
Suasana di Paviliun Xiaoyang sangat hening, membuat orang susah bernafas.
Kaisar Zhaolie terlihat marah, entah mengapa Qin Ruojiu memiliki firasat buruk.
Dia maju untuk memberikan hormat, “aku memberi hormat kepada Yang Mulia.”
Kang Yong pun berdiri, bola matanya seperti anak panah yang hendak menusuk jantung.
Qin Ruojiu mengernyitkan alis karena sapaannya tidak dijawab. Dia pun mengangkat kepala, pandangan yang dingin membuatnya merasa tidak tenang, “Yang Mulia, ada apa?”
“Wanita murahan!” ucap Kang Yong kemudian disusul dengan suara menampar yang keras. Karena tidak siap menerima tamparan yang kuat itu, Qin Ruojiu pun tergeletak. Sesaat kemudian, perutnya terasa sakit, karena kaki pria itu menendangnya di saat dia terjatuh.
__ADS_1
“Dasar siluman! Beraninya kamu menyakiti Yuanran! Apakah kamu tidak menghormatiku sama sekali?” teriakan yang kasar, dingin bagaikan es, semua orang di situ pun takut. Terutama Selir Lan, tapi, pandangan matanya licik dan senang.
Wajah Qin Ruojiu memucat, dia pun bangkit sambil memegang perutnya. Dia menatap Kang Yong dengan tegas.
“Bukan aku, aku tidak melakukan apapun pada siapapun,” terlihat kebencian di matanya. Dengan satu tangannya memegang perut dan satunya lagi menompang tiang untuk bangkit.
“Bukan kamu?” Kaisar Zhaolie tertawa dingin dan kesal, “Semua orang tahu kalau kamu adalah anak penyihir, kamu bisa ilmu sihir, jika bukan kamu, kenapa Yuanran-ku bisa seperti ini?” ucap Zhalie sambil menjatuhkannya ke sudut dinding dan mencekik lehernya. Pandangan matanya kejam.
Pada dayang pun terkejut dan berteriak, “Jangan marah, Yang Mulia! Jangan marah, Yang Mulia…”
“Kamu tidak bisa sihir? Kamu adalah anak penyihir, mana mungkin kamu tidak bisa ilmu sihir? Tidak usah membohongaku,” tiba-tiba, Kangyong melepaskan tangannya. Pandangan mata yang tajam itu menebarkan amarah, lalu berteriak, “Cepat tolong Yuanran, kalau tidak, aku akan membunuhmu!”
__ADS_1
“Kamu ingin aku melakukan apa? Aku sudah bilang aku tidak bisa ilmu sihir. Sejak kecil, ayahkutidak pernah mengizinkanku belajar ataupun membaca buku ilmu sihir. Jadi, aku tidak bisa ilmu sihir..” Qin Ruojiu berusaha membela diri, tetapi malah mendapat pandangan curiga dari orang lain.
Di saat ini juga, Lu’Er masuk dan langsung berlutut, lalu memohon, “Yang Mulia, Permaisuri tidak melakukan apapun. Hari itu, dia hanya datang untuk memberikan selimut kepada Selir Mulia, tidak ada niat jahat. Mohon kebijaksanaan Yang Mulia.”
Kaisar Zhaolie melirik semua orang yang hadir, setelah sekian lama baru berkata, “Hem, pelayan darimana ini, beraninya meminta pengampunan bagi majiknya.”
“Yang Mulia, Lu’Er berkata apa adanya. Yang Mulia boleh bertanya kepada Xiao Huan dan Yan’er juga, mereka mengetahui sifat Permaisuri. Permaisuri tidak pernah menggunakan ilmu sihir, Permaisuri tidak bersalah.”
Usai berkata, Lu’Er pun menarik Yan’er dan Xiao Huan dengan gemetaran. Kedua gadis kecil ini tidak pernah melihat situasi besar seperti ini, kedua kaki mereka pun lemas dan langsung berlutut, kedua pundak mereka terus bergemetaran.
Bab selanjutnya Bab 59 Kenapa Bisa Begini
__ADS_1
“Iya, Yang Mulia! Permaisuri adalah orang baik, ia tidak mungkin mencelakakan Selir Mulia. Selama ini, Permaisuri tidak pernah melakukan hal seperti itu.”
“Jika bukan dia yang menggunakan sihir untuk berbuat jahat, kenapa Yuanran-ku bisa menjadi seperti ini?” Kaisar Zhaolie sama sekali tidak percaya, nadanya penuh dengan penderitaan dan kebencian.