Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 66 Aku Tidak Akan Memohon Belas Kasihan Darimu


__ADS_3

Setelah selesai bicara, Kaisar Zhaolie pun berjalan ke samping sel itu dan mengambil sebuah cambuk berukuran 2 meter,lalu tersenyum licik dan mengerikan ke arah Qin Ruojiu. Senyuman yang ada di wajahnya itu terlihat sangat menakutkan.


Setelah melihat itu, Qin Ruojiu pun terlihat panik dan matanya mulai dipenuhi dengan air mata. Qin Ruojiu berusaha untuk mundur, tapi ia malah menabrak sebuah tembok besi yang sangat dingin di belakangnya. Dengan suara yang sedikit bergetar dia bertanya, “Apa yang mau kamu lakukan…”


“Kenapa?” Kang Yong tertawa sinis.


Pada saat ini tatapan matanya pun semakin dingin, lalu dengan senyuman dingin dia berkata, “Katamu, kamu tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah.” Setelah itu terdengar suara, “Piak…” Cambuk itu langsung melayang ke atas tubuh Qin Ruojiu.


Suara itu terdengar seperti suara roh-roh jahat yang membuat setiap orang yang mendengarnya langsung merasa takut dan gemetaran.


Setelah itu, Qin Ruojiu merasakan rasa sakit di punggung dan lengannya. Ada rasa sakit perih dan panas yang dirasakannya, rasa sakit itu membuat kaki tangannya terasa lemas, sampai semua tulangnya itu terasa akan remuk. Qin Ruojiu pun menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakitnya, air matanya mulai mengalir keluar.

__ADS_1


Kemudian, cambuk panjang itu terus melayayang ke arah tubuh Qin Ruojiu tanpa henti. Qin Ruojiu yang tadinya berjongkok dan bersembunyi di ujung sel itu pun berusaha berdiri untuk menghindari.


Kaisar Zhaolie menunjukkan tatapan mata yang kejam. Dia bertanya dengan nada sinis, “Kenapa, takut? Sakit? Cepat berlutut, mau mohon ampun? Coba saja memohon ampun ….”


“Ah ….” Sebuah pukulan cambuk mendarat di tubuh Qin Ruojiu. Tubuh Qin Ruojiu mulai berdarah. Sekarang dia terlihat seperti seekor binatang buas yang dikurung dan disiksa di dalam sel tahanan dan sama sekali tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan. Dia hanya bisa menahan pukulan kejam dari pria kejam ini.


“Haha ….” Kang Yong pun tertawa dingin. Tetapi suara tawanya itu malah membuat orang yang mendengarnya merasa takut. Lalu dia berteriak dengan keras, “Manusia sampah, cepat berlutut!”


Dia memilih untuk menahan semuanya.


Qin Ruojiu berkata, “Aku tidak akan memohon belas kasihan darimu, tidak akan, sampai mati pun tidak akan ….”

__ADS_1


Qin Ruojiu begitu teguh dan pantang menyerah. Pada saat itu, dia pun menatap Qin Ruojiu dengan muram dan marah. Dia mengangkat cambuk itu tetapi tidak lagi melayangkan cambuk itu ke tubuh Qin Ruojiu. Kang Yong melihat ke arah luka yang ada di atas tubuh Qin Ruojiu. Darah segar mulai mengalir keluar dari luka itu dan menetes ke lantai. Darah merah itu terlihat begitu cerah, seperti sekuntum bunga mawar yang sedang gugur, tiba-tiba Kang Yong yang melihat itu merasa sedikit sedih dan tidak rela.


Pada saat itu, di hati Kang Yong yang dingin dan tidak berperasaan itu tiba-tiba muncul perasaan iba. Dia merasa iba dengan wanita yang ada di hadapannya itu, dia merasa tidak tega untuk menghantamkan cambukan itu ke tubuhnya lagi.


Tetapi, ketika dia teringat dengan wanita yang baru kehilangan anaknya, wanita yang sedang terbaring di atas kasur dalam keadaan kritis, Yuan Ran yang terlihat begitu pucat dan tidak berdaya, hatinya tiba-tiba merasakan sakit yang dahsyat.


Saat itu, amarah di dalam hati Kaisar Zhaolie pun mulai meluap lagi. Dia mengepalkan tangannya dengan erat dan melihat tajam ke arah Qin Ruojiu yang tidak berdaya di depannya itu. Di dalam matanya itu terlihat tatapan matanya yang begitu menakutkan. Setelah itu dia pun menaikkan tangannya lagi dan melayangkan cambuk itu ke tubuh Qin Ruojiu tanpa aba-aba sama sekali.


Qin Ruojiu menutup kedua matanya. Bulu matanya yang lentik itu tertutup dengan perlahan seperti sayap kupu-kupu. Benar, dia sedang menahan rasa sakit dari kekejaman pria tidak berperasaan ini padanya.


Ketika cambuk itu hendak mendarat ke tubuh Qin Ruojiu, tiba-tiba Zhuo Ying langsung berlari masuk ke dalam dan hatinya terasa sakit ketika melihat Qin Ruojiu disiksa seperti itu. Lalu dia pun berteriak, “Kaisar, tunggu sebentar, ada yang hendak aku laporkan.”

__ADS_1


__ADS_2