
Hello! Im an artic!
Ji Xingyun menatap wanita di hadapannya dengan tidak percaya, mata hitamnya itu tampak berkobar: “Apa? Kamu ternyata menganggap rahmat yang kuberikan padamu itu sebagai penghinaan?”
“Bukankah begitu?” Ye Wushuang menjawab tanpa menunjukkan kelemahan, hanya terdapat rasa jijik dan penolakan di tatapan matanya yang jernih.
Hello! Im an artic!
Raut wajah Ji Xingyun menggelap dan tiba-tiba dia tertawa, Ji Xingyun meraih tangan kecil Ye Wushuang yang putih dan halus, lalu meletakkannya dengan paksa di pinggangnya, kemudian menekan dadanya sendiri untuk mendekat dengan intim, Ji Xingyun menatap Ye Wushuang dengan tajam dan berkata: “Apa kamu tahu apa artinya jika aku ingin bermalam di sini?”
“Tidak perlu… aku tidak sanggup menerima rahmatmu itu!” Jawab Ye Wushuang dengan dingin, mungkin pria ini hanya memperlakukannya sebagai objek pelampiasan, ketika bahagia maka dia menginginkannya, ketika marah maka dia ingin membunuhnya. Dirinya yang rendah juga memiliki harga diri, bahkan jika ingin bertahan hidup, Ye Wushuang juga tidak akan menyerah begitu saja.
“Bagus sekali, tidak sanggup menerima rahmat daariku, Qin Ruchen, katakan, sebenarnya apa yang kamu inginkan?” Ji Xingyun menatapnya dengan marah, benar-benar sangat marah kali ini. Karena di mata wanita ini, Ji Xingyun sudah tidak bisa lagi melihat keagungannya sendiri, tidak lagi melihat pesonanya sebagai seorang Kaisar.
__ADS_1
Jika berkata bahwa seseorang bisa menyamar menjadi berbagai sosok, maka dirinya pasti tidak akan bisa berpura-pura menyukai seseorang. Ini adalah dorongan tanpa sadar dari dalam hati, bahkan jika mencoba untuk menutupinya, juga akan sangat sulit.
Hello! Im an artic!
Dulu cinta wanita ini terhadap dirinya begitu kuat, bahkan jika dirinya sudah menghancurkan hati wanita ini dan memutuskan jalan wanita ini, tapi wanita ini masih saja begitu mencintainya. Selama dirinya mau, mengaitkan jarinya sendiri dengan lembut saja sudah bisa membangkitkan rasa cinta yang dalam milik wanita ini pada dirinya.
Tapi hari-hari semenjak wanita ini pindah dari Istana Zhihua, Ji Xingyun tidak pernah merasa dirinya begitu gagal. Karena di mata wanita yang segalanya sudah dirusaknya ini, Ji Xingyun tidak bisa lagi melihat rasa hormat dan kekagumannya terhadap dirinya.
Pada saat ini, Ji Xingyun baru mengerti bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa berpura-pura, tapi memang tulus dari dalam hati.
Meskipun aroma tubuh Qin Ruchen begitu memabukkan, tapi JI Xingyun tidak mungkin memaksa untuk mendapatkannya. Siapa itu dirinya? Dirinya adalah Ji Xingyun, Kaisar Negara Qi. Wanita cantik macam apa yang tidak bisa didapatkannya? Wanita di hadapannya ini tidak hanya parasnya sudah dirusak olehnya sendiri, tapi juga membuat dirinya sangat jijik.
Keberadaan wanita ini saja sudah merupakan noda dalam hidupnya, dan noda tersebut harus dibersihkan, tidak boleh tertinggal.
__ADS_1
Detik berikutnya, Ji Xingyun tersenyum jahat, giginya yang putih sejernih bulan pertama, Ji Xingyun menahan dagu lancip Qin Ruchen yang tertutup cadar dan berkata pelan: “Aku tidak peduli apa kamu mencoba bersikap tarik ulur, atau memiliki niatan lainnya, tapi aku harus mengingatkanmu, jika seperti ini maka kamu sendiri yang mencari masalah.”
“Aku tidak mengerti maksud Kaisar!” Ye Wushuang menaikkan alisnya, di bawah cadar tipis itu, dirinya menjawab sambil mengertakkan gigi.
Ji Xingyun berdiri dengan dingin di sana, memicingkan mata hitamnya lalu menghempaskan lengan pakaiannya dengan dingin: “Suatu hari nanti kamu akan mengerti.”
Setelah selesai berbicara, Ji Xingyun tidak lagi memberi Ye Wushuang kesempatan untuk menanggapi, dia kemudian berjalan menjauh dan pergi.
Ye Wushuang berdiri terpaku di sana, menatap ke arah sosok dingin itu, tiba-tiba merasa dirinya memiliki semacam kekhawatiran dan ketakutan yang belum pernah ada sebelumnya.
Pria itu sudah seperti malakat kegelapan, muncul dari waktu ke waktu ketika dirinya tidak waspada, selalu bisa membuatnya ketakutan dan panik. Ye Wushuang yakin, jika Ji Xingyun melakukan hal ini beberapa kali, bahkan jika Ji Xingyun tidak bertindak, dia bisa saja membuat dirinya mati karena terkejut.
Keesokan harinya…
__ADS_1
Cuaca sangat cerah, Ibu Suri sudah datang ke Paviliun Lixiang mencari Ye Wushuang untuk mengobrol.