
Tiba-tiba.
Qin Ruojiu merasakan sakit di bagian perutnya. Kemudian ada cairan hangat yang mengalir keluar dari kakinya. Cairan itu berbau amis dan mengotori seluruh rok yang sedang dia kenakan. Pada saat itu nafasnya pun terasa sesak dan dia terus berusaha untuk bernafas.
Darah berwarna merah pekat mengalir deras dan tampak mengerikan itu terus mengalir keluar.
Pada saat itu, ujung bibir Qin Ruojiu masih bergetar dan nafasnya masih belum stabil. Perasaan ketakutan dan sedih yang dia rasakan tadi itu masih belum hilang.
Anaknya, sudah tiada. Tetapi, Qin Ruojiu tidak menyesal. Kalau saja anak itu tahu, demi nyawaNYA, ada begitu nyawa yang harus dikorbankan, Qin Ruojiu percaya anak itu juga tidak akan menyalahkannya.
Lagi pula ayahnya sendiri bahkan tidak sayang padanya, apa artinya kalau dia benar-benar dilahirkan di dunia ini? Mungkin membiarkan dia meninggal sebelum dilahirkan itu adalah pilihan terbaik.
__ADS_1
Pada saat itu, badan Qin Ruojiu pun terasa tidak bertenaga. Dia pun terbaring di atas lantai yang penuh itu dengan darahnya yang terus mengalir keluar. Perlahan, dia merasa kesadarannya pun mulai menghilang.
Kaisar Zhaolie langsung menggendongnya dan terus menggoyang-goyangkannya. Dengan mukanya yang penuh amarah, dia berkata, “Dasar wanita murahan, berani-beraninya kamu membunuh anakku. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.” Selesai bicara, dia pun mencekik leher Qin Ruojiu sampai dia tidak bisa bernafas pada saat itu.
Pada saat itu mata dan mulut Qin Ruojiu pun terbuka. Di dalam matanya itu tidak terlihat perasaan takut sama sekali dan hanya terlihat tatapan kesal. Selain itu dia pun tersenyum dingin, seolah sedang mengejeknya.
Setelah melihat Qin Ruojiu kesakitan, Kaisar Kang Long bukannya menghentikan gerakannya, tetapi dia malah menambah tenanganya dan menjadi semakin brutal.
Qin Ruojiu sudah kesakitan karena pukulan tadi, ditambah lagi dengan tindakan Kaisar Kang Long yang brutal, sekujur tubuh Qin Ruojiu pun membiru.
Di depan pintu, tiba-tiba muncul seorang pria berpakaian putih. Setelah melihat situasi di dalam kamar, pria yang terlihat baik hati itu pun langsung mengerutkan keningnya dan berteriak, “Kaisar, apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan dia ….”
__ADS_1
Kaisar Zhaolie sudah kehilangan akal sehatnya pada saat itu. Tidak ada lagi orang lain yang bisa membuatnya merasa begitu kesal selain wanita ini. Dia tidak akan melepaskan wanita ini!
“Ah ….” Qin Ruojiu berteriak kesakitan. Tangannya pun menggenggam bahu Kangyong dengan erat, sampai-sampai kukunya itu menusuk ke dalam dagingnya dan mengeluarkan sedikit darah.
Kemudian, pandangan Qin Ruojiu menggelap dan di dalam ingatannya itu hanya ada wajah seorang pria yang mengerikan. Pria ini mendekatinya dengan perlahan dan berusaha untuk mencekiknya sampai mati. Qin Ruojiu pun ketakutan dan terjatuh ke lantai dan berusaha untuk melarikan diri. Tetapi setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi dan kesadarannya hilang ….
Setelah melihat Qin Ruojiu pingsan tidak sadarkan diri, Kang Yin tidak peduli lagi dengan hirarki di mana statusnya lebih rendah lagi Kaisar Zhaolie, ia langsung mendorong kakaknya itu ke samping.
Dia langsung menggendong Qin Ruojiu ke dalam pelukannya dan melihat ke arah lantai yang dipenuhi dengan darah. Dengan wajah yang penuh belas kasihan dan sedih dia berkata, “Kakak, apa kamu mau membunuhnya?”
Setelah melihat adik ke sembilannya datang, Kaisar Zhaolie yang tadinya kehilangan akal sehatnya itu baru tersadar. Di dalam tatapan matanya terdapat rasa sakit yang sangat dalam seolah dia hendak menelan wanita yang ada di dalam pelukannya itu, “Wanita ini sudah membunuh anakku, dia harus mati.”
__ADS_1
“Kaisar, jangan menggerakkannya lagi. Dia sudah dalam keadaan kritis. Kita harus cepat membawanya pergi mencari Tabib.” Ketika melihat nafas wanita yang ada di dalam pelukannya itu sudah terlihat begitu lemah, tiba-tiba hati Kang Yin terasa sedih. Tidak, dia tidak boleh membiarkan Qin Ruojiu mati. Wanita ini adalah satu-satunya orang yang mengerti musiknya. Kalau sampai dia mati, itu berarti di dunia ini, Kang Yin adalah orang yang paling kesepian.
Ketika melihat Kang Yin begitu prihatin dan peduli dengan wanita ini, Kaisar Zhaolie pun mulai merasa cemburu dan marah.