
Hello! Im an artic!
Para Bibi tua itu melihatnya dan hati mereka merasa bahagia, tapi mereka malah berkata dengan menunjukkan raut penuh penyesalan di wajah mereka: “Nona Wushuang, lakukan dengan serius, beristirahatlah setelah selesai melakukannya dengan baik.”
“Benar, setelah selesai melakukannya, kami juga sudah tidak perlu mengawasi, kita semua tidak perlu menderita seperti ini.”
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang hanya melirik sekilas dengan datar, mereka bertiga duduk di halaman menikmati angin sejuk sambil minum teh, hanya Ye Wushuang sendiri yang mempelajari semua ini di bawah terik matahari, Ye Wushuang semakin merasa marah ketika mendengar kata-kata yang mereka ucapkan. Namun, Ye Wushuang juga tidak berdaya, karena tidak peduli seberapa tidak relanya dirinya, Ye Wushuang juga tidak bisa bertindak sesuka hati. Di atasnya masih ada Pangeran Ping, jadi Ye Wushuang tidak bisa bertindak seenaknya.
“Hei, Nona Wushuang, lihatlah dirimu, kok itu jatuh lagi. Matahari sangat terik, kami sudah tidak bisa mengawasimu lagi, kami akan duduk di dalam ruangan, kamu berlatih sendiri dengan baik. Lagipula jika mempelajari hal ini, seumur hidup itu akan sangat membantumu, kamu tidak boleh bermalasan.”
Setelah selesai berbicara, Bibi Liu lalu membawa yang lainnya memasuki ruangan sambil menggelengkan kepalanya, mereka meninggalkan Ye Wushuang sendirian di luar halaman untuk mempelajari etika.
Terhadap masalah yang terjadi terakhir kali, Bibi Liu sama sekali tidak melupakannya, dia terus mencari kesempatan. Hari ini, karena sudah mendapat kesempatan maka dia harus memberi pelajaran pada rubah kecil ini.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Melihat para Bibi tua itu sudah pergi, Ye Wushuang begitu marah hingga menjatuhkan semua kok yang ada di atas tubuhnya.
Yuya yang berjaga di samping bergegas menyerahkan sapu tangan dan berkata dengan cemas: “Nona, sekalah.”
Wajah cantik Ye Wushuang memerah karena terpapar terik matahari, dia berkata berterima kasih pada Yuya: “Terima kasih Yuya.”
Yuya tersenyum sopan: “Tidak perlu berterima kasih. Nona, aku sudah berkata bahwa Nona tidak boleh menyinggung perasaan mereka, Nona lihatnya, bukankah mereka sengaja menyakitimu lagi.”
“Tidak apa-apa, ini bukan apa-apa.”
Mendengar nada bicara Ye Wushuang yang santati, Yuya merasa Ye Wushuang benar-benar adalah orang yang sangat baik. Dilihat dari penampilannya, kecantikannya itu benar-benar sangat mempesona, awalnya dirinya berpikir Ye Wushuang adalah seorang Tuan putri yang manja. Tapi setelah bergaul dengannya, Yuya baru menyadari bahwa Ye Wushuang sama sekali tidak sombong, tidak arogan, dia juga pintar, ramah, lembut dan baik hati, Yuya benar-benar tidak mengerti mengapa para Bibi tua itu ingin mengerjai Ye Wushuang seperti ini.
“Nona Wushuang, kok itu sudah jatuh ke tanah, biar aku yang memungutnya untukmu.” Yuya menghela nafas pelan, ingin membantunya.
Siapa tahu Ye Wushuang malah menahan tangannya dan berkata: “Jangan dipungut.”
“Kenapa?” Setelah Yuya selesai berbicara, dia menatap ke arah ruangan dengan cemas, takut para Bibi itu akan mengomel ketika keluar dan melihat apa yang ada di depannya.
__ADS_1
“Untuk apa dipungut? Mereka sedang beristirahat di dalam, kita malah tersiksa di sini, kita bukan orang bodoh!”
“Tapi……”
“Kemari, mari kita bermain menendang kok.”
“Ini……”
“Lihatlah, aku akan menendang satu lebih dulu!”
Tidak tahu apa itu karena Ye Wushuang benar-benar ingin bermain menendang kok, atau karena dirinya tidak memiliki tempat untuk melampiaskan amarah di dalam hatinya, Ye Wushuang dengan asal mengambil satu kok lalu menendangnya hingga melewati batas.
Kok bulu ayam berwarna abu-abu kecokelatan itu langsung terbang melewati tembok tinggi, menyeberang ke sisi lain tembok, kemudian tidak terlihat jejaknya.
Yuya membuka mulutnya lebar dengan takjub, di atas langit seakan ada sekelompok burung gagak hitam yang terbang melintas.
“Nona Wushuang, ini…”
__ADS_1
Ye Wushuang juga tercengang, dirinya lalu berkata: “Maaf, terlalu menggunakan tenaga.”
“Nona Wushuang, jika nanti para Bibi itu keluar dan melihat kok ini hilang satu, pasti akan ada masalah. Mumpung mereka tidak ada, mari kita cepat pergi untuk mencari kok itu.”