
Hello! Im an artic!
“Tidak apa-apa, aku tidak kedinginan sekarang, Kakak bisa memintaku untuk memakainya ketika aku merasa kedinginan nanti.”
“Jika nanti, aku mungkin tidak datang kemari.”
Hello! Im an artic!
“Ahh?” Shangguan Min’er mengira dirinya tidak mendengar dengan jelas, Min’er menatap Ye Wushuang dengan sedikit heran.
Ye Wushuang tersenyum samar, cahaya di matanya tampak redup: “Nona Min’er, hari ini aku sedikit tidak enak badan, jadi aku tidak akan datang kemari nanti sore, jika Nona memiliki sesuatu nanti malam, Nona bisa memanggilku, bagaimana?”
“Kak Wushuang, kamu kenapa?”
“Tidak apa-apa, hanya sedikit tidak enak badan saja.” Setelah selesai berkata, Ye Wushuang sudah tidak bisa menghadapi tatapan mata Min’er yang bertanya-tanya, tanpa sadar Ye Wushuang memalingkan kepalanya ke samping.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Paman She akan datang sore nanti, apa kamu tidak ingin bertemu dengannya?”
“Aku ingin, tapi kondisiku sedang tidak baik, Nona tidak mungkin tega melihatku yang merasa tidak enak badan dan masih memintaku untuk tinggal di sini bukan?” Ye Wushuang tersenyum, dalam senyum itu terdapat kegetiran yang tidak bisa dimengerti oleh anak-anak.
Min’er tampak sedikit kecewa dan menundukkan kepalanya: “Begitu… Baiklah kalau begitu, Kak Wushuang bisa beristirahat, aku akan menunggu Paman She di sini sendirian.”
“Ya, Min’er sangat patuh, aku pergi dulu.”
Setelah selesai berbicara, Ye Wushuang dengan lembut memeluk Min’er, lalu dirinya pergi dengan enggan. Shangguan Min’er menatap sosok kepergian Ye Wushuang di kejauhan dengan tatapan enggan, dirinya tidak mengerti mengapa Kak Wushuang tang terlihat baik-baik saja bisa tiba-tiba merasa tidak enak badan?
…
Sekitar satu jam setelah Ye Wushuang pergi, She Jingtian tiba.
__ADS_1
Melihat Shangguan Min’er yang sudah berhari-hari tidak dilihatnya dan tiba-tiba tumbuh jauh lebih tinggi, tubuhnya juga terlihat jauh lebih sehat, Min’er menjadi semakin mempesona, saat Min’er berdiri untuk menyambutnya, She Jingtian seolah melihat sosok Ibu Min’er.
“Dia” adalah salah satu wanita cantik di Kota Wuyou, pada saat itu dia jatuh cinta pada Ayah Min’er yang pandai dalam bidang literatur dan militer, tidak mengindahkan tentangan dari Ayahnya, keduanya akhirnya bersatu setelah melewati berbagai macam kesulitan. Sayangnya, tidak lama setelah melahirkan Min’er, keduanya meninggal dunia. Sedangkan Kakek Min’er dikarenakan hal ini juga jatuh sakit, kemudian pada akhirnya dia juga meninggal.
Sebagai satu-satunya kerabat Min’er, She Jingtian memberikan seluruh cinta padanya, memberikan semua yang terbaik dan tercantik di dunia ini untuk Min’er yang begitu malang.
She Jingtian ingin Min’er mengerti bahwa tanpa orang tuanya, Min’er masih bisa hidup bahagia dibanding anak-anak lainnya.
“Paman She…”
Min’er dengan bahagia menerjang masuk ke dalam pelukan She Jingtian, kemudian She Jingtian mengangkatnya tinggi-tinggi, meskipun adegan ini telah diulang berkali-kali sejak Min’er berusia 3 tahun, tapi hingga hari ini, mereka sama sekali tidak merasa bosan. Hanya saja, She Jingtian sekarang tidak mampu lagi untuk meletakkan gadis kecil ini di pundaknya, lalu dengan bangga menempelkan dahinya di wajah Min’er, setiap kali She Jingtian akan membuat Min’er tertawa sampai air liurnya itu jatuh di bahunya.
“Hei, Min’er-ku sudah tumbuh besar, sepertinya juga sudah lebih berat, aku hampir tidak bisa menggendongmu.” Kata She Jingtian dengan bercanda sambil dengan lembut menempatkan gadis kecil itu di atas kursi anyaman berukir, kemudian She Jingtian mengulurkan tangan untuk mencubit pelan hidung Min’er dengan ekspresi penuh kasih sayang.
“Paman She, kamu akhirnya datang, kamu sudah lama tidak datang menemuiku, apa kamu tidak merindukanku?” Setelah kebagiaan tadi, Min’er lebih banyak mengeluh tentang ketidakhadiran She Jingtian setelah sekian lama.
__ADS_1
“Aku merindukanmu, karena itu aku bergegas datang kemari setelah meyelesaikan tugas resmiku.”
“Bohong, aku belum pernah melihatmu sesibuk ini sebelumnya.”