Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 841 Apa Menurutmu Aku Akan Mendengarkan Kata-Katamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Baiklah kalau begitu, aku akan tinggal di sini.”


Putri Yongping menggigit bibir tipisnya, terdapat ketegasan pada wajahnya yang cantik itu.


Hello! Im an artic!


Meskipun dalam hati Su Qianhua merasa sedikit tidak berdaya, tapi di permukaan dia masih terlihat tenang dan acuh.


Ya, Su Qianhua sangat memahami temperamen Tuan Putri ini, selama itu menarik perhatiannya, maka tidak ada yang tidak bisa didapatkannya. Jika tahu lebih awal, maka dirinya akan membawa Tuan Putri Yongping menghindari tempat ini dan tidak membiarkannya menemukan tempat ini. Jika benar-benar membiarkan Tuan Putri Yongping bertemu dengan Nona Ye, tidak tahu masalah apa yang akan terjadi.


Dikarenakan mengetahui ada tamu terhormat yang datang kemari hari ini, Yuya yang biasanya selalu berada di sisi Ye Wushuang juga sibuk untuk melakukan pekerjaan pengaturan di kediaman hari ini.


Ye Wushuang merasa bosan di ruangannya sendirian, jadi dia berjalan-jalan di sekitar koridor paviliun, tiba-tiba Ye Wushuang malah mendengar suara kecapi yang begitu jelas dan indah yang datang dari arah Paviliun Fangwu yang letaknya tidak jauh dari tempatnya.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Suara kecapi itu mengalun dengan merdu, dengan pesona seorang gadis muda yang menawan, yang membuat orang yang mendengarnya teringat pada momen yang paling tenang, teringat pada momen yang paling bersinar, dan juga teringat pada tampilan pada awalnya.


Biasanya bukankah Paviliun Fangwu kosong dan tidak ada sosok bayangan yang terlihat sama sekali? Kenapa sekarang malah terdengar suara lantunan kecapi?


Ye Wushuang benar-benar sangat penasaran, Ye Wushuang tidak bisa menahan diri melangkah menuju ke sana untuk melihat.


Ye Wushuang malah melihat seorang wanita asing berpakaian merah yang duduk di luar pintu paviliun, wanita itu sekarang sedang menundukkan kepalanya dan memainkan kecapi dengan serius, sudut matanya yang indah itu dari waktu ke waktu sedikit terangkat naik seiring dengan suara kecapi yang mengalun, ekspresinya terlihat sedikit menawan. Dikombinasikan dengan suara kecapi yang dimainkannya, seketika membentuk pemandangan yang sangat indah.


Wanita itu duduk di sana dan bermain kecapi cukup lama, para pelayan yang membawa barang bawaan di sebelahnya bersikap sangat berhati-hati, seakan tidak berani mengganggunya.


Ye Wushuang awalnya berniat sopan dan berpikir apa dirinya harus menghampiri dan menyapanya lalu memujinya karena permainan kecapinya yang sangat bagus. Hanya sayangnya ketika wanita berpakaian merah itu tiba-tiba mendongak dan menyadari kehadirannya. Mata yang semula masih terlihat manis dan tersenyum itu seketika berubah seperti sedang melihat hantu. Suara “brakk–” dari kecapi terdengar, lalu permainan kecapi itu berhenti tiba-tiba.


Mata memikat itu berubah dari kaget menjadi penuh amarah dalam sekejap, pada akhirnya tatapan mata itu lalu berubah menjadi penuh dengan dendam dan juga aura membunuh.


Ye Wushuang merasa ada sesuatu yang tidak baik, Ye Wushuang merasa dirinya sepertinya telah memprovokasi roh jahat, tanpa sadar Ye Wushuang ingin meninggalkan tempat ini.


Baru saja melangkah, Ye Wushuang mendengar suara dingin seorang wanita dari arah belakang: “Berhenti.”

__ADS_1


Bagaimana mungkin Ye Wushuang mendengarkan perintahnya? Ye Wushuang tidak hanya tidak berhenti, tapi dia juga mempercepat langkahnya.


“Pelayan, tangkap wanita itu.”


Mendengar raungan kemarahan Putri Yongping, para pelayan yang membawa barang bawaannya hampir menyerbu dan mengepung Ye Wushuang.


Ye Wushuang yang sudah hampir keluar dari sana kemudian dihadang, dia berbalik dengan marah dan menyadari bahwa jalan di sekelilingnya sudah diblokir oleh pihak lain.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” Ye Wushuang memaksa dirinya untuk tenang sambil menatap ke arah wanita itu dengan acuh.


Wanita berpakaian merah itu berjalan menghampiri ke arahnya secara perlahan, wajah yang berpadu dengan kecantikan dan daya tarik itu dipenuhi dengan amarah dan senyum yang aneh: “Ratu Qin, kamu ternyata bersembunyi di kediaman Pangeran Ping, haha, ketika mencarimu malah tidak bisa menemukanmu, tapi ketika tidak mencarimu malah bisa bertemu denganmu tanpa mengeluarkan usaha apa pun.”


Ternyata… dia adalah wanita lain yang menganggap dirinya sebagai Qin Ruchen, sebenarnya ada berapa banyak orang yang sudah disinggung oleh Ratu Qin?


Ye Wushuang sudah hampir ingin menangis tanpa air mata, dia lalu menjawab Putri Yongping: “Aku bukan Ratu Qin yang kamu sebut itu.”


“Huh, sudah jatuh di tanganku, apakah menurutmu aku akan mendengarkan kata-katamu?” Putri Yongping menarik bibir merahnya, sepasang mata persik itu berangsur-angsur mengeluarkan niat membunuh.

__ADS_1


__ADS_2