Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 319 Sebenarnya Apa Maksudnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kaisar Zhaolie yang semakin berpikir semakin tidak berani percaya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, menyapu pikiran yang kacau itu dari benaknya.


Ya, dirinya tidak akan pernah bisa mentolerir seorang wanita yang membohonginya.


Hello! Im an artic!


Dia kemudian berdiri dan menyalakan lilin di atas meja.


Terlalu gelap, dirinya ingin menatap Qin Ruojiu dengan jelas, ingin memahaminya dengan lebih jelas.


Sebenarnya apa yang Qin Ruojiu pikirkan? Beberapa hari ini, dirinya tidak pernah melangkah ke Istana Fengyi, Qin Ruojiu juga tidak akan berinisiatif mengirim seseorang untuk mencarinya, apa dirinya sama sekali tidak ada di dalam hati Qin Ruojiu?

__ADS_1


Lampu redup bersinar dengan cahaya redup di kegelapan, Kaisar Zhaolie perlahan membungkuk, duduk di depan ranjang Qin Ruojiu, menatap wajahnya tanpa bergerak.


Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu dalam tidurnya, seolah terlihat sangat cemas dan juga sangat ketakutan. Terkadang mengerutkan kening, terkadang menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, terkadang alisnya mengerut dan gemetar.


Melihat hal itu, Kaisar Zhaolie bergegas menggosok-gosok tangannya, hingga ujung jarinya sudah tidak lagi sedingin sebelumnya baru berani mengulurkan tangan dan mengusap alis Qin Ruojiu.


Jari-jarinya yang kasar seakan sedang melepaskan sebuah ikatan, perlahan-lahan meluruskan kembali alis Qin Ruojiu yang berkerut, tindakannya sangat hati-hati seakan takut bernafas pun dapat membangunkannya.


“Ayah… Ajiu tidak mau meninggalkanmu… Ayah… Ayah… Ajiu tidak mau menikah dengan Kaisar, Ajiu ingin bersamamu, Ajiu tidak suka Istana…” Qin Ruojiu bergumam, tidak tahu apa yang dia katakan, Kaisar Zhaolie bergegas menundukkan kepalanya untuk mendengarkan dengan seksama, dirinya malah dengan jelas mendengar Qin Ruojiu bergumam “Tidak mau menjadi Ratu, tidak suka Ostana, tidak mau menjadi wanita Kaisar”, kata-kata yang berulang itu sudah seperti panggilan yang paling menyakitkan, terkadang tinggi terkadang rendah, terus menerus, membuat orang yang mendengarnya merasa sangat sakit.


Kaisar Zhaolie menggenggam tangan Qin Ruojiu, tapi tubuhnya mati rasa seperti tersengat listrik, ada kilatan amarah yang terlintas di matanya.

__ADS_1


Ternyata Qin Ruojiu begitu ingin meninggalkan dirinya, bahkan ketika bermimpi pun dia tidak rela untuk tinggal di tempat ini.


Lalu kenapa biasanya Qin Ruojiu malah bisa bersikap seakan sangat peduli dan sangat mencintai dirinya? Apa hanya untuk melindungi orang-orang di sekitarnya jadi sengaja menunduk padanya? Bahkan jika Qin Ruojiu benar-benar tidak menyukai dirinya, lalu kenapa Qin Ruojiu harus pergi untuk mencari potret Liqing?


Sebenarnya apa maksud tindakan yang dilakukan wanita ini?


“Ujuk ujuk…” Mendengar suara batuk, Kaisar Zhaolie akhirnya tersadar dari pemikirannya. Dia bergegas duduk dan memakaikan selimut pada Qin Ruojiu dengan panik. Cahaya bulan terpapar kembali di wajah Qin Ruojiu melalui sela jendela, bibirnya yang pecah-pecah itu sudah seperti bunga yang layu, menunggu untuk dilindungi dengan lembut.


Pada saat ini, Kaisar Zhaolie yang amarahnya menyebar di dalam cinta itu hanya merasakan jantungnya terasa panas, seluruh tubuhnya tegang, tidak bisa menahan diri untuk menundukkan kepalanya dan dengan perlahan mendekatkan bibirnya pada Qin Ruojiu, nafas yang samar menyelimuti udara, Qin Ruojiu tiba-tiba membuka matanya dan bertatapan dengan Kaisar Zhaolie.


Mata Qin Ruojiu yang membelalak itu menemukan bahwa pria di depannya ini adalah pria yang familiar dan juga yang membuatnya sakit hati. Siluet tampan dan mata tajam bagai elang itu membuatnya nafasnya sedikit sesak.


Di saat bersamaan, rasa sakit yang menyayat hati muncul. Tapi kenapa diirnya malah tidak bisa membencinya? Dalam benaknya, muncul sebuah gambaran samar, gambar itu seolah bukanlah ingatan yang dimilikinya. Seolah dulu sekali, dirinya dicambuk olehnya, dipenjara olehnya, keperawanannya diambil olehnya pada malam pernikahan, lalu dirinya ditinggalkan seperti debu.

__ADS_1


Kemudian dirinya hamil, tapi dia malah tidak segan menghancurkan anak itu dengan tangannya sendiri demi wanita lain.


__ADS_2