
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang sangat kurus, menurut logika fisiknya seharusnya tidak terlalu baik, mungkin karena kali ini Ye Wushuang benar-benar berniat untuk membunuh Yongping, jadi ketika mengejarnya di sepanjang jalan, Ye Wushuang sama sekali tidak kenal lelah. Selama menemukan jeda, maka Ye Wushuang akan melayangkan tongkat itu.
Selain kedua lengan putihnya, bagian punggung dan bokong Putri Yongping juga telah terluka oleh tongkat itu. Jika biasanya, diperkirakan Putri Yongping sudah akan mulai marah hingga menangis dan merengek. Tapi sekarang, demi menyelamatkan nyawanya sendiri, Putri Yongping bahkan tidak berani untuk mendengus sama sekali.
Hello! Im an artic!
“Tidak masalah jika aku mati, sedangkan dirimu? Sebagai Tuan Putri dari Negara Qi, menggunakan nyawaku untuk ditukar dengan nyawamu, itu sepadan.” Ye Wushuang berkata dengan lugas, membuat Putri Yongping yang sedang melarikan diri itu merasa semakin putus asa.
“Ye Wushuang… kamu benar-benar gila.”
“Ya, aku dibuat gila olehmu.”
__ADS_1
“Siapa suruh kamu memiliki wajah yang sama persis seperti Ratu Qin…” Sekarang Putri Yongping ingin melemparkan semua tanggung jawab pada Ratu Qin demi menyelamatkan nyawanya.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang malah mencibir dan berkata: “Bahkan jika memiliki paras yang sama, lalu memangnya kenapa? Jelas-jelas kamu tahu bahwa aku bukan dia, tapi kamu masih bersikap menekan orang seperti itu. Sekarang aku sudah tidak bisa melanjutkan hidupku lagi, jadi jangan harap kamu bisa melanjutkan hidupmu.”
“Kamu… Ye Wushuang, dasar gila! Aku tidak akan melepaskanmu…” Putri Yongping yang perlahan-lahan sudah merasa lelah itu meneriakkan kalimat seperti itu dengan putus asa. Setetes air mata kesedihan mengalir dari matanya. Ya, dirinya memiliki status yang sangat mulia, sejak lahir, Ayahnya bahkan tidak pernah memarahi dan memukulinya. Tapi sekarang dirinya malah dikejar seperti ini oleh seorang pembantu ******. Jika dirinya tidak berhati-hati maka sudah pasti nyawa kecilnya ini tidak akan bisa dipertahankan.
“Baiklah, sebelum kamu melepaskanku, aku juga pasti tidak akan melepaskanmu!”
“Ahh, tolong! Kakak Sepupu …”
Putri Yongping yang sudah tidak bisa berlari lagi langsung jatuh terjerembab ke tanah dengan kencang. Sebelum bisa memeriksa luka di lututnya, Putri Yongping sudah ketakutan dikarenakan gerakan ganas Ye Wushuang yang mengangkat tongkat di tangannya.
__ADS_1
“Matilah!”
“Berhenti!”
Tepat ketika Ye Wushuang sudah membulatkan tekat bersiap membalas dendam untuk Yuya dengan melayangkan pukulan dengan sekuat tenaga, suara teriakan kemarahan yang dingin tiba-tiba terdengar di telinganya, diiringi dengan hembusan angin yang kencang, tangan kanan Ye Wushuang yang memegang tongkat sedikit mati rasa dan tidak bisa mengeluarkan tenaga. Tongkat itu kemudian jatuh ke tanah lalu bergulir ke samping.
Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan takjub, tidak tahu sejak kapan Ji Xingfeng sudah muncul di hadapannya.
Ji Xingfeng menatap Ye Wushuang dengan dingin, menatapnya seperti anak panah yang tajam, seolah-olah jika tidak berhati-hati maka dirinya bisa ditelan hidup-hidup.
Putri Yongping yang meringkuk di tanah hingga tertutup debu itu tampak begitu mengenaskan, dia melepaskan tangannya yang menutupi kepalanya dengan tidak percaya, melihat Ji Xingfeng yang tepat berada di hadapannya, Putri Yongping seketika bagai melihat cahaya harapan, dia hampir menangis dan tertawa sambil bergegas menghampiri ke hadapan Ji Xingfeng.
Putri Yongping menarik lengan pakaian Pangeran Ping lalu berkata dengan tercekat: “Kakak Sepupu … huhuhu… kamu akhirnya datang… wanita gila ini ingin membunuhku…”
__ADS_1
Putri Yongping yang selalu terlihat angkuh bagai burung merak yang tidak pernah menundukkan kepalanya, kecuali Ji Xingfeng, sepertinya semua hal dan manusia lain sama sekali tidak layak disebut di hadapannya. Tidak ada siapapun di tatapannya, pandangannya sangat tinggi, keangkuhan dan kearoganannya itu begitu terkenal hingga membuat orang lain merasa sakit kepala.
Tapi sekarang, Putri Yongping di hadapan mereka sama sekali tidak selaras dengan citra angkuhnya, tampilannya yang acak-acakan dan mengenaskan ini sudah seperti seekor ayam yang diusir keluar oleh orang lain.