Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 308 Tidak Peduli Apapun Yang Terjadi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lu’er yang awalnya tidak terlalu memperhatikan pada saat ini terkejut ketika mendengar suara Qin Ruojiu, dia bergegas berkata dengan ketakutan: “Permaisuri, suaramu …”


Kemudian ketika menundukkan kepalanya untuk melihat, wajah Lu’er membiru karena ketakutan. Karena kedua mata sang Permaisuri saat ini benar-benar sangat bengkak sebesar kenari, bola matanya itu memerah, wajah Permaisuri yang cantik itu sekarang begitu pucar bagai kertas, tidak ada jejak darah sama sekali, sudah seperti orang yang baru saja sakit parah.


Hello! Im an artic!


“Uhuk uhuk……” Qin Ruojiu hanya terbatuk pelan tapi tenggorokannya itu malah sangat sakit, setiap kali batuk, Qin Ruojiu merasa paru-parunya sudah hampir melompat keluar.


“Permaisuri, sebenarnya kamu kenapa? Apa Permaisuri sakit?” Lu’er meletakkan tangannya di dahi Qin Ruojiu dengan ketakutan, benar saja sedikit demam.


Qin Ruojiu malah memalingkan kepalanya dengan egois, tidak ingin Lu’er menyentuhnya. Masih dengan suara terengah dan tidak bertenaga berkata: “Aku ingin air, aku ingin air …”

__ADS_1


Lu’er segera melepaskannya dan mengangguk dengan cepat: “Baik, Permaisuri berbaringlah, aku akan menuangkan air.”


Hello! Im an artic!


Tidak lama kemudian, Lu’er menuangkan air dengan tergesa-gesa lalu menyerahkannya di hadapan Qin Ruojiu. Qin Ruojiu bergegas mengambil gelas itu dan meminumnya dengan sangat cepat.


Setelah sekian lama, setelah meminum habis air yang ada di gelas, ekspresi Qin Ruojiu sedikit lebih baik. Tidak terlihat begitu tidak enak dilihat seperti sebelumnya.


“Permaisuri, sebenarnya kamu kenapa? Dalam semalam saja, bagaimana bisa menjadi seperti ini?” Lu’er bertanya dengan sedikit cemas.


“Tapi, suaramu …”


“Cuma flu saja, tidak masalah!” Bagaimana mungkin Qin Ruojiu bisa mengatakan bahwa dirinya menangis tanpa suara sepanjang malam setelah kepergian Kaisar Zhaolie tadi malam, dan pada akhirnya berujung pada tampilan tragisnya hari ini?

__ADS_1


Lu’er melihat Permaisuri menolak untuk mengatakannya, jadi dirinya juga tidak bertanya lebih lanjut, hanya menjawab dengan suara pelan dan berkata: “Tadi malam, bagaimana hubungan Kaisar dan Permaisuri…”


Kalimat ini membuat Qin Ruojiu yang berusaha berpura-pura dengan begitu keras tiba-tiba merasa sakit, nafasnya tercekat, paru-parunya sudah seperti kehabisan nafas.


Melihat wajah Permaisuri yang berbeda, Lu’er mengayunkan tangannya yang gemetar di depan Qin Ruojiu, melihat tidak ada tanggapan, hatinya merasa dingin dan dengan suara gemetar bertanya: “Permaisur, Permaisuri… kamu kenapa?”


“Lu’er, aku baik-baik saja, bantu aku merias diri!” Setelah selesai berbicara, Qin Ruojiu tertawa getir, tampilannya kembali seperti dirinya yang tenang seperti sebelumnya.


Setelah Lu’er mendengar ucapan itu, dirinya menarik napas dalam di dalam hati, tampilan Permaisuri ini sudah bisa memberitahunya bahwa Permaisur dan Kaisar tadi malam … kenyataan yang tidak baik itu. Apa tampilan Permaisuri ini juga disebabkan karena apa yang terjadi tadi malam? Memikirkan hal ini, Lu’er merasa sedih untuk Permaisuri dan tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat.


“Lu’er, kamu kenapa? Kenapa tidak berbicara?” Kedua tangan Qin Ruojiu yang lembut memegangnya dengan erat, seolah takut Lu’er akan mengabaikannya, rasa takut kehilangan yang begitu kuat itu membuat hati Lu’er kembali merasa sakit.


“Permaisuri…” Lu’er memanggil dengan suara keras dan langsung memeluk Qin Ruojiu dengan erat, detik berikutnya Lu’er berkata dengan tegas: “Tidak peduli apapun yang terjadi, tidak peduli bagaimana Permaisuri dan Kaisar, Lu’er akan selalu menjaga Permaisuri, Permaisuri jangan takut … ”

__ADS_1


“Gadis bodoh, apa yang kamu bicarakan? Apa yang bisa terjadi padaku?” Di Istana ini, paling-paling hanya tidak mendapatkan rasa cinta saja. Ini adalah takdir yang akan dihadapi oleh setiap wanita. Siapa suruh Kaisar Zhaolie adalah satu-satunya pria dalam hidup mereka dan lagi merupakan seorang Kaisar. Qin Ruojiu dulu berpikir dengan bodoh bahwa selama dirinya memberikan seluruh hatinya dengan tulus, maka Kaisar pasti akan bisa melihatnya. Setelah sekian banyak yang mereka lalui, kesalahpahaman, anak, dan juga hidup mati, Qin Ruojiu berpikir hati mereka sudah terhubung satu sama lain, ternyata semua ini hanyalah ilusi belaka.


__ADS_2