Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 25 Menghukum Dia Berlutut Semalaman


__ADS_3

Terutama Yan’er. Di saat ini, dia ingin menggigit bibir sampai putus, karena dia yang memulai pembicaraan tentang Permaisuri dan Kaisar kemarin itu, sehingga membuat Permaisuri harus ditampar sekarang.


“Phiak”… terdengar suara tamparan yang kuat dari wajah Qin Ruojiu.


Kepalanya sampai berpaling dan ia menahan teriakannya. Pandangan matanya masih tegar dan tidak terlihat menderita ataupun takut. Melainkan siap dan tegar.


Ketenangannya membuat Kang Yong tergoyah. Apa siasat wanita ini? Siasat melukai diri sendiri? Kenapa dia bersandiwara sampai seperti ini? Untuk apa dia menerima hukuman ini, hanya demi kedua dayangnya?


“Phiak…”


Suara tamparan tidak berhenti, sudah belasan tamparan yang melayang, bahkan tangan dayang senior itu pun sakit. Dia menggosok-gosok tangan, lalu menggigit bibir dan melanjutkan tamparannya.


Yan’er dan Xiao Huan pun sangat panik, walaupun bukan mereka yang ditampar, tetapi hati mereka sangat sakit. Setiap tamparan di wajah Permaisuri bagaikan jarum yang menusuk di jantung mereka. Ini membuat mereka sangat menderita.


Qin Ruojiu malah menerima semua itu dengan mata terpejam. Karena wajahnya ditutup cadar, luka pada wajahnya tidak dapat terlihat, tetapi darah hangat sudah mengalir turun dari cadarnya, kemudian menetes di lehernya yang putih itu, sangat mengerikan.

__ADS_1


Setiap tetesan darah itu bagaikan lili merah yang berbunga di alam baka, merahnya seperti api membara, jika dipandang terlalu lama, akan membakar mata.


“Lapor Yang Mulia, hukuman selesai!” 20 tamparan itu membuat telinga Qin Ruojiu berdengung. Tanpa tompangan oleh kedua dayang senior itu, dia pun bagaikan bayi yang tidak ada arwah, ia langsung terjatuh ke sudut tembok.


Kang Yong pun semakin kesal, dia melambaikan lengan bajunya, “Pergi kalian semua… pergi!”


Saat melihat Sang Kaisar yang marah, semua orang disana pun segera pergi, kecuali Qin Ruojiu.


Ia masih tergeletak di lantai, dahinya yang pucat bagaikan bunga epifilum.


Kang Yong jalan kehadapannya, bibirnya melengkung, pandangan matanya menjadi dingin, “Qin Ruojiu, kamu kita dengan begini, aku akan memaafkan mereka?”


“Aku tidak akan mengampuni mereka berdua, kecuali kamu berlutut di depan Istana Zhaolie selama satu malam.”


“Kamu tidak menepati janji!” Qin Ruojiumengeluarkan semua tenaga untuk mengucapkan kalimat ini.

__ADS_1


Kang Yong membalikkan badan, kemudian jalan ke atas ranjang, “Ini adalah kesempatan untukmu. Terserah kamu mau melakukannya atau tidak!”


Tanpa mempedulikan Qin Ruojiu, dia pun berbaring ke ranjangnya.


Qin Ruojiu menahan sakit dan berusaha bangkit, sambil memegang pintu di sampingnya untuk berlutut.


Terdengar suara lutut terbentur yang menembus seluruh istana ini.


Kang Yong yang sedang berbaring pun terkejut ketika mendengar suara itu. Apa? Dia benar-benar berlutut? Dia tidak memikirkan lukanya? Dia mau berlutut semalaman?


Kang Yong tidak menyangka Qin Ruojiu akan berlutut, dengan terkejut, ia membuka tirai. Terlihat Qin Ruojiu yang sedang berlutut di salah sudut yang gelap.


Tubuhnya yang lemah bagaikan bunga yang sudah layu, cadar menutupi wajhanya , menyembunyikan emosinya. Tetapi pandangan yang jernih bagaikan kaca itu terlihat sangat tegar.


Bab Selanjutnya Bab 26 aku Akan Membuatmu Merasa Lebih Baik Mati

__ADS_1


Apa wanita ini sudah gila? Dia sampai berbuat seperti ini hanya demi 2 dayang? Tidak, ini bukan kenyataan, dia bukan wanita yang baik, dia hanya sedang bersandiwara saja!


Kang Yong menatapnya dengan dingin, kemudian kembali berbaring ke atas ranjang. Wanita ini tidak boleh dipercaya, semua penderitaan dia ini baru dimulai, masih jauh dari cukup.


__ADS_2