
Hello! Im an artic!
Kasim kecil yang terus berjaga di aula terus menerus berjalan mondar mandir di kedua sisi pintu, dia memegang sebuah surat di tangannya, sama sekali tidak berani melangkah maju.
Sampai buku terakhir di tangan Kaisar Zhaolie diletakkan, Kasim kecil itu akhirnya berjalan menuju ke aula depan, berlutut dan dengan gemetar berkata: “Aku memberi hormat pada Kaisar.”
Hello! Im an artic!
Kaisar Zhaolie perlahan mengangkat kepalanya, wajahnya yang suram itu ditutupi oleh ribuan embun beku, matanya sangat dingin sudah seperti jarum tajam yang menembus langsung ke jantung Kasim kecil itu, tangan Kasim kecil yang berada di lantai mulai gemetar, keringat dingin mengalir di punggungnya.
“Lancang sekali, bukankah aku sudah berkata untuk tidak membiarkan siapa pun masuk, kamu bahkan berani menerjang masuk ke dalam?”
Wajah Kasim kecil itu sangat pucat, matanya sedikit membelalak karena ketakutan, dia bergegas menundukkan kepalanya dan menyembah, berkata memohon belas kasihan: “Kaisar mohon maafkan aku, aku dikirim kemari oleh Tuan Liu Yuan, Kaisar mohon maafkan aku…” Ucapan permohonan Kasim kecil itu seolah-olah dirinya hanya tersisa nafas terakhir, dirinya masih memiliki pergumulan, suaranya terdengar begitu gemetar seolah hidupnya akan segera berakhir.
Kaisar Zhaolie mengabaikan ekspresi ketakutan Kasim itu, matanya masih sedingin besi, dia berkata dengan nada dingin: “Liu Yuan lagi? Sial, katakan saja aku tidak mau menemuinya!”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Aku… Aku sudah berkata demikian… Tapi Tuan Liu Yuan berkata, bahkan jika dia berlutut sampai mati, dia juga ingin bertemu dengan Kaisar!”
Ketika Kaisar Zhaolie mendengar ucapan itu, dia mengangkat alisnya dengan marah. Benar-benar orang yang tidak takut mati, datang lagi untuk mengancamnya dengan menggunakan kematian?
“Baik, kamu katakan padanya, aku akan memenuhi permintaannya, aku akan membiarkan dia mati!”
“…” Mendengar ucapan ini, Kasim kecil itu masih berlutut di tanah dan tidak bergerak, matanya menunduk dengan begitu rendah dan keringat di dahinya mengalir dengan deras.
“Apa kamu tidak mendengar perintahku?”
“Lalu masih tidak cepat pergi?”
“Menjawab Kaisar, Tuan Liu Yuan sudah memberi pesan, sebelum dia meninggal, dia meminta Kaisar untuk melihat ini lebih dulu!”
Setelah selesai berbicara, Kasim kecil itu dengan gemetar mengangkat surat yang ada di tangannya, menatap pria jangkung di hadapannya itu dengan raut wajah pucat.
Wajah Kaisar Zhaolie yang telah melalui berbagai macam pengalaman kehidupan itu, pada saat ini dipenuhi dengan arogansi dan juga aura mendominasi, mata hitam pekat itu terbakar dengan api amarah yang membara, menatap surat di depannya dengan cermat, memikirkan masalah hari ini semuanya terjadi dikarenakan surat, tiba-tiba terdapat lautan badai di dalam hatinya.
__ADS_1
Wanita itu, sekali lagi mengkhianatinya dengan adiknya yang paling disayanginya, mereka ingin melarikan diri darinya bersama-sama. Huh, dirinya tidak akan membiarkan keinginan mereka terpenuhi, dia ingin Kang Yin tidak akan pernah kembali ke Istana, dia ingin Qin Ruojiu terjebak di dalam Istana selamanya, karena Qin Ruojiu menyukai kebebasan, maka dirinya akan memperlakukannya dengan cara mengurungnya.
Mungkin inilah yang menurutnya merupakan hukuman yang lebih baik dibanding membunuhnya.
Jelas-jelas jika melakukan ini maka hatinya harusnya sangat gembira, tapi mengapa ketika memikirkan hal ini, sentuhan kemarahan, kecemburuan dan kebencian yang belum pernah ada memenuhi seluruh kepalanya?
Kaisar Zhaolie dengan dingin menerima surat dari tangan Kasim itu, ketika hendak ingin mencabik-cabiknya, tapi sewaktu tiga kata yang terlihat familiar muncul di surat itu, jantungnya tiba-tiba menjadi tenang seolah-oleh dirinya tersengat listrik.
“Surat Terakhir” … Bukankah tulisan tangan ini adalah tulisan tangan milik Liqing yang sudah lama dirindukannya itu?
Saat itu Kaisar Zhaolie langsung mengesampingkan semua pikiran yang mengganggu di dalam benaknya lalu membuka surat itu dengan kecepatan kilat.
Tidak butuh waktu lama, wajah dinginnya itu mulai berubah menjadi sedih dan khawatir.
Pada akhirnya, Kaisar Zhaolie sudah membelalakkan pupil hitamnya dan berteriak pada Kasim kecil yang berlutut itu: “Cepat panggil Liu Yuan kemari, cepatlah, jika berani bertindak lambat, maka aku akan mematahkan kakimu!”
“Baik… Baik…” Kasim kecil yang masih belum sempat bereaksi itu langsung bergegas bangkit dan berlari keluar.
__ADS_1