
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie terdiam karena kata-kata dan pandangannya. Wanita ini hari ini sebenarnya kenapa, bisa-bisanya bicara seperti itu dan melihatnya seperti itu, apakah dia disihir?
Kaisar Zhaolie yang semakin bingung tiba-tiba berjongkok dan mengangkat dagu Qin Ruojiu, “Kamu sudah lihat dengan jelas kamu sedang bicara dengan siapa?”
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu pertama kalinya melihat dia tanpa rasa takut, di balik mata kaisar Zhaolie, Qin Ruojiu bisa melihat rasa sakit dan benci yang bercampur.
Dia berkata: “Aku tahu kamu adalah kaisar, kaisar yang sangat tinggi di atas!”
Sekarang dia sudah tidak peduli dengan identitas kaisar di depannya ini dan tidak peduli dia sekejam apa, paling-paling dia hanya akan dihukum mati saja, apa yang harus ditakuti dari kematian? Bukan hanya tidak menakutkan, tapi kematian akan membuat dia melepaskan semuanya. Dia menenangkan dirinya diam-diam di hatinya seperti ini.
__ADS_1
Tapi instingnya memberitahunya kalau kaisar Zhaolie tidak akan membunuhnya, orang seperti dia hanya akan menyiksanya, menyiksa sampai dia mau tunduk dan meminta ampun dengannya. Lalu pria ini akan merendahkan dan menginjak-injaknya.
Hello! Im an artic!
Cara menyiksa orang seperti ini mungkin hanya akan dilakukan terhadap dirinya saja, kalau tidak, dari dulu dia sudah mendapatkan hukuman yang sama seperti selir Lan dan selir Zhen.
Kaisar Zhaolie berkata: “Kalau tahu ini aku, kenapa kamu tidak memohon dengan aku? Memangnya kamu tega melihat ayah kamu dihukum seperti ini oleh aku?”
Dilihat dari mata kaisar Zhaolie, sepertinya dia mau melihat Qin Ruojiu panik dan mau mendengar dia memohon.
Benar, dia sangat memahami hati kaisar Zhaolie. Dia sudah memahami cara dia menyiksa seseorang seperti apa.
Dia sekarang muncul di depannya hanya karena mau dirinya tunduk kepadanya, tapi sekarang satu-satunya cara yang bisa membuatnya tunduk adalah ayahnya.
__ADS_1
Dia mengira kedatangannya kali ini sudah cukup untuk mengendalikannya? Sayangnya dia tidak tahu, setelah ayahnya datang ke sini, dia sudah mengerti semuanya.
Kaisar Zhaolie merasa Qin Ruojiu seperti sudah yakin kalau dia memiliki pemikiran seperti itu setelah mendengar jawabannya.
Dia bukan orang yang suka dipahami oleh orang lain, terutama dipahami oleh Qin Ruojiu.
Dia semakin menguatkan tangannya, “Benar, kamu sangat pintar, kalau kamu berani memohon untuk ayah kamu, aku akan membuat kamu melihat hasil sebaliknya. Tapi tidak disangka kamu sekejam ini. Apakah demi takhta? Agar kamu bisa terus berada di samping aku? Apakah karena kehormatan yang tidak bisa dilepaskan?”
Mendengar itu, Qin Ruojiu tidak tahu harus berbuat apa selain tertawa terbahak-bahak.
Sambil tertawa, air mata dia juga ikut menetes, dari dulu dia memang adalah orang yang seperti ini.
Dia berkata: “Memangnya kaisar berpikiran aku seperti itu?”
__ADS_1
“Memangnya salah?” suara dia sudah sangat dingin.
“Kalau seperti itu, maka kaisar biarkan aku pergi saja, sudah ada banyak orang yang melayani kamu, tidak perlu seorang wanita yang serakah seperti aku ini!”