Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 97 Dia Tidak Boleh Membiarkan Qin Ruojiu Meninggal


__ADS_3

Kecantikan ini benar-benar sangat luar biasa, mereka berdua tidak bisa mengatakan apa-apa. Wanita itu memiliki dua mata yang jernih bagaikan bola kristal. Jari-jari tangannya yang sedang memegang cadar hitamnya itu terlihat begitu mulus dan putih bersih.


Qin Ruojiu melihat ke arah kolam itu dengan tatapan matanya yang sedih. Lalu dia berjalan dengan perlahan dan terlihat tidak begitu stabil di atas jembatan itu. Semua gerakan yang dia lakukan itu membuatnya terlihat seolah sedang menari. Rambutnya yang terurai panjang itu pun berterbangan tertiup angin, mengibaskan aroma yang harum dan segar. Ditambah lagi dengan pinggangnya yang ramping dengan pakaian berwarna putih, membuatnya terlihat seperti seorang malaikat yang sedang menari.


Qin Ruojiu adalah wanita tercantik yang pernah dia temui, dan dia juga adalah satu-satu wanita yang bisa mengalahkan Tuan Putri Liqing di dalam hatinya.


Tuan Putri Liqing adalah wanita yang sudah dia cintai selama bertahun-tahun, dan tidak bisa ia lupakan. Sedangkan wanita di hadapannya adalah wanita yang selama ini dia anggap sebagai wanita paling jelek di dunia, dan wanita yang paling kejam yang pernah dia temui.


Tidak disangka, ternyata Qin Ruojiu ini adalah seorang wanita yang sangat amat cantik. Selama ini dia menggunakan cadar hitam itu untuk menutupi kecantikannya dan membohongi semua orang.


Tetapi, kenapa dia mau berbuat seperti itu? Kenapa dia mau membohongi Kaisar Zhaolie ….


Kaisar Zhaolie pun mengerutkan keningnya dan melihatnya dengan tatapan mata yang tajam dan dingin. Dia pun menggeram dan terlihat kesal, sampai urat nadinya pun terlihat. Tepat ketika Kaisar Zhaolie bergegas berjalan ke arah wanita itu dan hendak meminta penjelasan darinya, wanita itu berjalan ke ujung jembatan itu.

__ADS_1


Di sana adalah tempat yang paling dekat dengan kolam lotus dan juga bagian kolam yang paling dalam.


Apa yang mau ia lakukan? Wajah Kaisar Zhaolie pun berubah. Jangan bilang, dia mau … bunuh diri?


Tidak, dia harus menghentikannya … dia tidak boleh membiarkan wanita itu mati seperti ini. Dia masih belum sempat meminta penjelasan padanya kenapa dia mau membunuh anaknya. kenapa dia harus menutupi wajahnya yang begitu cantik itu dari semua orang…


Masih banyak hal yang belum sempat dia pertanyakan padanya, dia tidak boleh membiarkan wanita itu mati begitu saja.


Ketika Kaisar Zhaolie baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba dia teringat, bukannya wanita ini mau bunuh diri karena dirinya? Kalau begitu, jika dia tiba-tiba muncul seperti ini, mungkin wanita itu akan langsung melompat masuk ke dalam kolam itu tanpa ragu-ragu.


Ini adalah pertama kalinya dia merasa gelisah seperti ini. Jelas-jelas wanita yang ada di depannya itu adalah wanita yang ingin dia lindungi, tetapi sekarang dia malah tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berdiri di sini. Ini benar-benar bukan sikap Kaisar Zhaolie yang biasanya.


Qin Ruojiu yang ada di jauh sana pun terus berjalan selangkah demi selangkah menuju ujung jembatan itu.

__ADS_1


Dia mengenakan pakaian berwarna putih dengan jubah yang indah. Wajahnya itu terlihat cantik. Tetapi kesedihan yang mendalam terlihat jelas di wajah cantiknya itu. Dia mengenakan sebuah kalung kristal di lehernya yang memperjelas tulang lehernya. Dia juga mengenakan sebuah gelang giok di pergelangan tangannya yang putih bagaikan salju itu. Dia menghadap ke arah kolam dan melihat ke arah kolam dengan tatapan acuh tak acuh. Tiba-tiba dia menghentikan langkah kakinya dan menunjukkan sebuah senyuman yang lembut di wajahnya. Senyumannya itu terlihat begitu memukau dan menghangatkan hati.


Pada saat itu, ekspresi wajah Kaisar Zhaolie pun berubah menjadi tidak berperasaan. Tangannya terasa dingin, dia terus mengepalkan tangannya dan mengerutkan keningnya.


Wanita ini sebenarnya mau apa, kalau dia benar-benar mau bunuh diri, bagaimana cara agar Kang Yong bisa menolongnya. Qin Ruojiu tidak boleh meninggal begitu saja, tetapi dia juga tidak bisa menerobos ke sana begitu saja. Pertentangan yang ada di dalam hatinya ini membuatnya hampir menjadi gila.


Di saat Kaisar Zhaolie panik dan tidak tahu harus berbuat apa, tiba-tiba ada bayangan seorang pria yang berjalan melewatinya. Dia pun memperhatikan pria itu dan menyadari bahwa pria itu adalah adik ke sembilannya — Kang Yin.


Dia… Kenapa dia bisa ada di sini? Jangan bilang dari tadi dia melihat semua ini?


Tiba-tiba tidak tahu kenapa, Kaisar Zhaolie merasakan kecemburuan di dalam hatinya.


Dia mengira hanya dirinya sendiri saja yang melihat keindahan wajah cantik Permaisurinya itu, tak disangka, ternyata disana juga ada pria lain yang melihat semua itu.

__ADS_1


Bagaimana dirinya yang dominan dan otoriter itu bisa membiarkan hal ini terjadi begitu saja?


__ADS_2