Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 865 Teman Yang Sudah Lama Tidak Bertemu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Jika ingin mati, maka dirinya harus mati dengan jelas.


Mustahil Ji Xingfeng merubah sikap 180 derajat padanya, sudah pasti ada alasan di baliknya.


Hello! Im an artic!


“Yuya, coba ingat kembali baik-baik. Ini sangat penting bagiku.” Diriya pasti mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal ketika sangat lapar, jika tidak, bagaimana mungkin Ji Xingfeng bisa seperti ini?


Melihat Ye Wushuang yang begitu serius, Yuya kemudian jatuh ke dalam ingatannya yang paling dalam.


Butuh waktu lama akhirnya Yuya mengerucutkan bibir merahnya lalu mengucapkan kata demi kata: “Sebenarnya Nona juga tidak mengatakan apa-apa.”


“Tidak mungkin, jika tidak mengatakan apa-apa, lalu mengapa Pangeran Ping melepaskanku dengan begitu mudah?”


Hello! Im an artic!


“Aku juga tidak tahu, tapi aku ingat Nona samar-samar sepertinya memanggil nama seseorang.”


“Nama seseorang?” Ye Wushuang terkejut, tatapan matanya berubah menjadi serius dan ragu-ragu.


Yuya mengangguk, menggunakan jari telunjuk kanannya lalu menunjuk ke bibirnya, memikirkan kembali lalu berkata: “Sepertinya, Nona memanggil… memanggil Jingtian.”

__ADS_1


“Jingtian…”


Hati Ye Wushuang bergetar, nama yang berada jauh di dalam memorinya yang paling dalam, apa dirinya benar-benar memanggil namanya? Raut wajah Ye Wushuang dalam sekejap berubah menjadi pucat, tatapannya menoleh ke arah Yuya dengan sangat khawatir dan berkata: “Lalu apa lagi yang kukatakan?”


Melihat penampilan Ye Wushuang yang seperti itu, Yuya menggeleng kepalanya dengan sedikit ketakutan: “Tidak ada lagi, Nona hanya memanggil nama itu saja, tidak ada yang lain lagi.”


Saat ini, hati Ye Wushuang akhirnya sedikit merasa lega, lalu berkata dengan ekspresi sedikit sedih dan kecewa: “Apa benar-benar tidak ada yang lain?”


“Tidak ada, tapi Nona… siapa Jingtian ini? Kerabatmu? Atau…”


Yuya yang takut dirinya salah berbicara akhirnya tidak berani lagi mengatakan lebih banyak, Yuya hanya dengan hati-hati menantikan jawaban Ye Wushuang.


Ye Wushuang hanya memalingkan kepalanya dengan lemah, mencoba menutupi kesedihannya: “Bukan, hanya teman yang sudah lama tidak bertemu.”


Ye Wushuang tersenyum getir: “Bisa dikatakan demikian.”


“Ternyata begitu, tidak heran Nona memanggil namanya saat Nona merasa sangat menderita.”


“Yuya…”


“Ya?”


“Ketika aku memanggil nama Jingtian, selain dirimu, siapa lagi yang ada di sana?”

__ADS_1


“Masih ada Pangeran Ping.”


“Apa……” Raut wajah Ye Wushuang seketika kembali menjadi tidak enak dilihat, detik berikutnya, Ye Wushuang dengan panik meraih tangan Yuya dan berkata: “Apa ada yang dikatakannya pada saat itu?”


Yuya merasa bingung akan reaksi Ye Wushuang yang begitu emosional: “Tidak ada, Pangeran Ping sangat tenang pada saat itu dan tidak mengatakan apa-apa. Sepertinya Pangeran tidak terlalu mendengar dengan jelas nama yang Nona sebut itu.”


“Benarkah?”


“Ya. Nona tidak perlu khawatir, bahkan jika Pangeran mendengarnya, Pangeran juga tidak tahu siapa orang itu, Pangeran juga tidak akan melakukan apa pun pada Nona.”


Mendengar kalimat penghiburan Yuya, Ye Wushuang juga merasa dirinya terlalu khawatir.


Jingtian, ada begitu banyak orang yang bernama Jingtian di dunia ini…Ji Xingfeng seharusnya tidak mendengar ucapannya bukan? Bahkan jika mendengarnya, Ji Xingfeng juga tidak akan terpikir pada penguasa Kota Wuyou, She Jingtian.


Setelah selesai sarapan, Ye Wushuang tidak pergi kemana-mana dan merasa bosan di ruangannya. Jadi Ye Wushuang hanya dengan sabar membaca buku-buku kuno untuk menghabiskan waktu.


Pada saat ini, Yuya tiba-tiba menerjang masuk ke dalam, raut wajahnya sedikit panik: “Nona Wushuang, cepat bangun dan rapikan dirimu.”


Mendengar kalimat yang tidak jelas ini, wajah cantik Ye Wushuang hanya menunjukkan ekspresi keraguan, kemudian Ye Wushuang bertanya dengan tenang: “Ada apa?”


“Pangeran Ping datang kemari.”


Kalimat itu seketika membuat Ye Wushuang merasa tegang, jari putih ramping yang sedang membalikkan halaman buku kuno seketika langsung terpaku. Ye Wushuang mengerutkan keningnya sambil berpikir, apa yang seharusnya datang pada akhirnya memang tidak bisa dihindari.

__ADS_1


“Nona Wushuang… apa yang harus kita lakukan sekarang?” Yuya tidak tahu apa tujuan kunjungan Pangeran Ping, seketika ekspresi Yuya menjadi gugup dan takut.


__ADS_2