
Jika Selir Chang tidak mengungkitnya, selamanya dirinya tidak akan pernah curiga akan semua ini.
Hello! Im an artic!
“Apa? Selir Zhen, kamu percaya?”
Zhao Xueyan bertanya dengan dingin, tatapan matanya sangat tajam.
Hello! Im an artic!
Selir Zhen menggelengkan kepalanya dengan sedih, dia menatap Zhao Xueyan dengan getir: “Kakak Sepupu, sekarang kamu adalah satu-satunya orang yang kupercaya, aku…”
“Selir Chang pasti sudah gila, sia-sia aku membantunya seperti ini.”
“Kakak Sepupu, menurutmu kenapa Selir Chang bisa berkata seperti itu?”
“Aku ingat ketika dia akan dibawa ke Istana Zhihua, wanita ****** bermarga Ye itu pergi mengunjunginya. Benar, pasti dia yang melakukan sesuatu diam-diam, dia pasti telah mengatakan sesuatu pada Selir Chang.”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Benarkah…” Butuh waktu lama bagi Selir Zhen untuk mengucapkan kata ini, ucapan itu begitu kaku hingga dirinya sendiri hampir tidak bisa menerimanya.
“Zhen’er, kamu harus percaya pada Kakak, bagaimana mungkin Kakak bisa melakukan hal itu? Ini pasti jebatan wanita ****** itu, dia ingin membuat kita hancur. Kamu jangan panik.”
“Kakak Sepupu, aku tahu.”
“Dengarkan ucapanku, kamu kembalilah lebih dulu ke Istana Qingyang untuk beristirahat, jangan pergi menemui Selir Chang dulu untuk beberapa waktu ini, aku akan mengurus masalah selanjutnya.” Zhao Xueyan berkata menghibur dengan suara dalam, tapi matanya malah memicing dengan berbahaya. Selir Chang, karena kamu tidak ingin mengambil jalan hidup dan ingin memilih jalan buntu, kalau begitu aku sudah tidak bisa mempertahankanmu lagi.
“Kakak Sepupu, menurutmu apa kita masih bisa menyelamatkan Selir Chang?” Selir Zhen menatap Zhao Xueyan dengan penuh harap, karena Zhao Xueyan adalah satu-satunya kesempatan.
Zhao Xueyan mengangguk, raut wajahnya yang tenang tiba-tiba menjadi dingin, dia menggenggam tangan Selir Zhen dan berkata: “Aku akan memikirkan cara agar tidak membiarkan Selir Chang menderita!” Dalam kalimat terakhir, Zhao Xueyan memperdalam nada bicaranya. Ya, tidak membiarkan Selir Chang menderita, karena jika mati maka tidak akan bisa merasakan penderitaan lagi.
Bulan Agustus sudah usai…
Bunga Osmanthus sedang mekar-mekarnya di halaman belakang Paviliun Xuanyi.
Ye Wushuang ingin membuat selai osmanthus, jadi pagi-pagi sekali Ye Wushuang sudah pergi untuk mengambil beberapa osmanthus segar.
Saat memasuki paviliun, Yangui sedang mencari dirinya. Ketika melihat Ye Wushuang muncul, Yangui menghela nafas lega, tampilan Yangui yang seakan berpikir dirinya hilang membuat Ye Wushuang sangat geli.
__ADS_1
“Yangui, kenapa? Belakangan ini kamu terlihat sangat panik, apa kamu tidak merasa lelah?”
Ye Wushuang berkata sambil meletakkan bunga yang ada di keranjang, mengeluarkan saputangan sutra lalu dengan lembut menyerahkannya pada Yangui: “Seka keringatmu.”
Setelah Yangui mengambilnya, dia mengangguk dengan raut serius dan berkata: “Terima kasih, Selir Ye.”
“Apa terjadi sesuatu lagi di Istana?” Ye Wushuang bertanya dengan datar, lalu Ye Wushuang mengambil bunga kuning pucat yang ada di keranjang, meletakkan di depan hidungnya untuk mengendus, menghela nafas dengan puas dan berkata: “Aromanya sangat enak, aku sangat suka aroma osmanthus.”
“Selir Ye, Selir Chang sudah meninggal.”
Ucapan pendek itu langsung membuat tangan Ye Wushuang gemetar, kelopak osmanthus langsung jatuh dari tangannya.
Terdapat sedikit raut penyesalan di wajah Ye Wushuang yang cantik, butuh waktu lama bagi Ye Wushuang untuk kembali fokus, Ye Wushuang menatap lekat pada Yangui dan berkata: “Kapan hal itu terjadi?”
“Tadi malam.”
“Bagaimana dia meninggal?”
“Kudengar bunuh diri dengan menggigit lidahnya.”
__ADS_1
“Bunuh diri?” Ye Wushuang mendengus dingin. Dalam hati Ye Wushuang berpikir, Selir Chang sangat kuat, dia bukan tipe orang yang akan bunuh diri dengan mudah.
“Ya, dia baik-baik saja beberapa hari lalu, meskipun hatinya jahat tapi cukup membuat orang lain merasa sedih karena dia meninggal tiba-tiba seperti ini.” Yangui berkata dengan suara dalam, ekspresinya agak serius. Yangui tidak peduli siapa yang mati dan siapa yang hidup, lagipula dirinya bekerja pada Pangeran selama bertahun-tahun, dirinya sudah sering melihat orang yang meninggal. Hanya saja memikirkan Selir Chang yang meninggal dengan aneh, takutnya hal itu hanya akan membawa bencana baginya dan Selir Ye.