang telah dilaluinya hingga menjadi seperti ini. Runxue tahu bahwa masa lalunya itu sudah pasti tidak biasa.


Tapi dia juga berpikir bahwa A’chou itu sudah pasti baik hati, karena matanya itu bisa memberitahu semua orang bahwa orang yang terluka adalah dirinya. Bahkan meski dia mencoba untuk menyembunyikannya setiap saat, tapi hal itu sudah terjadi dan memang pernah terjadi, bagaimanapun juga hal itu tidak dapat dihapus.

__ADS_1


Ketika Leng Bingxin kembali mendongak lagi, Runxue sedang diam-diam menatap dirinya, tatapan mata itu sangat asing, bukan tatapan yang seharusnya dimiliki oleh gadis yang lugu.


Leng Bingxin menatapnya dengan sedikit heran: “Kenapa?”


Gadis kecil itu segera menggelengkan kepalanya, berpura-pura santai dan berkata: “Tidak apa-apa, A’chou. aku hanya ingin bertanya padamu, apa kamu menganggapku sebagai teman?”


“Ya, kenapa?”


“Kalau begitu apa kamu bisa memberitahuku nama aslimu?”


“Nama asli?” Nama asli… Sepertinya dirinya telah menerima begitu saja bahwa dirinya telah menjadi A’chou belakangan ini, nama aslinya, entah sejak kapan dirinya sudah… hampir melupakannya! Masa lalu yang tak tertahankan itu, masa lalu yang membuat hatinya merasa sakit.


Runxue yang pintar dalam sekilas bisa melihat rasa sakit yang tersembunyi di mata Leng Bingxin, seketika langsung membuat gelombang besar, menyebabkan sepasang mata yang indah itu tertutup oleh lapisan kabut.

__ADS_1


Saat itu juga Runxue yang merasa tidak enak karena bertanya terlalu banyak, bergegas mengambil sepotong daging dan memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri, diam-diam memaki dirinya sendiri karena megucapakan kalimat yang salah. Di saat bersamaan, untuk menghiburnya, Runxue dengan sengaja mengubah topik pembicaraan dan berkata: “A’chou, kamu benar-benar tidak beruntung, daging ini sangat enak. Hehe, apa kamu tahu kenapa kita bisa memakan daging ini hari ini?”


Leng Bingxin sepertinya memahami maksud Runxue, seketika dirinya langsung menghilangkan emosi sedihnya, tersenyum samar dan berkata dengan suasana hati yang bahagia: “Benar juga, jika kamu tidak mengatakan hal ini, aku bahkan melupakannya. Hari ini hari apa? Kenapa tiba-tiba bisa memakan daging? Apa ada acara bahagia?”


__ADS_2