
Kaisar Zhaolie sedang mengenakan jubah kerajaan berwarna emas. Tatapan matanya yang dingin itu tertuju pada wanita yang ada di atas kursi kayu itu. Di wajahnya yang dingin dan tidak berperasaan itu tiba-tiba muncul perasaan sedih yang peduli yang bahkan tidak dia sadari.
Cahaya bulan itu pun terpancar melalui celah celah pepohonan dan menerangi dahinya yang halus melalui tirai jendelanya. Cahaya bulan yang hangat itu seperti sebuah kegelapan yang ditutupi kabut. Hari ini dia hanya menyanggul kepalanya dan mengingatkan dengan kain putih. Matanya yang indah itu sedang tertutup dengan rapat. Dari bagian dadanya yang naik turun terlihat jelas dirinya yang sedang menarik nafas dan menghembuskan nafas. Aroma bunga peony yang tertinggal di udara itu juga masih tercium samar-samar, jika tidak ….
Pada saat itu, dia ingin mengulurkan tangannya dan langsung memeluknya. Tetapi dia juga takut perlakuannya itu akan membuatnya terkejut dan terbangun.
Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan yang terjadi hari ini sepertinya menghilang tanpa jejak ketika melihatnya tertidur. Semuanya terlihat begitu damai ketika dia tertidur.
Qin Ruojiu masih tetap tertidur pulas, kemudian dia membaringkan tubuhnya dengan perlahan. Pada saat itu, Kaisar Zhaolie ingin menangkapnya, tetapi dia malah duduk tegak kembali dengan sendirinya sambil memegang kuat dupa yang ada di tangannya. Kemudian dia membiarkan tubuhnya bersandar di atas kursi itu. Dirinya yang ketakutan itu tidur dengan matanya sedikit terbuka.
Melihat Qin Ruojiu yang tertidur dengan begitu menderita dan manis, tiba-tiba Kaisar Zhaolie tidak sengaja mengeluarkan suara ketawa, “Puchi ….”
__ADS_1
Suara tertawa itu tidak keras, tetapi di dalam ruangan yang sepi itu, suara itu terdengar semakin jelas.
Qin Ruojiu yang sedikit terbangun itu pun menggelengkan kepalanya dan melihat ke sekeliling kamarnya.
Ketika dia melihat jelas pria yang ada di depannya, dia pun terkejut dan langsung terbangun.
Ketika dia sadar orang yang ada di depannya itu adalah Kaisar Zhaolie, dia baru sedikit tenang. Wajahnya masih terlihat sedikit gugup dan melihat ke arah Kaisar sambil bertanya, “Kaisar, anda sudah datang?”
Qin Ruojiu segera beranjak berdiri dari kasurnya dan berjalan ke arah Kaisar Zhaolie. Dia langsung melihat ke arah Kaisar dan bertanya, “Bagaimana kondisi Pangeran Kesembilan?”
Alasan semalaman ini dia tidak bisa tidur dan akhirnya tertidur di atas kursi sambil mengambil dupa itu semua karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Kang Yin. Sebenarnya dia ingin mencari tahu sendiri, tetapi teringat sekarang sudah tengah, dia pun tidak jadi mencarinya. Meskipun dia bisa mencari tahu kabar itu sendiri, tetapi dia juga takut hal itu akan membuat Kaisar merasa tidak senang. Maka dari itu dia memilih untuk duduk diam dan terus menunggu kabar tanpa melakukan apa-apa agar dirinya tidak dalam masalah dan dia juga tidak mencelakai orang lain.
__ADS_1
Mendengar Qin Ruojiu bertanya tentang Pangeran Kesembilan, ekspresi wajah Kaisar Zhaolie yang tadinya terlihat begitu ramah itu pun langsung berubah menjadi begitu tegang dan dingin.
Tatapan matanya itu pun terlihat gelap dan suram. Tiba-tiba dia memeluk pinggang Qin Ruojiu yang ramping itu dan menatapnya dengan tatapan mata yang berapi-api. Kemudian ketika Qin Ruojiu masih belum sempat melawan, dia langsung menekan tangannya dengan erat dan membiarkan tubuh mereka berdua menyatu.
Wajah Kaisar Zhaolie pun terlihat begitu dingin bagaikan es, lalu dia bertanya, “Ternyata kamu menunggu sampai selarut ini untuk hal itu?”
Qin Ruojiu yang tadinya melihat dia masih tersenyum hangat itu tiba-tiba berubah menjadi begitu dingin bagaikan iblis dari neraka. Dalam seketika, Qin Ruojiu merasa kesulitan untuk beradaptasi dengannya dan terdiam di tempat. Dia memeluknya dengan erat sampai dia tidak bisa bergerak.
Setelah lewat beberapa saat, Qin Ruojiu baru berbicara, “Sebenarnya apa yang anda lakukan padanya? Tubuhnya masih terluka, kenapa kamu menyuruhnya pulang, apa yang kamu perbuat padanya?”
Mengingat tubuh Kang Yin yang masih terluka itu membuat hati Qin Ruojiu mulai berdebar kencang dan tidak bisa tenang.
__ADS_1