
Mendengar Qin Ruojiu berteriak seperti itu, Kang Yin langsung menoleh ke belakang dan melihat ke arah Qin Ruojiu. Dia melihat Qin Ruojiu yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan mata yang dipenuhi dengan rasa khawatir dan kepedihan.
Dia berkata, “Jangan lukai dia.” Kata-kata itu pun keluar dari mulutnya. Qin Ruojiu bukan sedang mengkhawatirkan nyawa Beifeng Funing, tetapi dia tahu hubungan diplomasi antara kedua negara ini sangat rumit. Dia tidak ingin karena dirinya, hubungan kedua negara yang akur dan menjadi hancur, dia tidak ingin menghancurkan hidup harmonis ratusan rakyat negara ini.
Kang Yin melihat ke dalam mata Qin Ruojiu yang tampak ketakutan. Melihat itu hati Kang Yin juga turut merasa sakit. Dia tahu apa yang sedang ditakutkan wanita ini, dia juga tahu penderitaan yang sedang dirasakan wanita ini.
Ketika menghadapi cahaya menyilaukan yang terlintas di depannya, tangan Kang Yin pun langsung mulai bergetar dan dia seolah kehilangan kesadarannya dalam seketika. Tepat ketika Qin Ruojiu masih belum bersiap apa-apa, tiba-tiba terdengar suara tawaan Beifeng Funing yang sedikit licik.
Mata Qin Ruojiu langsung terbuka lebar. Dia melihat Beifeng Funing mengeluarkan belati perak dari dalam pinggangnya dan hendak melemparnya ke arah Kang Yin.
__ADS_1
Pada saat itu, Qin Ruojiu sama sekali tidak peduli dengan nyawa dirinya sendiri dan langsung berlari ke arah Kang Yin. Tepat ketika tinggal beberapa langkah, Kang Yin langsung berlari ke arahnya dan memblokir serangan itu.
Lalu terdengar suara, “Shett …” Jubah putih yang dikenakan Kang Yin pun dipenuhi dengan bercak darah. Darah itu mengalir keluar setetes demi setetes dan berbentuk corak bunga. Kang Yin mengerutkan alisnya dan mengeluarkan suara kesakitan.
Melihat itu, Qin Ruojiu merasa jantungnya seolah berhenti berdetak. Qin Ruojiu pun langsung menghampirinya dan memegang tangannya yang terluka. Qin Ruojiu yang terlihat terkejut itu pun bertanya, “Kamu nggak apa-apa kan, kamu bagaimana?”
Kang Yin takut Qin Ruojiu akan terluka, maka dari itu dia masih berusaha untuk membawa Qin Ruojiu mundur beberapa langkah. Sambil menggertakkan bibirnya, Kang Yin tersenyum pucat dan berkata, “Aku nggak apa-apa!”
Melihat Beifeng Funing yang mendekati mereka, Qin Ruojiu pun ketakutan sampai sekujur tubuhnya terus bergetar.
__ADS_1
Dengan wajahnya yang dipenuhi dengan amarah itu, Pangeran Funing berkata, “Pangeran akan bunuh kalian semua!” Sambil berbicara, dia berjalan menuju ke arah Kang Yin.
Belati yang ada di tangannya itu seperti mimpi buruk yang tiba-tiba membangunkan Qin Ruojiu. Dia berjalan selangkah demi selangkah untuk mendekati Qin Ruojiu, tetapi Qin Ruojiu juga terus menopang Kang Yin dan membawanya mundur selangkah demi selangkah. Pada saat mereka tidak bisa mundur lagi, Zhuo Ying yang tiba-tiba turun dari langit itu langsung menendangnya dengan keras. Tubuh Pangeran Funing yang tadinya sudah terluka itu pun terasa semakin sakit.
Pangeran Funing pun memegang bagian dadanya yang terasa sangat sakit itu sampai memuntahkan darah.
Pada saat itu, Lu’er yang ada di samping itu terkejut dan tidak berani melihat ke arah sana. Sedangkan Qin Ruojiu berkata dengan nada gemetaran, “Jangan bunuh dia, bunuh dia berarti kita akan bermusuhan dengan seluruh negara Beifeng. Jangan ….”
Tangan Zhuo Ying yang sudah melambai di udara itu pun terasa kaku. Setelah itu, dia tertegun sejenak lalu menarik baju Pangeran Beifeng Funing dan berkata dengan ekspresi marah, “Kamu ini beneran binatang buas. Pertama kamu melecehkan Ratu kerajaan kita, kemudian kamu melukai Pangeran Kesembilan dari kerajaan kita. Kamu ini harus diserahkan pada Kaisar, biar dia yang menanganimu.”
__ADS_1
Selesai bicara, Zhuo Ying pun melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan kasihan dan sedih. Kemudian dia menyeret Beifeng Funing pergi dari sana. Semua yang dia lihat hari membuat Qin Ruojiu merasa begitu ketakutan. Dia menatap lengan Kang Yin yang terluka. Darah yang mengalir keluar dari tangan Kang Yin itu seperti pisau yang tertusuk ke dalam hatinya.