Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 862 Jika Ingin Membunuh Maka Langsung Lakukan Saja


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Senyuman itu sudah seperti bunga teratai putih yang sedang tidur dan mekar untuk selamanya. Terdapat keindahan yang sangat menakjubkan dan juga pesona yang menggetarkan.


Ji Xingfeng pernah melihat senyum Ye Wushuang, tapi dirinya belum pernah melihat senyuman yang seperti ini. Senyum itu sudah seperti gadis pemalu dan polos yang sedang melihat orang yang dirindukannya sepanjang hari.


Hello! Im an artic!


Senyum itu terlihat menyenangkan, sama sekali tidak ternoda oleh apapun. Senyum itu sangat memabukkan, mempesona dan memikat.


Dirinya bisa mengabaikan kecantikannya yang memikat, tapi tidak akan pernah bisa melupakan senyumnya yang menawan ini.


Karena pada saat dia tersenyum, Ji Xingfeng bisa dengan jelas merasakan detak jantungnya yang mempercepat ritmenya tanpa terkendali.


Ye Wushuang berkata sambil tersenyum lembut: “Jingtian… kamu datang…” Selesai berbicara, Ye Wushuang sudah seperti jatuh ke dalam mimpinya, melambai padanya dengan senyum yang sangat indah.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Ji Xingfeng adalah pria yang begitu dingin dan tenang, hatinya awalnya tergerak dikarenakan senyuman ini, tapi setelah mendengar nama Jingtian, Ji Xingfeng sedikit terkejut dan tiba-tiba menjadi kaku.


Jingtian… Jika tidak salah menebak, itu seharusnya adalah nama seorang pria.


Ye Wushuang ternyata memanggil nama seorang pria berhadapan dengannya. Dan senyum yang menyentuh hati tadi, apa itu karena salah mengira dirinya adalah pria lain?


Sentuhan kecemburuan yang kuat seketika menghantam hatinya seperti sebuah gelombang besar. Jika bukan karena akal sehatnya masih tersisa untuk mengendalikan dirinya, Ji Xingfeng benar-benar ingin menerjang ke hadapan Ye Wushuang, menahannya dan dengan marah bertanya padanya siapa pria yang bernama Jingtian itu!


“Nona Wushuang, kamu kenapa? Kamu sedang memanggil siapa?” Yuya yang bodoh merasa sangat cemas, tanpa instruksi Pangeran Ping, Yuya tidak berani melangkah maju untuk saat ini.


Yuya lalu berlari ke sisi Ye Wushuang, melihat Ye Wushuang yang sudah jatuh ke dalam ilusi, Yuya benar-benar merasa sedih lalu mengangkat Ye Wushuang dengan susah payah, Yuya takut dirinya salah berbicara di depan Pangeran, karena itu Yuya mencubit pergelangan tangan Ye Wushuang dengan pelan, rasa sakit yang dirasakannya akhirnya membuat Ye Wushuang bangun.


“Yuya…kenapa kamu ada di sini?” Ye Wushuang yang sedang dipapah oleh Yuya benar-benar sangat lesu, seluruh tubuhnya benar-benar sangat lemas hingga membuat Yuya yang melihatnya merasa sangat sedih.

__ADS_1


“Pangeran memintaku datang kemari, Nona Wushuang, sudah tidak apa-apa.” Yuya berkata menghibur dengan suara pelan, air mata sudah mengalir di matanya.


Ye Wushuang tidak percaya dirinya bisa selamat dan aman, Ye Wushuang mengangkat dagunya dengan susah payah, wajahnya yang pucat itu sudah diselimuti dengan warna keunguan.


Sepasang mata jernih itu begitu tegar dan kuat: “Pangeran Ping, bahkan jika kamu melepaskanku, aku juga tidak akan melayani Putri Yongping lagi. Jika kamu ingin aku menyerah, maka lebih baik bunuh saja aku.”


Ya, Ye Wushuang sudah berpikir dengan jernih selama dikurung dalam gudang kayu bakar dua hari ini. Lebih baik mati, dengan begitu maka dirinya tidak perlu hidup dengan begitu tersiksa, benar-benar sangat menyakitkan.


“Nona Wushuang, jangan katakan apapun lagi, aku akan memapahmu kembali untuk beristirahat.” Yuya sangat ketakutan, takut Ye Wushuang akan menyinggung Pangeran Ping lagi, karena itu Yuya bergegas menyeret Ye Wushuang keluar dari pintu.


Pangeran Ping menatapnya dengan datar, alis tampannya sedikit terangkat, melipat tangan di belakang punggungnya dan berkata dengan suara dalam: “Tenang saja, mulai hari ini aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan.”


Yuya tersenyum ketika mendengar ucapan itu dan bergegas berkata: “Nona Wushuang, sekarang kamu sudah bisa tenang bukan?”


Ye Wushuang yang berpikir semua ini tidak mungkin sederhana itu, hanya mengira bahwa dirinya benar-benar membuatnya marah, Pangeran Ping takutnya akan membunuh dirinya.

__ADS_1


Saat ini, Ye Wushuang tersenyum dingin, terlihat kebencian dan sikap pantang menyerah di mata cerah sejernih air itu: “Jika ingin membunuh maka langsung lakukan saja, tidak perlu bertele-tele seperti ini.”


Pernyataan provokatif ini membuat Yuya benar-benar terpaku, Yuya bergegas memapah Ye Wushuang ke samping, menyentuh dahinya lalu menyentuh dahinya sendiri dan berkata: “Tidak demam, kenapa Nona Wushuang malah sembarangan bicara? Mohon Pangeran tidak mempermasalahkannya, Nona Wushuang pasti sudah sangat lapar hingga bersikap seperti ini.”


__ADS_2