
Hello! Im an artic!
Mata hitam itu berkedip dengan cepat, seolah ada pasir yang bertiup ke dalam matanya, tapi juga seperti semacam rasa panik yang berusaha untuk disembunyikan.
Kang Yin berkata: “Baik, hari ketika aku pergi, aku pasti akan mengirim orang untuk memberitahumu.”
Hello! Im an artic!
Qin Ruojiu mengangguk dan tersenyum, tapi ada jejak kilauan kristal di matanya.
Keduanya mengobrol sebentar, dari mata Qin Ruojiu, Kang Yin bisa melihat bahwa Qin Ruojiu tidak fokus, ada kesedihan yang menyelubungi di sekelilingnya. Saat itu, Kang Yin berdiri dan menatapnya dengan ekspresi hangat: “Ruojiu, bagaimana kehidupanmu belakangan ini?”
Qin Ruojiu hanya tersenyum tipis. Qin Ruojiu mengenakan gaun pajang berwarna ungu, tampak seakan bermandikan cahaya suci di bawah sinar matahari. Tapi matanya, alisnya, hidung dan bibirnya … semua itu memberi orang lain semacam pesona yang masuk hingga ke sumsum tulang.
Qin Ruojiu berkata: “Hari-hari di Istana, tidak peduli apa baik atau buruk. Setiap harinya itu sama saja, hanya berharap tidak akan ada terlalu banyak badai saja, itu sudah cukup.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Kang Yin berjalan dan berhenti tiba-tiba, melihat Qin Ruojiu yang ada di hadapannya, menatapnya dengan tenang, menarik napas dalam-dalam dan berkata: “Ruojiu, apa kamu tahu hal apa yang paling kucemaskan ketika aku akan pergi?”
Qin Ruojiu tersenyum lembut, di antara alisnya itu terdapat sentuhan kelembutan seperti air yang mengalir … “Apa?” Qin Ruojiu mengangkat kepalanya dab bertanya dengan polos.
Kang Yin menatap Qin Ruojiu dengan penuh kasih sayang, seolah takut Qin Ruojiu akan menghilang kapan saja, matanya itu dipenuhi dengan rasa kasih yang tak terbatas: “Dirimu!”
Tangan Qin Ruojiu sedikit gemetar, Qin Ruojiu bergegas menundukkan kepalanya, seolah sedang mencari sesuatu di bawah.
Pada saat ini, Qin Ruojiu hanya merasakan detak jantung yang sangat cepat terdengar dengan begitu jelas di ruang yang sunyi, tangan Qin Ruojiu menempel erat di atas jantung Kang Yin, ada keraguan semakin dalam yang terkumpul di tatapan matanya.
Qin Ruojiu ingin mendorongnya pergi, tapi ketika teringat kembali tampilan Kang Yin yang terluka ketika dirinya menolaknya berulang kali. Pada saat itu, Qin Ruojiu ragu-ragu, pada akhirnya menyerah dan mengangkat kepalanya, membiarkan Kang Yin menggenggam tangannya.
Kang Yin berkata: “Aku benar-benar takut kamu akan disakiti, aku takut kamu tidak akan bahagia, aku takut khawatir kamu tidak bisa hidup bahagia di Istana.”
__ADS_1
“Tenang saja, aku akan menjaga diriku sendiri dengan baik.” Qin Ruojiu membuka matanya yang bulat itu dan menjawab dengan wajah tenang.
Kang Yin berkata: “Baik, Ruojiu, di kemudian hari, jika kamu tidak bahagia maka pejamkan matamu dan mendongak ke langit. Aku tidak berharap terlalu banyak, hanya berharap ketika kamu mendongak ke langit, kamu akan teringat padaku. Mungkin, aku yang berada di kejauhan juga sama sepertimu, sedang mendongak dan menatap ke langit yang sama, bisa bernapas bersama. Bisa hidup di tanah yang sama!”
Hati Qin Ruojiu sedikit bergetar, menoleh untuk menatap Kang Yin, dia yang berpakaian putih, matanya yang terpejam di bawah sinar matahari, sudah seperti anak kecil yang tidak pernah dewasa.
Di atas wajah suci itu dipenuhi dengan cahaya terang, seolah-olah semua kegelapan dan kabut menjauh darinya saat ini.
Pada saat ini, hati Qin Ruojiu juga merasa sangat damai. Jika Kang Yin bisa berpikir seperti itu maka itu juga yang Qin Ruojiu pikirkan. Ya, Kang Yin bisa melepaskan semua ini dan terbang jauh, itu juga merupakan hal yang baik. Di kemudian hari, segala sesuatu di Istana ini tidak ada hubungannya lagi dengannya, Kang Yin tidak perlu terlibat lagi, mungkin ini adalah hasil yang terbaik.
Lalu Qin Ruojiu juga memejamkan matanya. Menghirup udara murni ini dalam-dalam, sinar matahari yang samar terpapar di atas wajahnya yang dingin, di hadapannya seakan terdapat pemandangan yang sangat damai dan tentram.
Kang Yin yang berpakaian putih, menjelajah menyusuri langit dan bumi, wajah tersenyumnya itu seperti angin, membumbung tinggi di langit yang biru.
Mulai saat ini, Kang Yin tidak akan menderita lagi, tidak akan lagi memiliki masalah, dan juga tidak ada orang yang akan membuatnya sedih lagi.
__ADS_1