
Hello! Im an artic!
Bertahun-tahun yang lalu, dirinya sangat terobsesi dengan tampilan Zhao Xueyan, begitu terpesona pada kecantikannya seperti ini. Tapi sekarang, Ji Xingfeng hanya tersenyum dingin, terdapat cibiran di tatapan matanya: “Selir Mulia Zhao, bagaimana kabarmu?”
Mendengar panggilan Ji Xingfeng, terdapat kepanikan yang terlintas di tatapan mata Zhao Xueyan, setelah beberapa saat, Zhao Xueyan berpura-pura sedih dan berkata: “Feng… kenapa kamu memanggilku seperti itu…”
Hello! Im an artic!
“Apa kamu bukan Selir Mulia Zhao?” Pria itu menjawab dengan dingin, sepasang mata hitam itu sangat dingin dan tegas, tatapan itu terlihat jijik dan merasa konyol ketika menatap Zhao Xueyan.
Ya, akhirnya Ji Xingfeng memahami makna ucapan Ratu Qin ketika dia melompat dari tebing, tapi sayangnya semuanya sudah terlambat.
“Feng, kamu tahu bahwa aku terpaksa… aku…”
“Huh, apa menurutmu masih ada gunanya berkata seperti itu sekarang? Sudah 3 tahun, apa yang telah kamu lakukan dalam 3 tahun terakhir, jangan berpikir aku ini idiot dan tidak tahu apa-apa!”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Feng, aku tidak seperti itu…”
Selesai berbicara, Zhao Xueyan mengeluarkan sapu tangan sutra miliknya dan mulai menangis, adegan seperti itu, jika dilihat oleh pria mana pun maka seketika akan langsung luluh.
Tapi Ji Xingfeng sudah bukan lagi dirinya yang dulu.
Ji Xingfeng dengan dingin menatap tindakan berpura-pura Zhao Xueyan, mengibaskan lengan pakaiannya dengan acuh dan berkata dengan kesal: “Simpan saja trikmu itu dan tunjukkan saja pada Kakakku, aku merasa jijik melihatnya.”
“Jijik? Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu?” Mendengar ucapan itu, Zhao Xueyan sudah tidak bisa berakting lagi, karena dari kata “jijik” dan juga tatapan mata Ji Xingfeng yang menatapnya dengan datar, bisa dilihat bahwa Zhao Xueyan telah menerima penghinaan yang sangat besar. Tidak ada yang berani bersikap seperti itu padanya di Istana, dan lagi pria ini adalah pria yang sangat mencintainya.
Ji Xingfeng memicingkan mata hitamnya, memberi peringatan pada Zhao Xueyan dengan dingin seperti seorang Iblis, terdapat kilatan haus darah dan juga kekejaman di tatapan matanya.
Ini bukanlah Ji Xingfeng yang dikenalnya, Ji Xingfeng dalam ingatannya, tidak peduli seberapa kejam dirinya, Ji Xingfeng sellau bersikap lembut dan tunduk pada dirinya, selama dirinya bersikap manja, Ji Xingfeng akan berusaha semampunya untuk memuaskan keinginannya.
__ADS_1
Tapi sekarang…
“Feng, dengarkan aku, kekuatan militermu itu dicabut karena…”
“Karena kamu menghasut Kakakku, kamu memintanya untuk bersikap waspada terhadapku, benar bukan?”
“Tidak.” Air mata mengalir dari mata indah Zhao Xueyan, dia menggelengkan kepalanya dan berkata: “Bukan, aku hanya takut kamu akan melakukan hal-hal bodoh, lagipula kamu tidak bisa mengalahkan Kaisar.”
“Aku dipindahkan ke Pingdu, semua itu juga ulahmu, Zhao Xueyan, jika kamu ingin mendapatkan kejayaan dan ingin membersihkan hubunganmu denganku, maka aku tidak akan menyalahkanmu, tapi aku menyalahkanmu karena metodemu yang kejam.”
“Feng, dengarkan aku… aku tidak bermaksud begitu, itu hanya kecelakaan…”
“Lepaskan!”
Ji Xingfeng dengan dingin menghempaskan lengan ramping Zhao Xueyan, kemudian sepasang tangan Zhao Xueyan menggantung ke bawah, Ji Xingfeng menatap Zhao Xueyan yang menangis tanpa air mata, mengulas senyuman mutlak di sudut bibirnya, senyum itu benar-benar membuat orang lain merasa ketakutan.
__ADS_1
“Zhao Xueyan, kamu sangat pintar, aku akhirnya mengerti mengapa bahkan wanita seperti Ratu Qin juga bisa gagal dengan begitu mengenaskan di hadapanmu. Semua ini bukan kecelakaan, kamu sudah merancangnya dengan begitu teliti, tapi sejak awal, kamu sudah membuat kesalahan dalam perhitunganmu itu. Setelah 3 tahun, kamu masih hanya seorang Selir, kamu tidak bisa menjadi Ratu.”
Ji Xingfeng mengucapkan kata demi kata dengan penuh kebencian dan amarah, saat mengetahui bahwa dirinya telah menjadi bidak, Ji Xingfeng benar-benar sangat ingin menerjang menerobos Istana untuk membunuhnya, tapi Ji Xingfeng tahu bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan itu. Dirinya terus mencari kesempatan untuk menghancurkan wanita yang dicintainya ini tapi malah mengkhianatinya, sekarang kesempatan itu sudah datang. Ji Xingfeng sudah berpikir jernih, dirinya tidak layak bertindak pada wanita seperti ini. Setidaknya, tindakan impulsif seperti itu tidak sebanding, karena jika dirinya membunuh Zhao Xueyan, di saat bersamaan dirinya juga tidak akan memiliki akhir yang baik.