
Hello! Im an artic!
Benar-benar paling sulit menebak hati Kaisar, detik sebelumnya masih berkata memperingatkannya bahwa dia tidak ingin menemui siapapun, detik berikutnya Kaisar malah mengancam akan mematahkan kakinya jika tidak bergegas mengundang Tuan Liu Yuan masuk ke dalam. Apa mungkin orang biasa bisa melayani orang semacam ini? Karena itu para Kasim yang bekerja sebagai utusan di Istana harus memiliki nyali yang besar, jika tidak, ketika mereka ketakutan, bagaimana mereka bisa hidup?
Ketika tubuh tua Liu Yuan memasuki aula Istana, sebelum dia sempat berlutut, Kaisar Zhaolie sudah melangkah maju, meraih kerah pakaiannya, menatap wajah tua yang keriput itu lalu berkata: “Katakan padaku, apa yang tertulis di dalam surat itu benar?”
Hello! Im an artic!
Liu Yuan pada awalnya terkejut, kemudian setelah dia bereaksi, dia berkata dengan menghela nafas berat: “Menjawab Kaisar, itu benar. Putri Liqing sudah menunggu Kaisar selama bertahun-tahun, selalu berharap Kaisar bisa menikahinya. Tapi 2 hari yang lalu, Kaisar menghancurkan semua harapannya. Jadi dia … ”
“Dia kenapa? Cepat katakan!”
“Kaisar, Putri Liqing telah mencapai usia pernikahan 5 tahun lalu, tapi dalam 5 tahun terakhir dia terus menunggu Kaisar dan sudah melewatkan masa mudanya, tapi dia tidak pernah mengeluh. Bahkan orang-orang di Negara Beifeng selalu menertawakannya, menertawakannya dan memanggilnya perawan tua, dia tidak peduli dan terus dengan bodohnya menunggu keputusan Kaisar. Bertahun-tahun ini, dia terus menunggu Kaisar, bahkan meski harapannya itu kosong tahun demi tahun, tapi dia selalu merasa bahwa Kaisar pasti akan menikahinya, jadi dia terus hidup dengan penuh harapan. Tapi sekarang, setelah mengetahui semua ini, mimpi terakhirnya juga sudah hancur, pukulan besar seperti itu hanya akan mengantarnya ke jalan buntu!” Liu Yuan berkata hingga kalimat terakhir, dia dengan sengaja memperpanjang kalimat itu, demi menunjukkan kecintaan dan juga keluhan Putri Liqing.
__ADS_1
Ketika Kaisar Zhaolie mendengar ucapan itu, matanya dipenuhi dengan kebingungan. Tiba-tiba benaknya teringat kembali akan kejadian 5 tahun lalu, ketika pertama kalinya dirinya bertemu dengan Liqing.
Hello! Im an artic!
Liqing sangat cantik seperti Dewi yang tidak tahu menahu mengenai dunia fana, kecantikannya itu sangat alami, begitu cantik hingga membuat orang lain merasa tercekat.
Sepertinya semua pria di dunia ini akan jatuh cinta padanya pada saat mereka melihatnya. Di pertemuan itulah, Kaisar Zhaolie pernah berjanji pada Liqing bahwa dirinya pasti akan menikahinya di kemudian hari.
Sejak saat itu, mereka tidak pernah bertemu lagi, tapi momen cinta saat itu merupakan janji seumur hidup.
Kali ini dirinya malah mengecewakan Liqing. Setelah menjadi Kaisar, dirinya malah tidak memenuhi janjinya, dirinya memang benar-benar pantas mati.
Dalam surat itu, Liqing masih mencintai dirinya seperti saat pertama kali bertemu, penantian selama bertahun-tahun akhirnya sia-sia, ini sudah membuatnya perlahan runtuh, sekarang dia sudah putus asa, selain menyelesaikan dengan kematian, dia sudah tidak memiliki wajah dan kehormatan lagi.
__ADS_1
Hati Kaisar Zhaolie kembali terasa sakit. Dalam benaknya muncul wajah wanita lain yang juga sama cantiknya, tapi wanita itu malah mengkhianatinya berkali-kali. Sepasang mata yang dingin dan kesepian itu tidak pernah terlihat begitu mencintainya tanpa penyesalan seperti Liqing. Yang satu menggunakan kematiannya sendiri untuk bersama dengannya, yang satunya lagi menggunakan kematiannya karena ingin melarikan diri darinya.
Pilihan apa yang harus dibuatnya?
“Kaisar, kali ini kekuatan Negara Beifeng sudah berada di luar jangkauan kita, jika Kaisar tidak menikahi Putri, apa Kaisar tega melihat Putri meninggal? Atau Kaisar tega melihat Negera Kangqing ini tertelan sedikit demi sedikit?” Ucapan Liu Yuan itu berlarut-larut dan begitu panjang. Dengan membawa makna pahit, dia bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai kelompok pejabat yang berbudi luhur.
Kaisar Zhaolie berbalik, alis tampannya itu berkerut dalam, dia akhirnya membuat keputusan sulit setelah hening selama 3 detik.
Tiba-tiba Kaisar Zhaolie berteriak dengan nada marah dan juga penuh kesedihan: “Liu Yuan, dengarkan titahku!”
Liu Yuan berlutut di lantai dengan penuh semangat, pria tua itu berkata dengan gemetar: “Aku mendengarkan!”
“Demi melindungi para rakyat di Negara Kangqing, demi menjaga perdamaian serta kemakmuran serta mencegah agar perang di antara kedua Negara tidak terjadi lagi, jadi Negara Kangqing bersedia membentuk aliansi dengan Negara Beifeng. Aku sepenuhnya setuju dengan persyaratan yang diajukan, menikahi sang Putri dan membunuh… Ratu!”
__ADS_1