Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 321 Dia Masih Begitu Dingin Dan Tidak Berperasaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Bunga-bunga di kejauhan tertiup angin dan menyatu dengan keharuman air, seperti mimpi, seakan ada dan tiada, “Kaisar……”


Di dalam Istana, panggilan seorang wanita yang penuh kasih sayang terdengar. Ya, wanita itu bukan orang lain tapi adalah Selir Mulia, Zhao Yuanran, dari Istana Qingyi.


Hello! Im an artic!


Malam ini, dalam mimpi pun dirinya tidak menyangka Kaisar akan datang ke tempatnya. Dulu ketika Kaisar kemari, Kaisar hanya datang untuk melihatnya lalu pergi, tapi malam ini Kaisar bahkan bersedia memeluknya, dirinya begitu bahagia menikmati kebahagiaan yang langka ini. Sepertinya mimpinya semakin lama semakin dekat.


Ya, dia harus memanfaatkan kesempatan langka ini untuk membuat Kaisar semakin sayang padanya. Pada akhirnya, cinta Kaisar pasti akan menjadi miliknya.


Benak Kaisar Zhaolie tanpa sadar terlintas paras cantik yang terlihat sedih itu, benar-benar sangat menyedihkan. Bahkan dalam mimpin pun, orang itu terganggu oleh mimpi buruk.


Dirinya teringat ketika memeluknya, setiap kali mereka memasuki dunia milik mereka berdua, suara desahannya yang terdengar malu dan juga ditekan, itu bisa membuat dirinya begitu bersemangat hingga menuju puncak cinta tertinggi. Suaranya yang terdengar kesakitan tapi di saat bersamaan juga sangat bahagia, itu semua ternyata hanya kepalsuan yang dibuat hanya demi ingin menyenangkan dirinya.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Kaisar, kamu kenapa…” Zhao Yuanran merasakan semacam perasaan kehilangan di dalam hatinya, lebih ke arah tidak nyaman dan tertekan.


Setelah dipanggil oleh Zhao Yuanran, Kaisar Zhaolie yang sedang memikirkan Qin Ruojiu akhirnya tersadar kembali. Ledakan amarah menyebar dalam hatinya, sial, saat ini dirinya bahkan masih bisa terpengaruh olehnya. Wanita yang tidak pernah menempatkan dirinya di dalam hati, wanita yang selalu ingin melarikan diri itu, mengapa dirinya masih begitu memikirkannya?


Matahari sudah terbit, dalam sekejap mata sudah keesokan hari.


Zhao Yuanran kelelahan sepanjang malam, saat ini sekujur tubuhnya terasa lemas dan tidak nyaman.


Membuka tirai sutra merah, melihat sudah tidak ada siapa-siapa di ranjang itu, dia langsung berteriak dengan panik: “Pelayan, pelayan…”


“Mana Kaisar?” Matanya membelalak, memeluk kedua tangannya, menatap sekeliling dengan sedikit arogan.


“Menjawab Permaisuri, Kaisar sudah pergi pagi-pagi sekali.”


“Kenapa?”


“Kaisar berkata ingin menghadiri pertemuan pagi, jadi meminta pelayan untuk berganti pakaian lalu pergi.”

__ADS_1


Setelah mendengarnya, Zhao Yuanran sedikit kecewa dan berkata: “Apa dia meninggalkan pesan?” Pada saat ini Zhao Yuanran hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu ceroboh, dirinya tidur terlalu nyenyak, bahkan Kaisar pergi saja dirinya juga tidak mengantarnya, benar-benar ceroboh.


Zuo’er ragu-ragu ketika ditanya, melihat sekeliling dengan ketakutan kemudian baru bergumam: “Kaisar … dia …”


“Katakan, cepat katakan!”


Melihat tampilan Permaisurinya yang tidak sabar, Zuo’er kemudian baru berkata dengan tenang: “Kaisar berkata… tunggu ketika Permaisuri bangun baru meminta Tabib membawakan sup obat untuk diminum Permaisuri!”


“Apa?” Mata Zhao Yuanran tiba-tiba melebar, menatap Zuo’er dengan ekspresi kaget dan tak percaya.


Zuo’er terkejut dikarenakan reaksi Zhao Yuanran, dia bergegas berlutut di lantai dan berkata: “Mohon Permaisuri meredakan amarah, mohon Permaisuri meredakan amarah, Kaisar seharusnya hanya…”


“Tidak disangka, dia masih begitu dingin dan tidak berperasaan, bahkan dia juga bersikap seperti itu padaku!”


Hati yang awalnya dipenuhi dengan kegembiraan itu langsung terjatuh ke dasar jurang. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, dirinya seakan diguyur oleh sebaskom air dingin, begitu dingin hingga menusuk tulang, membuat Zhao Yuanran mengepalkan kedua tinjunya dengan erat.


“Permaisuri, atau tidak… atau tidak, jangan diminum!” Zuo’er sangat jarang melihat tampilan Permaisuri yang begitu suram, untuk sesaat dirinya begitu ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


__ADS_2