
Malam ini dia tidak bisa menebak apakah kaisar akan datang atau tidak, tapi dia tetap berusaha untuk menutupi dirinya. Benar, dia tidur secepat ini karena tidak mau memberikan pria itu kesempatan untuk menyentuh dirinya. Setidaknya dia merasa pria itu seharusnya tidak akan berbuat apa-apa di saat dia sedang tertidur.
Setelah tidur sebentar, hati dia tetap merasa tidak tenang, dia mau tidur dengan lelap, tapi dia juga takut di tengah malam kaisar tiba-tiba masuk ke dalam seperti hantu yang masuk tanpa ada pertanda apa-apa, membuat hati dia tidak ada persiapan sama sekali.
Pikiran dia menjadi kacau, di saat ini pintu terbuka. Selanjutnya ada suara langkah kaki dia yang sedang berjalan mendekati Qin Ruojiu.
Qin Ruojiu menutup matanya rapat-rapat, kedua tangannya juga tidak bergerak. Walaupun dia sedang membelakanginya, tapi dia masih bisa merasakan tekanan yang datang itu.
Kaisar Zhaolie berdiri di tempat yang hanya berjarak tiga langkah darinya melihat dia yang sedang tertidur pulas.
Kenapa tidurnya secepat ini? Terlalu lelah? Atau karena sikap dirinya yang terlalu keras membuat dia takut?
Di saat kaisar mau pergi, dia melihat ada bagian badan dia yang tidak ditutupi dengan selimut, maka kaisar mendekatinya.
__ADS_1
Merasakan kaisar mendekat ke arah dirinya, detak jantung Qin Ruojiu bertambah cepat, bahkan dia sampai tidak berani bernafas terlalu kencang karena takut ketahuan.
Tidak disangka, kaisar tidak berbuat macam-macam, tapi hanya menyelimuti badan dia dengan perlahan-lahan. Setelah itu dia duduk di samping ranjang sambil menatapnya dan mengelus dahinya.
Perasaan gatal itu merangsang seluruh badan Qin Ruojiu, dia tidak tahu kaisar Zhaolie ini mau apa, perasaan takut itu membuat dia mengerutkan alisnya.
Kaisar Zhaolie tiba-tiba meluruskan badan dia yang miring.
Mata kaisar Zhaolie sangat lembut, dengan jari telunjuknya dia mengelus keningnya.
Kenapa dia tidur alisnya bisa mengerut? Apakah karena dia memimpikan sesuatu yang dia takuti? Atau karena dia memimpikan tentang hukuman jahat dirinya terhadap dia?
Dengan penuh rasa kasihan kaisar Zhaolie mencium dahi dia dengan sangat lembut.
__ADS_1
Hati Qin Ruojiu yang sedang pura-pura tidur gemetar, kedua tangannya yang ada di bawah selimut menggenggam sprei ranjang dengan kuat.
Bisa-bisanya iblis ini mencium dia dengan lembut seperti itu. Apakah ini ciuman dari dia? Atau orang di sebelahnya ini bukan dia?
Kaisar Zhaolie yang tidak tahu Qin Ruojiu sedang pura-pura tidur ini mengeluarkan batu giok yang hari ini dikembalikan olehnya dari dalam kantongnya, lalu dia menggenggam tangannya, merasakan tangan dia berkeringat, dia mengelapnya sampai bersih. Setelah itu dia meletakkan batu giok tersebut di dalam tangan Qin Ruojiu.
Batu giok yang dingin itu membuat Qin Ruojiu menarik tangannya, dia tidak berani menyentuh barang yang membuatnya takut itu.
Tapi kaisar Zhaolie menggenggam tangan dia dengan erat, “Jangan takut, ini adalah batu giok yang didapatkan oleh ibu aku dari kuil Fengling, batu giok ini bisa menghilangkan semua kegelisahan kamu dan menjaga kehidupan kamu. Dan juga batu ini bisa menyingkirkan mimpi buruk.”
Bab selanjutnya Bab 131 Ini Sebenarnya Mimpi Atau Kenyataan
Ucapan dia yang lembut ini membuat orang merasa sangat tidak nyata. Kali ini....
__ADS_1