
Di Istana Zhaolie yang luas ini, terdengar suara yang bagaikan jeritan setan, Kaisar Zhaolie pun merasa kesal, kemudian membentak dengan dingin, “Diam. Kalau ribut lagi, aku akan langsung memengal kalian.”
Kedua dayang itu langsung terdiam, pundak mereka pun gemetaran, berusaha menahan rasa takut di dalam hati mereka.
Setelah mereka diam, Kang Yong meletakkan tangannya ke belakang, kemudian jalan ke samping Xiao Huan dan Yan’er, dan menaikkan alis, “Jawab, siapa yang suruh kalian menyebarkan gosip?”
Interogasi dari Kang Yong membuat Yan’er ketakutan. Ekspresinya benar-benar kaget, dia hampir pingsan.
“Aku… Aku… memang pantas mati, mohon pengampunan Yang Mulia, semua ini karena mulutku yang gatal,” ucap Huan’er sambil memegang bibirnya yang gemetaran.
__ADS_1
Kang Yong melirik kedua orang ketakutan itu, ternyata mereka sedang melihat ke arah Qin Ruojiu. Saat ini, pandangan Qin Ruojiu yang sirna juga sedang menatap Xiao Huan dan Yan’er dengan tidak tega. Karena wajahnya tertutup cadar, orang lain tidak bisa mengetahui isi hatinya.
“Kalau kalian bilang siapa orang di belakang semua ini, aku akan mempertimbangkan untuk mengampunin kalian,” ucap Kang Yong, kemudian pandangan Qin Ruojiu pun melirik ke arahnya. Iya, dia harus mencari tahu siapa yang ada di belakang semua ini, dia ingin membuka kedok wanita yang munafik ini.
Xiao Huan dan Yan’er yang ketakutan, menjawab dengan terbata-bata dan berisak, “Jawab Yang Mulia… ka… kami… tidak diperintahkan… oleh si… siapapun…”
“Apakah wanita ini yang menyuruh kalian menggosip? Memaksa kalian? Jawab, aku akan menegakkan keadilan untuk kalian!” Kang Yong tidak ingin berputar-putar, dia langsung mengarahkan sasaran ke arah Qin Ruojiu.
Hati Qin Ruojiu menjadi dingin, wajahnya pun berubah menjadi tidak enak, tetapi dia tetap memaksa dirinya untuk berusaha tenang. Iya, bukan dia yang melakukan ini, sehingga dia tidak perlu takut. Untuk sekali lagi, dia mengepalkan tangan, merapatkan bibir, bahkan menahan nafas.
__ADS_1
Dalam sesaat, suasana pun menjadi tegang, Xiao Huan dan Yan’er mengangkat kepala untuk menatap majikannya. Saat ini, mereka tidak bisa melihat ekspresinya, tetapi dari pakaiannya yang compang-camping, mereka bisa mengetahui bahwa barusan manjikannya ini pasti juga disiksa.
Kedua dayang itu menggelengkan kepala dan menjawab dengan berisak, “Buk… bukan Permaisuri, kami sendiri… yang tidak bisa… jaga mulut…”
Suasana menjadi hening. Kang Yong dan Qin Ruojiu merasa terkejut. Kang Yong tidak percaya, kalau tidak ada campur tangan Qin Ruojiu dibalik semua ini. Mana mungkin mereka tahu bahwa Kang Yong menyiksa Qin Roujiu sampai terluka hari itu? Kalau bukan Qin Ruojiu sendiri yang cerita, siapa yang akan tahu masalah ini? Hanya saja, Kang Yong masih tidak paham kenapa kedua dayang ini masih saja tidak mau mengungkap kenyataan yang ada! Apakah Qin Ruojiu telah memberikan sesuatu untuk mereka? Atau, Qin Ruojiu memegang titik lemah mereka?
Yang membuat Qin Ruojiu terkejut adalah kedua dayang ini tidak memfitnahnya, walaupun berhadapan dengan kematian. Di saat itu, dia merasa dirinya sedang berada di pinggir jurang, jika kedua orang ini mendorongnya, dia akan terjun ke jurang itu.
Kang Yong sadar kembali, kemudian berkata dengan tatapan dingin, “Hem, darimana kalian tahu aku bertindak kasar terhadap Permaisuri? Bahkan kalian memberitahu semua orang bahwa aku menyiksanya.”
__ADS_1