
Hello! Im an artic!
Leng Bingxin melebarkan matanya dengan tidak percaya, cermin yang jernih itu memantulkan sosok wajahnya, begitu menawan dan mempesona, berdiri dengan bangga di dunia, seolah-olah seperti seorang Dewi yang turun ke dunia fana, membuat orang lain tidak berani menatapnya. Gaun putihnya seperti salju, dengan rambut panjang yang tergerai, bibir merah merona yang terkatup erat, keindahan dan keanggunan yang tak ada habisnya, benar-benar begitu agung dan mulia.
Wajah yang awalnya hancur itu saat ini sudah sedikit gemuk, putih dan merona, begitu lembut seperti giok dan juga sebening kristal. Bahkan lebih murni dan tanpa cela dibanding dengan giok yang paling murni; lebih lembut dan bening dibanding giok yang paling lembut; lebih menawan dan cantik dibanding mawar yang paling menawan; lebih indah dan jernih dibanding dengan kristal yang paling jernih.
Hello! Im an artic!
Apa…ini adalah mimpi? Leng Bingxin menggelengkan kepalanya, wanita di cermin itu juga melakukan gerakan terkejut yang sama dengannya.
Ketika Bei Fengchen membawa Leng Bingxin ke Istana, dari tatapan mata para pelayan dan kasim yang takjub, Leng Bingxin tahu bahwa dirinya telah dilahirkan kembali.
Hidupnya akan menghadapi perubahan besar kedua.
__ADS_1
Leng Bingxin menanggapi teriakan seruan itu dengan datar, dirinya juga hanya sedikit meremehkan tatapan para penjaga yang menantapnya dengan tatapan mendamba.
Hello! Im an artic!
Setelah mengetahui Ziyue dipenjara seumur hidup, Leng Bingxin hanya memiliki satu permintaan pada Bei Fengchen, yaitu dirinya ingin bertemu dengan Ziyue. Tentu saja bukan dirinya yang ingin bertemu dengan Ziyue, Leng Bingxin ingin Bei Fengchen menemaninya, Leng Bingxin berpikir mungkin ini adalah keinginan terakhir seorang wanita yang begitu mencintainya itu.
Ziyue dipenjara sudah sebulan lalu, dia dulu adalah Selir tercinta Beifeng Funing dan juga wanita tercantik di harem.
Tapi setelah diketahui oleh Ratu bahwa Ziyue memiliki niat untuk membunuh Kaisar, tentu saja Kaisar sudah tidak mempedulikan lagi hubungan mereka, dia dengan tegas menghapus gelarnya dan juga mengurungnya seumur hidup di penjara.
Ya, hari-hari ketika Ziyue menemani Beifeng Funing, tubuh Beifeng Funing berangsur-angsur melemah, seiring berjalannya waktu, Beifeng Funing menjadi kurus kering dan wajahnya menguning, dia sering terbatuk, tidak bisa tidur di tengah malam, dan juga sering terjebak dalam semacam rasa takut yang tak bisa dijelaskan.
Para Tabib Istana di seluruh Istana kekaisaran juga tidak dapat menemukan penyebab penyakit tersebut. Jika bukan karena sang Ratu yang cemburu pada Ziyue lalu mengirim seseorang untuk menyelidiki hal itu, jika tidak maka mereka tidak akan pernah tahu bahwa Ziyue sering memasukkan beberapa obat bubuk ke dalam teh milik Beifeng Funing untuk meracuninya.
__ADS_1
Sejak hari itu, Ziyue menjadi tabu di harem, tidak ada yang berani menyebut nama wanita ini, niatnya sudah diketahui oleh semua orang. Pada hari yang sama, Pangeran Xiang secara pribadi datang menemui Kaisar dan bersujud memohon ampun dikarenakan masalah tersebut.
Bagaimanapun juga Ziyue adalah wanita dari tempatnya, Ziyue ingin membunuh Kaisar, itu adalah kejahatan yang sangat serius, Pangeran Xiang, Bei Fengchen tentu saja juga memiliki tanggung jawab.
Setelah disiksa dengan begitu berat dan diinterogasi, wanita ini masih saja tidak mengungkapkan sepatah kata pun, hanya mengertakkan gigi dan berteriak kencang bahwa Kaisar harus mati.
Beifeng Funing menggunakan penyiksaan yang paling kejam tapi pada akhirnya tetap gagal untuk menginterogasinya dan tidak mendapatkan hasil apapun, jadi dia hanya bisa menyiksa Ziyue dengan hukuman mati dipenjara karena kejahatannya yang keji itu.
Mungkin di mata banyak orang, Ziyue begitu bodohnya.
Seumur hidupnya, dia memiliki cinta tak berujung dari Kaisar, dan juga kemuliaan serta kekayaan yang tak ada habisnya, tapi pada akhirnya dia malah melakukan hal bodoh yang menghancurkan hidupnya. Hal ini membuat banyak orang merasa sangat bingung dan menghela nafas panjang dikarenakan nasib menyedihkan dari seorang gadis cantik.
Mengapa dia ingin membunuh Kaisar? Apa mungkin dia sangat membenci Kaisar saat ini hingga ingin membunuhnya? Atau, sebagai Selir Kaisar, dia tidak tahan dengan sikap Kaisar dan juga kekejaman Kaisar?
__ADS_1
Masalah ini lambat laun menjadi sebuah teka-teki yang sulit dipecahkan, tidak ada yang berani berspekulasi, tidak ada yang berani bertanya terlalu banyak.
Satu-satunya yang memahami semua ini adalah Leng Bingxin, hanya dia yang tahu bahwa seorang wanita bisa mengabdikan sisa hidupnya hanya demi orang yang dicintainya.